
"mas, tolong deh!! Kapan nie keranjang putar berhentinya?"memegangi kepalanya dengan kedua telapak tangannya.
"palingan bentar lagi dek.. Memangnya kenapa?"tanya hayrul penuh tanda tanya.
"kepalaku pusing mas, serasa naik perahu.."
"nih sudah berhenti..! Turun yuk?"
Penjaga komedi putar membukakan pengait keranjangnya dan mempersilakan nita dan hayrul segera keluar.. Nita terus berjalan meninggalkan pak hayrul jauh dibelakang.... Namun pak hayrul terus mengejar nita dari belakang.. Nita terus membelah keramaian, menyusuri tempat yang sepi dari pengunjung. Tepat dibawah pohon mangga.. Nita berjongkok...
"huek, huek, huek, huek....." nita terus saja memuntahkan isi dalam perutnya hingga hanya mengeluarkan air saja..
"kamu kenapa dek?" hayrul panik. Sambil memijit tengkuk nita dengan telaten dan diusapinya peluh peluh yang mengucur di kening nita..
"saya seperti terbang pak.. Tubuh saya serasa ringan.." nita mengungkapkan yang dirasanya.. Sambil berdiri sempoyongan..
"sepertinya adek masuk angin dan mabuk permainan keranjang tadi.."
"saya gak papa mas.. Sudah mendingan. Sekarang saya........." menghentikan ucapannya..
"dek kenapa sekarang? Jangan bikin mas hawatir dek!! Apa perlu mas antar kedokter???"
"oh tidak perlu mas...! Sekarang saya lapar!"
"mashyaAllah, oih, iya. Maaf mas lupa.. Dek, dari tadi keasyikan sampai bikin dek nita kelaparan.."
"tidak begitu juga mas! Ini semua karena isi dalam perutku sudah dimuntahkan semuanya.."
"hmmmmm, benarkah?" pak hayrul hanya berdehem namun dia memberikan senyuman termanisnya.
__ADS_1
"heem pak." nita membalas dengan anggukan tak lupa pula bembalasnya dengan senyuman. "What apa tadi, keasyikan..?" guman nita dalam hatinya..."Apa benar ea pak hayrul asik jalan sama aku? Hmm tau gini saya minta banyak tadi.. Saya kerjain dikit ah... Gpp kan.?" pikirnya lagi..
"hoy.... Hay... Hey nit?!! Kmu lagi ngelamunin apa sih!! Nih kita udah sampai.. Katanya kamu lapar?"menyadarkan lamunan nita.
"hah... Eh iya pak....! Eh maksudnya mas..!" nita mengedarkan pandangannya. benar saja nita sudah berada didepan warung asli masakan orang madura..dekat pasar malam
Mereka berdua memilih tempat duduk yang sepi,yang jaraknya agak jauh dari pengujung lain..
" silahkan mas mbak?? Ini menunya" kata mbak mbak di warung itu..
"Oh iya mbak terimakasih mbak!" Nita mengambil buku menu dan membacanya sekilas..
Kemudian pak hayrul memanggilnya..
"Kamu pesan apa dek"
"Udah itu aja dek?" Tanya hayrul lagi.
"iya mas.."
"yasudah itu aja mbak..! Tolong segera ea?
" loh kok mas gak pesan?? "tanya nita pada hayrul..
" loh emangnya tadi, adek gak pesenin mas? "
" eh engak, enak aja.. Pesan sendiri donk.. Kan tadi juga pake baca- buku menu. "
dengan terpaksa hayrul memanggil mbak pelayan tadi dan memesan pesanannya kembali..
__ADS_1
" itu mbak... Cukup itu aja mbak..." hayrul memesan satu teh hangat, satu porsi sate serta sepiring nasi..
Tak lama kemudian pelayan membuka pesanan yang dipesannya tadi..
"ini mbak mas silakan dinikmati hidangannya.."
"Oh iya... silakan nit dimakan pesananmu!" hayrul mendekatkan pesanan nita ke arahnya.. Dan memakannya masakan yg dipesan oleh dirinya sendiri. Dengan lahapnya.
Beda dengan nita!, dia hanya memakan dua porsi satenya dan meminum esteh dinginnya.. Tanpa menyentuh masakan yang lainnya..
" loh nit! Itu teh hangat dan dua porsi nasi serta gulainya kenapa gak kau sentuh!"
"saya risih mas cuma sekarang saya makan diwarung.."
"benarkah nit? Tanya hayrul selidik!
" iya"jawab nita singkat...
"oh yasudah... Mbak ini semua semua dibungkus ea! Sekalian tambah sate seporsi lagi.."
"loh kok malah dibungkus mas?"
"iya mubasir low ditinggal... Skalian buat adek makan sama bapak ibu dirumah"
"hem makasih banyak mas..."
"gpp dek. Tak perlu sungan gitu.! Oiya beneran adek baru sekali ini makan diwarung.?"
"iya mas biasanya dibungkusin dan dimakan dirumah.. Hmmmm jadi bener mas.. Ini kesan pertamaku makan diwarung..."
__ADS_1