HALALKU BERSAMAMU

HALALKU BERSAMAMU
Lamaran...


__ADS_3

Pihak rombongan besan berbaris layaknya semut berjejer rapi.. Satu persatu orang membawa seserahan satu satu, kulihat dari balik kaca jendelaku, dibarisan pertama terdapat tetua adat sepertinya dia membawa sekapur sirih... Disusul belakangnya bapak ibu kepala desa, setelah itu bapak dan ibu hermanto...... Dibelakangnya lagi saya asing... Siapa saja yang membuntuti dibelakangnya, karena jujur ini pertama kalinya saya melihat kerabat dari pak hayrul, oiya.. Pak hayrul juga turut dibarisan setelah orangtuanya...satu persatu orang mulai memasuki kediamanku... Entah diawali dengan pembicaraan apa, saya kurang paham. Yang jelas tetua adat menyerahkan sekapur sirih dan diterima oleh pihak keluargaku... Setelah lumayan lama saya mendekam dalam kamar, diutuslah sepupuku tuk mengantarku keluar... Kusalimi satu persatu pihak rombongan itu.. Kemudian saya diberi tempat khusus dekat tetua adat...


Entah ini kelanjutan acara ato hanya basi basi biasa saya kurang paham...Dimintanya kesediaanku...


"nit.. Apa benar, gadis cantik ini yang bernama nita calon mantu pak hermanto?" tanya tetua adat menanyaiku..


"inggih bu, nama saya nita." dan ku berikan senyum termanisku diselingi anggukan


"kami kemari dengan maksud dan tujuan baik dari keluarga pak hermanto melamar nak nita untuk disandingkan dengan nak hayrul..."


"apa?" saya kaget dengan penuturan tetua adat. Ibu mulai melotot ke arahku mendengar jawabanku... Ya disini anak mantu dikelilingi pihak besan laki laki, katanya sih biar ketahuan ada pemaksaan apa nggak...!


"iya nak, saya mengantar lamarannya nak hayrul untukmu...!" tegas tetua adat..


"maaf bu saya tidak bersedia..." sautku, langsung saja.. Semua sorot mata teralihkan memandangku penuh tanda tanya...


"loh bagaimana ini pak bu?" tanya tetua adat pada bapak ibu hayrul dan kepada kedua orang tuaku... Bapak berdiri hendak melangkah ke arahku...tpi sebelum itu terjadi, sekarang ku ralat ucapanku...


"maaf bu.. Maksud saya, saya tidak bersedia


Jika dilamar sekarang... Kalau dipinang gak papa... Dengan kata lain... Saya belum siap menikah sekarang.. Low tunangan saya ya bersedia bu....! Soalnya saya harus melanjutkan sekolahku minimal sampai lulus sma" jelasku panjang lebar..

__ADS_1


"oOooowalah... Itu maksudnya tah..." tanya ibu tetua adat..dan semua tamu tertawa bersama...


"inggih buk..." . Jawabku, kulirik bapak perlahan mulai duduk kembali...


"oh baiklah kalau begitu, saya ralat, bersediakah nak nita menerima pinangan dari nak hayrul?"


"bismillah. InsyaAllah saya terima buk..."


Dipanggillah pak hayrul mendekat ke arahku..


"nak sekarang pakaikanlah cincinnya ke jari manis tunanganmu.."


"saya bersedia jadi tunangannya bapak dulu... Masalah nikah urusan belakangan..." saut nita secara spontan dan lagi lagi mengundang gelak tawa..


"heee'eh.. Maksud saya. bersediakah menjadi tunanganku?" pak hayrul menggaruk tengkuknya dan senyum senyum sendiri...


"iya saya bersedia" jawabku lantang dan tegas.kemudian pak hayrul melingkarkan cincin padat, dengan motif intan berbentuk love ditengahnya..


"sekarang kalian berdua resmi bertunangan. Jika nak nita dan nak hayrul berjalan berdua.. Bapak ibu.. Mereka adalah sepasang tunangan.. Jadi biarkanlah mereka.. Dan untuk nak nita dan nak hayrul sekarang menanggung separuh beban dari diri kalian masing masing.. Dannn.... Jangan lupa batasan.. Kalian cuma tunangan.. " petuah tetua adat pada kami..


Setelah acara tunangan resmi.. Dimasukkanlah semua hantaran kedalam.. Kulirik lengkap hantaran dari pak hayrul... Perfect.. Lengkap banget..

__ADS_1


~Ada berbagai alat make up dalam satu keranjang..


~baju warna maroon lengkap dengan krudungnya


~dalaman, handuk,sarung dan sandal dalam satu wadah..


~berbagai buah dalam satu keranjang.


~ada juga yang membawa mentahan, seperti; gula, minyak kelapa, beras dan tepung. Yang sudah mereka hias sedemikian rupa..


~tiga Kue perawan.. Dimana tertulis namaku dan nama pak hayrul ditengahnya...


~dan banyak lagi kue kue.. Lainnya.. Biasanya semua kue itu disebar untuk sanak keluarga biar tau kalau saya dan pak hayrul resmi tunangan.


Kemudian acara ditutup dengan keluarnya hidangan dari rumah kami.. Nasi ikan dengan puding escream.. Dan sekotak brownies sebagai penghantar pulang... Tak lupa acara sesi foto foto sebagai dokumentasi..


Karena malam tambah larut, pihak rombongan mulai pamitan dan kusalimi kembali para mertuaku depan pintu sebagai penghantar kepulangannya.. Ibu hermanto memelukku erat dan membisikkan sesuatu ditelingaku..


"kamu cantik, salam puji dari hayrul... Dan kmu sekarang mantunya ibuk, sampai kapanpun akan jadi mantu kesayangannya ibuk.."


"what? Benarkah!" Batinku, saya terkesiap mendengar penuturannya tapi tetap kuangguki dengan seulas senyuman..

__ADS_1


__ADS_2