
Terimakasih yang ingin membaca novel baru aku~~ support author terus nya😅
terimakasih, happy reading~💛
--------
"Saya mohon.." pinta seorang wanita memohon.
"maaf Bu, kami tidak bisa menerima anda disini!" tekan seorang pegawai kantor itu.
"apapun! apapun akan saya lakukan, saya mohon terimalah saya!" ujar wanita itu dengan sedikit memaksa.
"maaf sekali lagi bu.. silahkan pergi, ada banyak orang yang sudah mengantri!" ucap pegawai itu dengan nada pelan namun sedikit tajam.
Wanita itu pun pergi dari kantor tersebut, dengan putus asa kepada dirinya sendiri.
saat ini sedang hujan, karena sedang melamun wanita itu pun tetap berjalan walau pakaiannya sudah basah kuyup.
"aku harus kemana lagi untuk melamar pekerjaan, kalau aku tidak segera membayarnya pasti suamiku akan dikeluarkan dari rumah sakit" batin sendu wanita tersebut.
TIINNN!!!
Bunyi klakson mobil pun sudah tidak dihiraukan oleh wanita itu, dia hanya memikirkan biaya perobatan suami nya yang cukup mahal tersebut.
Tiba-tiba ada seorang pria memegang pundak perempuan itu, berpakaian kantor.. sepertinya dia seorang CEO?!, mungkin itulah yang dirasakan wanita itu untuk pertama kalinya bertemu pria tersebut.
.
.
Namaku Jane, tepatnya Jane Oktavia aku adalah seorang istri. aku sudah tidak memiliki orang tua lagi, bahkan mertua ku tidak pernah menganggap ku sebagai menantunya.
ya, aku menikah tanpa izin dari mertua ku. oleh karena itu, dia sangat membenciku. berbeda dengan suamiku, mertuaku tetap saja menyayanginya seperti biasa.
"nona.. kau bisa tertabrak nanti, hati hati lah lain kali!.." tegas seorang laki-laki dengan memakai jas hitam yang sudah basah.
Jane sama sekali tidak merespon ucapan dari pria tersebut, dia hanya menatap dan masih sedikit sedih dengan kejadian yang menimpa keluarganya.
"oh ya, namaku arga! CEO pemilik perusahaan yang berada disebelah sana!" ujar pria itu dengan menyodorkan tangannya.
"Jane.." ucap jane singkat yang tidak membalas jabatan tangan laki laki itu.
laki laki itu pun langsung menarik kembali jabatan tangan nya. dengan malu, dia memberi kartu namanya.
"ini ambillah!, kau bisa menelpon ku jika ada sesuatu yang harus aku bantu, dan aku akan segera menuju ke tempat mu nanti!" jelas pria yang bernama arga itu.
Pria itu pun pergi, dengan baju yang basah.
Jane kemudian duduk di halte bis sambil menatap sendu kartu nama yang diberikan pria yang bernama arga tadi.
"hmm, aku takut akan menyusahkan orang itu.." ujar jane dengan suara lemas.
sedari tadi pagi ia sama sekali tidak memakan apapun. Jane hanya fokus mencari pekerjaan tanpa memikirkan kesehatan nya.
...TRING! TRING!...
Suara deringan handphone pun memecahkan lamunan jane. Jane langsung mengambil handphone dari tas putihnya.
__ADS_1
"hallo?" ucap jane mengangkat telfon.
"selamat siang, maaf Bu, anda harus segera membayarkan uang biaya rumah sakit karena sudah jatuh tempo" ucap seseorang yang tidak lain adalah salah satu suster RS yang menampung suaminya jane.
Jane tidak membalas sama sekali..
"kalau begitu saya izin menutup telepon, permisi.. selamat siang!" ujar suster itu dan langsung mematikan telfonnya.
Jane kemudian membuang nafas. dan menutup wajahnya dengan telapak tangan.
ia Benar-benar frustasi karena ucapan suster tadi.
"huh.. aku harus mencari pekerjaan di mana lagi.." ujar jane frustasi.
"Sebaiknya aku pergi ke rumah sakit dulu.."
Jane pun menaiki sebuah bus, dan menuju ke RS.
.
.
Sesampainya di rumah sakit, jane pun langsung menuju ke kamar tempat suaminya dirawat.
Setelah memasuki kamar itu, Jane langsung duduk di bangku yang bersebelahan dengan tempat tidur suaminya.
dengan sedih jane memegang telapak tangan suaminya, yang sering ia panggil mas itu.
