
Happy reading 🍒~~
----------
Ternyata anggi.. aku kira arga yang kirim pesannya, kalo dia chat juga agak risih sih..
Jane memesan ojek agar segera sampai di rumah arga, dan formulir yang diberikan Bu Lastri ditinggal di bangku putih di tepi jalan.
.
.
***
Tak berselang lama Jane pun sampai kembali di rumah arga, rumah yang tidak begitu mewah tapi cukup besar.
Terlihat mobil sport putih sedang terparkir rapi di halaman rumah itu, tak salah lagi itu adalah mobil dari tuan Arga terhormat.. Jane segera memasuki rumah yang memiliki dua lantai ini.
Jane mendorong pintu karena tidak dikunci, tak lupa juga ia memberi salam agar tidak disangka maling
"Permisi... Ini Jane, sudah pulang.." ujar jane yg masih mendorong pintu itu agar terbuka untuknya.
Di ruang tamu terlihat mainan anak perempuan berserakan, dan di tengah tengah mainan itu ada seorang gadis cantik berambut hitam kecoklatan yang menawan..
Gadis itu adalah Anggi, anak dari Arga Nasution.
gadis itu menatap lembut kepada Jane dengan senyuman yang semeringai di garis bibir nya. Jane agak terkejut karena ini adalah sikap yang berlawanan saat Jane baru bertemu dengan anak arga itu..
Sangat imut, seandainya aku masih bersama mas tian.. pasti kami sudah memiliki anak selucu ini..
"Bunda? kok bengong.." tanya anggi dengan tatapan cerah.
Jane membalas senyuman anggi.
"I-iya.." ucap Jane agak ragu saat mendekati anggi.
Jane pun duduk di sebelah sofa sebelah kanan anggi, sedangkan anggi duduk di lantai dengan beralaskan karpet tebal ala aladdin.
"Papa lagi di kamar mandi.. katanya kepala papa pusing, papa gak sakit kan bunda?" pertanyaan Anggi yang susah untuk dijawab oleh Jane, karena Jane saja tidak tau arga sakit atau tidak.
"emm.. saya juga gak tau..."
"Kok 'Saya' si bunda? kan sekarang manggil 'bunda' begitu, atau bunda kurang suka dipanggil begitu?" tanya anggi bertubi-tubi.
Jane hanya membalas dengan senyuman, dan mengelus lembut rambut hitam anggi.
Jane sedikit bergumam bahwa anggi memiliki mata dan alis yang sangat indah.
"imut sekali.." gumam jane yang terdengar jelas di telinga anggi.
"bunda juga cantik kok.." ujar gadis itu tersenyum lebar.
Jane sedikit malu lalu memalingkan wajahnya ke arah kamar mandi. tiba-tiba pintu kamar mandi terbuka dan memperlihatkan seorang pria tinggi keturunan Inggris ini..
Jane hanya menatap dari kejauhan, begitu pun arga yang sekarang rambutnya sedang acak-acakan, membuat wajahnya terlihat makin tampan.
__ADS_1
"udah makan?" tanya arga lembut kepada Jane. "kalo aku sama anggi udah tadi, aku yg masak." tambah arga.
"iya.. sebentar lagi.." jawab jane gugup
"pa! sini main bareng anggi!" anggi berteriak memanggil papanya
Arga yang selalu menuruti kemauan anaknya itu langsung menuju ke arah mereka. arga duduk di lantai bersama dengan anggi.
"yuk.. mau main apa sayang, hmm?" tanya arga
"boneka aja pa, ini boneka nya ada tiga.. kalo gitu.." anggi melirik jane.
"Bunda ikut main yuk! ini boneka anggi ada 3 loh!" ujar anggi dengan semangat nya.
Karena tidak bisa menolak, Jane langsung duduk bergabung bersama mereka berdua. lalu anggi memberikan boneka kepada orang tua nya yang sekarang ini.
