Hanya Seorang Pengganti

Hanya Seorang Pengganti
Bab 5 : Sesuatu yang dirahasiakan


__ADS_3

Happy reading guys 😸


 -------


Tapi saat arga ingin melangkah menuju pintu, Jane tiba-tiba langsung memeluk Arga dari belakang. dan terdengar suara deru nafas Jane, ia pun mengalir kan air mata nya.


"Hiks.. aku terluka... hiks" ujar Jane sambil terus mengalir kan bendungan air mata.


.


.


.


Beberapa menit Jane masih memeluk arga erat. saat sadar, Jane langsung melepaskan pelukannya. dan segera meminta maaf..


"Maaf.. tadi aku kelewatan meluk kamu.." ujar jane bersalah.


Tapi arga sama sekali tidak merespon ucapan Jane itu. karena merasa tidak enak Jane langsung menuju kehadapan arga. tapi, tiba-tiba..


"Arga! kamu kenapa?!" histeris Jane.


Jane melihat cairan berwarna merah yang berada di mulut arga, darah itu terus menerus jatuh ke lantai. karena sadar Jane melihat keadaannya seperti itu, Arga langsung memalingkan pandangannya ke arah lain, sambil menampung darah yang keluar dari mulutnya.


"Maaf.." ujar arga sambil berlari menjauh menuju kamar mandi.


Jane kemudian juga berlari ke arah dapur untuk mencari ember, lap, dan pel. setelah itu ia langsung membersihkan lantai tersebut. Jane yang masih menggunakan baju pengantin, sama sekali tidak peduli jika baju itu terkena noda.


Lalu terdengar teriakan arga yang meminta sesuatu. karena panik Jane langsung berlari menuju ke depan pintu kamar mandi.


"Kenapa? apa kamu butuh sesuatu?" tanya jane dengan khawatir.


Arga kemudian menjawab dengan nada yang sedikit rendah.


"Bisakah kamu menggambil obat yang ada di laci?"


"Laci yang dimana? dan.. obat apa?" jawab Jane bertanya kembali.


"obat yang botolnya berwarna biru, di laci meja yg dekat TV" jawab arga.


Jane berlari menuju Meja TV dan mengecek semua laci laci itu. dan akhirnya menemukan sebuah laci yang didalamnya terdapat obat yang botolnya berwarna biru.


"Obat apa ini?" ujar jane sedikit penasaran.


Karena obat itu sudah tidak memiliki cap maupun nama penyakitnya. Jane semakin penasaran, tapi rasa itu langsung sedikit ia tidak pedulikan karena arga saat ini yang masih berada di kamar mandi. Jane kembali menuju pintu kamar mandi.


"Aku sudah mendapatkan nya.." ucap jane sedikit gerogi.

__ADS_1


CLAK!


pintu pun terbuka sedikit dan memperlihatkan tangan pria yang sedang berada di kamar mandi itu. tangan putih bersih dan kekar.


"Terimakasih um..., kau tak perlu menunggu ku, karena aku baik-baik saja" jawab arga setelah menerima obat itu.


"kau bisa menggantikan bajumu di kamar atas karena disitu sudah ada baju wanita"


"Baiklah.. terimakasih."


Jane perlahan pergi menuju kamar atas, dan membuka pintu kamar itu. setelah masuk kedalamnya, terlihat kamar yang tidak terlalu lebar tapi sangat mewah. kamar bercat putih. dengan dekor yang tidak terlalu banyak. jane sedikit tersenyum karena ia sangat suka model kamar yg tidak terlalu memiliki dekorasi yang banyak.



Jane masuk dan mengunci pintu kamar dari dalam. setelah itu ia melihat sekeliling kamar dengan mata nya sendiri, jane pun duduk di birai kasur.


"Ah.. aku suka sekali dengan kamar ini.." ujar jane yg sedikit melupakan rasa bebannya.


Tapi, jane masih teringat jelas dengan kamar nya dengan Tian yang dulu. sama persis, yang membedakan hanya dekor yang tidak terlalu mewah. Jane Terus terbayang kehidupannya yang bersama Tian dulu, sangat harmonis walau kadang panas karena ucapan dari sang ibu mertua.