"mas... maafin jane nya, yang gak bisa menyembuhkan penyakit mas.." ujar jane meneteskan air mata.
"yang telah menyebabkan kecelakaan ini, pasti karena jane kan mas.. maafin jane nya" rintik sendu seorang jane.
.
.
tiba tiba terdengar suara notif handphone Jane. setelah membacanya raut wajah jane pun berubah menjadi senang.
ternyata, notif handphone nya adalah email sebuah kantor yang telah menerima nya.
perasaan jane pun menjadi benar benar bahagia. sampai sampai ingin berteriak sekuat kuatnya. tapi sayangnya saat ini ia berada dirumah sakit.
"mas.. jane berhasil hiks" ujar jane sambil menatap kearah suaminya yang bernama tian itu.
Tian adalah suami dari Jane, mereka sudah melalui kisah cinta selama dua tahun. setelah itu Tian menikahi jane dengan mahar seadanya. ya, Tian terlahir di keluarga yang tidak terlalu kaya maupun miskin.
Kisah cinta mereka sama sekali tidak dilihat dengan harta. selagi cinta masih ada kenapa tidak untuk menghalalkan seseorang? mungkin itulah yang keluar dipikiran tian untuk menikahi jane.
.
.
keesokan harinya, Jane ingin pergi ke kantor yang telah menerimanya. sebelum pergi, seperti biasa Jane pasti meminta izin dengan suaminya.
"Jane permisi nya mas, bertahanlah" ujar jane mencium punggung telapak tangan suaminya.
setelah itu, Jane keluar dari kamar perawatan Tian. ia langsung menuju ke tempat kantor yang telah menerimanya.
__ADS_1
.
.
"besar banget! semoga aku beneran diterima disini!" semangat Jane, dan masuk ke dalam kantornya.
Jane menyapu pandangan nya, untuk melihat sekeliling kantor tersebut. besar, tinggi, dan megah! itulah yang dapat dilihat disana.
"anda nona Jane Oktavia nya?, kalau ia mari ikuti saya!" ujar seorang pegawai.
Jane mengangguk dan mengikuti jalan pegawai itu.
pegawai itu menunjukkan sebuah pintu berwarna biru. dan Jane pun masuk kedalamnya.
"permisi..." ucap jane membuka pintu.
"silahkan.." ujar seorang laki-laki yang kursinya menghadap kebelakang, dan tidak memperlihatkan wajahnya.
Jane duduk, dan mengeluarkan sebagian dokumen pekerja nya.
"tunggu nya.." ujar laki laki tersebut.
kemudian Jane pun mengangguk paham.
Jane mendapatkan kembali notifikasi handphone nya. tapi sebenarnya, ini adalah kabar buruk.
wajah jane langsung berubah delapan puluh persen dari wajah semeringai nya tadi.
isi dari notif itu menjelaskan tentang kesehatan suaminya yang sedang drop di rumah sakit. Jane semakin frustasi dengan notif itu.
tapi tiba-tiba, CEO yang sedang menghadap kebelakang itu menjadi berputar, dan menatap Jane.
Jane langsung mengenal wajah dari pria tersebut, dia langsung menunjuk kaget.
"kamu?!" ujar jane.
tidak salah lagi, wajah dari pria itu adalah wajah yang ditemui nya di halte bis.
"selamat datang di kantor 'Elizabeth' nona Jane oktavia," ujar laki laki itu menyodorkan tangannya.
Jane masih menatap aneh wajah laki laki itu, yang tidak lain adalah arga. pria yang ditemui nya sebelum kejadian ini.
"bagaimana mana bisa--" ucapan jane terpotong.
"sttt.. anda sedang memerlukan pekerjaan kan?" tanya arga tersenyum kecut.
"ya.. begitu lah" jawab jane.
"kalau begitu, menikah lah dengan ku.. dan aku akan membayar seluruh biaya perobatan suami mu, kemudian kau bisa menjadi istri CEO disini!" ujar arga yang bisa membuat siapapun terkejut.
"ayo! menikah lah dengan ku!
-------
hmm, arga ngegas nya wkwk😂😂
penasaran dengan cerita selanjutnya?, ayo klik favorit dan tunggu update terbaru purple Kim 😉🙏 jangan lupa baca novel aku yang "live the dream" terimakasih~
__ADS_1
(maaf jika ada typo 😁)