
Nita merasa keheranan atas keputusan yang diambil sepihak oleh pak hayrul. Bukankah dia ijin ke orang tuanya buat menjenguk orang sakit...?
"nit, kamu mau beli apa? Biar saya belikan untukmu."
"tidak perlu pak, sekarang saya tidak membutuhkan apapun untuk ku beli". Jawab nita dengan tidak enak hati. Namun bukan pak hayrul namanya jika iya menuruti nita. Sebenarnya dia tau kalau nita hanya ngeles saja.. Di putarinya toko toko yg dilewatinya semuanya tak luput satu tokopun.
"ini bagus untukmu nit.." pak hayrul membelikan satu long dress berbahan brukat yang lagi hitz dikalangan remaja srkarang..
"tidak perlu pak. Itu berlebihan.." nita menolak dengan cara halus..
"tidak ada yang berlebihan untuk calon istriku..."
"deg deg deg deg... Jedddddar...!" jantung nita langsung berdetak dengan hebatnya seakan akan mau meledak ledak...
Pak hayrul tidak hanya membelikan long dress saja. Dia membelikan lengkap krudung dan sandal juga. Alih alih menolak, malah nita menang banyak.... Ho ho ho...dia benar benar memanjakan nita. Setelah berbelanja.. Pak hayrul mengajak nita naik keranjang putar.
"nit, naik keranjang putar yuk?"
"Tidak pak nita takut ketinggian.. Saya tidak pernah naik ini sebelumnya.."
"tenang nit, ada saya.."
"tidak pak!"
"ayo nit lawan rasa takutmu.. Mana nitaku dulu yang penuh keberanian.. Dan jadikanlah ini kesan pertamamu."
__ADS_1
"baiklah akan saya coba pak."
"aw,....!" nita terpekik karena hendak jatuh namun dengan sigap hayrul memegang kedua tangan nita yg hendak jatuh... Nita dan pak hayrul masuk kedalam keranjang bersamaan dengan kedua tangan saling menggenggam satu sama lain.
"tak perlu takut, ada saya bersamamu!" pak hayrul mencoba menenangkan nita, pak hayrul merasa senang dan merasa menang.. Karena dia memang sengaja memilih wahana ini dan dia sengaja membeli banyak tiket supaya dia bisa ngobrol berlama lama dari hati kehati bersama nita.
" hmmmmm, ternyata tidak lah terlalu semenakutkan yang saya bayangkan selama ini..." menarik napas dan menghembuskannya perlahan..
"asal punya tekat dan keberanian apalagi bersama orang terkasih...!"
"maaf pak, bapak bicara apa??"
"Apa ada yang salah dengan ucapan ku?"
"ah tentu itu hak bapak" mengkilah.
"selama saya masih bisa menjawabnya akan ku jawab dengan senang hati pak!"
"se berapa berhakkah saya akan dirimu nit?"
"bukankah sudah di ikrarkan pak, separuh aku adalah tanggung jawab .mu..?"
"syukurlah nit saya sangat bahagia mendengar penuturanmu.. Tpi bolehkan kau ubah panggilanmu dengan mas saja? Apakah setua itu kau selalu memanggilku pak?"
"bukan begitu maksudku pak.... Eh mas..!, tpi bukankah dari dulu ku memang memanggil mas dengan sebutan bapak karena kau adalah guruku..?"
__ADS_1
"iya panggil mas saja.. Biar kita tambah akrab aja..!"
"baiklah mas!"
"Oiya bukankah selepas pentas kau masih berstatus pacar dari arif?"
"Maaf mas. Memang benar.. Tpi setelah itu pula ku ahiri hubunganku dengannya". Berbohong
"benarkah?"
"apakah saya terlihat sebagai pembohong dimata mas sehingga kau tanyaiku penuh selidik?"
"oh bukan itu maksud saya mas tidak ingin jika pertunangan kita jadi penyebab kandasnya hubunganmu..?
" apa maksudmu? "
" oh tidak. Yg jelas mas sangat bahagia memilikimu. "
" mas setidaknya dengan kandasnya kisah cintaku kau telah melengkapi dengan status kisah cinta yang naik level.. Hehehe.."
"saya orang yang paling berbahagia itu nit..."
"oiya, kita kok gak kelar kelar putarannya dari tadi mas? Kepalaku terasa pusing sekali.."
"sengaja mas beli lima tiket sekaligus sayang...!
__ADS_1
" maaaaassss hayrul... Nyebellin banget. Kmu sengaja ea...?