Karena rindu dengan keadaan suaminya, Jane langsung mengecek handphone nya. ia langsung mengetik nomor Nanda (adik tian).


TUT.. TUT.. TUT..


Bunyi yang keluar jelas dari handphone.


"Hai nan.. gimana kabar mas tian?" tanya jane dengan suara semeringai.


"mas tian baik-baik saja kak, kalau kakak gimana?" jawab nanda.


"Iya, kakak juga baik, um... boleh vc sebentar gak? kakak kangen.." ujar Jane kembali mengeluarkan suara lembut.


"Bisa kak, mumpung ibu sama ayah gak lagi disini, dan.. mas tian juga udah bangun!" semangat nanda.


"okey.."


Notifikasi langsung berubah menjadi notif vc, Jane kemudian menggeser tombol hijau yang menandakan ia menjawab panggilan itu.


Setelah terangkat, Jane melihat Nanda dan Tian di dalam video call tersebut. Jane menutup mulutnya dengan sangat senang, Jane membuka suaranya ingin menyapa sang calon mantan suami.


"Mas.. ini jane! mas baik-baik saja kan?, udah makan?, atau mau Jane nyusul kesana biar--" ucapan jane terpotong.


"Matiin aja nan, gak penting..." jawab tian sambil membuang pandangannya.


Dengan perkataan tian yang langsung tertancap di hati Jane. mata jane langsung ingin mengeluarkan air nya, dengan mata yang berkaca-kaca ia masih tersenyum dan membuka suara.


"Sehat-sehat nya mas.. jane matiin dulu.." ujar Jane yang sama sekali tidak di respon dengan tian.

__ADS_1


Setelah mematikan vc dengan sepihak. Jane terduduk lemas seakan tak bernyawa, terus menerus menjatuhkan bulir air mata. hati nya benar-benar hancur dengan sebuah kata yang keluar dari orang yang sangat ia cintai.


Seburuk itu kah aku sekarang? sampai sampai mas saja sudah tidak memperdulikan ku, aku benar-benar tidak bisa berkata apapun, hidupku seakan hilang setengah... ujar Jane didalam hatinya yang hancur.


Suara ketukan pintu menghilangkan keheningan. Terdengar suara pria yang memanggil Jane dengan suara sedikit serak.


"Jane kamu sudah mengganti baju? kalau sudah segera keluar lah, aku juga ingin mengganti baju ku.." tanya pria yang bernama arga itu.


Jane mengusap wajah nya kasar, dan segera menjawab perkataan arga yang berada di balik pintu.


"Iya! sebentar!" jawab Jane berteriak serak.


Jane menuju pintu lemari dan segera mencari baju yang cocok dengan nya. dan ia pun menemukan sebuah baju..


"Baju ini indah sekali..."


***


Setelah mengganti baju, Jane segera membuka pintu kamar itu dan memperlihatkan laki-laki yang tengah berdiri tegap sambil menopang tubuhnya di dinding.


"Ah.. aku sudah selesai, maaf kalau lama"


ujar jane.


Arga yang tadinya melihat handphone langsung tertuju pandangan nya melihat sang istri dengan dress putih yang tidak terlalu ribet.



Arga langsung tertuju melihat Jane dengan baju itu, wajahnya memerah seperti tomat. karena merasa sedikit salah tingkah, Arga membuang muka sambil menutup mulutnya menahan pandangannya itu.


Jane merasa sedikit tidak enak, karena merasa tidak enak jane mengeluarkan suara dengan malu.


"Baju yang ku pilih terlalu tidak menarik nya? kalau gitu aku--" ujar jane melangkah membalik, tapi suaranya terpotong.


Arga menarik lengan Jane lembut, setelah itu ia mendorong tubuh jane kearah dinding yang terletak di sebelah pintu kamar itu.


Keduanya pun bertatap mata langsung, Jane tidak berkutik sama sekali. ia hanya mengeluarkan pipi merahnya. arga membisikan sesuatu..


"Baju kamu bagus.. tak usah mengganti nya.." ujar arga dengan suara berat nya.


kemudian arga mendekat kan wajahnya dengan wajah jane. Dan ia...


___________


Author deg degan nulisnya 😭


Oke! sampai sini dulu!

__ADS_1


Jangan lupa klik like, Vote, komen!😉


__ADS_2