
"nit, kamu dari mana aja nak??"
"dari warung buk, ini beli nasi." nita menunjukkan satu bungkus nasi dalam tas kresek.
"oh, yasudah kamu makan dulu. Habiskan dulu makananmu dan temui ibuk jika sudah selesai."kemudian bu anni pergi ke ruang tamu meninggalkan nita sendirian di ruang makan..
Setelah selesai makan nita lqngsung membersihkan tempat makannya dan mencuci piring serta gelasnya.
Kemudian dia beranjak menemui ibunya di ruang tamu.
" ada apa bu? kenapa ibu menyuruhku kemari?"
"gini nak, tadi ibunya nak hayrul ijin membawamu menjenguk kerabatnya yang sedang sakit dirawat dirumah sakit. Apa kamu bersediya menemani nak hayrul?" tanya ibu pada nita penuh harap..
"kenapa bukan ibu saja? Kenapa harus saya?"
"pertanyaan macam apa itu nita! Iya karena mantu di keluarga pak hermanto itu adalah kamu nak, bukan ibu."
"ibuk. Saya risih... Bilang saja saya lagi tidak enak badan.."
__ADS_1
"jadi kamu nolak nak hayrul nit? Kmu jangan macem macem nak.. Tadi bu hermanto sendiri yang kemari..!"
"terus saya harus gimana buk.. Lagian kepalaku benar benar pusing sekarang.."
"nak! Tolong. belajarlah menghargai sebuah hubungan lambat laun kamupun akan menikmati hasilnya dikemudian hari.."
"tidak ibu. Tanpa rasa cinta dan tanpa jalinan kasih antara kita.."
"nit, bukankah kau sendiri yang menyanggupi pertunangan ini."
"benar buk.! Tapi saya terpaksa, saya menghargai ibu dan bapak atas hubungan yang telah terjalin dengan keluarganya pak hayrul."
"assalamualaikum wr wb." sambil menyalami dan mencium punggung tangan ibuku
"waalaikum salam wr wb." saut ibu dengan binar wajah yang merekah..
"buk saya ijin membawa nita keluar malam ini.. Apakah sebelum saya, ibuku sudah meminta ijin untukku keluar malam ini?"
"iya nak sudah... Kalian keluar aja. Nit, berhubung nak hayrul sudah disini kamu ganti baju gih, dan pergilah keluar bersamanya.
__ADS_1
Sebenarnya nita sangat malas untuk keluar malam ini. Namun nita tetap masuk kedalam kamar dan mengganti pakainnya sesopan mungkin, maklum karena akan berkunjung menjenguk kerabat pak hayrul yang lagi sakit.
"buk, nita berangkat dulu ea? Pamit nita pada bu anni.
" assalammualaikum wr wb" pamit pak hayrul dan menyalimi ibuk kembali.
"waalaikumsalam wr wb." saut ibuku.
Nita naik keatas sepeda motor yang dikendarai pak hayrul. Dia duduk dengan penuh hati hati dan memberikan jarak di jok sepedanya dengan pak hayrul. Nita penuh keheranan karena jalanan yang dilaluinya berbanding terbalik kearah jalanan rumah sakit.., namun dia tetap diam tanpa banyak komentar. Ya! Nita yang sekarang lebih banyak diam setelah dirinya resmi bertunangan daengan pak hayrul.
"nit tidakkah kau tanyakan padaku kemana aku akan membawamu.." pak hayrul mulai membuka suara untuh memecah suasana yag penuh kecanggungan ini.
"tak perlu kutanyakan lagi pak, kemana kau akan membawaku. Bukankah kau telah meminta ijin orangtuaku untuk membawaku. Ku pastikan aku pergi kemanapun yang bapak mau"
Hayrul merasa terenyuh mendengar jawaban dari nita. Dia merasa sangat bahagia. Dia mencoba menarik tangan nita dari pegangan samping jok, namun ditepis oleh nita. Meskipun begitu tak mengurangi rasa bahagianya. Dia menghentikan laju sepeda motornya disebuah lapangan dimana terdapat pasar malam disana.
"sudah sampai... Yuk turun...!"
"loh kok kita malah kesini pak? Tanya nita keheranan namun tak dapat dibohongi... Sebenarnya dia sangat bahagia karena ini untuk pertama kalinya dia ke pasar malam.
__ADS_1
" ini adalah kencan pertama kita setelah sekian lama kita kenal sebagai seorang guru dan murit dan ini adalah awal kita sebagai seorang tunangan.."