***
waktu cepat berlalu.. mereka sudah menyelesaikan pekerjaan sebagai ortu untuk anggi. mereka bermain, belajar, bahkan membaca bersama.
Setelah itu anggi tertidur nyenyak di sofa lipat yang berada di ruang tamu. Setelah anggi tidur.. mereka berdua hanya berdiam diri saja, sampai arga membuka suaranya...
"Minggu ini aku bakalan kerja di luar kota, kamu bisa jagain Anggi? cuma tiga hari kok.." tanya arga
Sebelumnya Jane hanya terdiam, dan di detik lain ia menjawab.
"i-iya aku bakalan jaga anak kamu.." ujar jane singkat.
Setelah mendengar perkataan Jane, arga mengangkat putrinya ke arah kamar nya yg terletak di sebelah kamar arga.
"Arga!" panggil Jane berteriak
Arga menoleh ke arah jane yang masih berdiri. Setelah itu Jane menyambungkan perkataan nya tadi.
"Emm.. gak.. gak papa kok.."
Arga pun membalas dengan senyuman manis, setelah itu ia segera berjalan menjauh menuju kamar sepesial untuk putrinya.
Karena merasa lapar Jane menuju ke arah dapur dengan niat untuk memakan sesuatu.
***
Didapur Jane melihat banyak makanan di atas meja, ternyata orang sekaya Arga bisa memasak sebanyak ini.
Jane duduk di salah satu bangku, dan mengambil piring, nasi, dan lauk lainnya. tiba-tiba arga datang dan duduk di bangku lainnya.
Jane menatap Arga dan sedikit gugup, Arga yang memainkan ponselnya hanya fokus menatap layar ponselnya.
dilihat-lihat Arga ganteng juga.. apa sih Jane! gak, gak boleh kamu suka laki-laki selain mas tian!
Bagaimana Jane bisa tidak bilang begitu, laki-laki ini memiliki alis tebal, hidup mancung, berkulit putih bersih, tatapan tajam seperti elang. sungguh membuat siapapun wanita luluh.
"makanan nya enak?" tanya arga yang masih fokus di layar ponselnya.
"iya.." jawab Jane lembut
"selagi aku pergi keluar kota, nanti adik aku 'bima' bakalan lihat kamu setiap siang hari, dan.. uang belanja bakal aku kirim ke rekening kamu" ujar arga
__ADS_1
"iya terimakasih.." balas Jane.
Setelah makan malam, Jane memasuki kamar nya, yang terletak di sebelah kamar arga. ia masuk dan langsung mengunci rapat pintu itu.
"huh.. lelah.." Jane terduduk lemas di balik pintu.
Jane meringkuk tubuhnya mengingat perkataan pria yang sangat ia cintai itu, membentak dan mencaci dirinya itu.
Air matanya mengalir, deru nafas nya sudah tidak bisa tertahankan lagi. malam itu ia benar-benar ingin menghilangkan semua masalah yang dihadapinya di dunia ini.
ingin sekali malam itu Jane meminta dirinya diambil oleh sang pencipta. karena Jane merasa dirinya hanya membuat orang-orang yg berada di sekitarnya merasa sakit hati.
tapi.. malam ini Jane tidak bisa memuaskan kesedihannya itu. kenapa? karena ada seseorang mengetuk pintu kamarnya. dan itu Arga..
"Maaf Jane, apakah kau ingin keluar malam ini. itu pun kalau kau tidak mengantuk.." ucap Arga dibalik pintu kamar Jane
Jane menghapus air mata nya kasar, dan membuka sedikit pintu kamarnya.
"emm" jawab Jane sambil menutupi dirinya di balik pintu.
"boleh kah?" tanya arga kembali
"iya.. aku ganti baju dulu.." ujar Jane mengunci pintu nya kembali.
Jane bergegas mencari baju di lemari nya, ia mengenakan dress panjang ala Korea..
setelah itu Jane membuka pintu dan berjalan melewati bibir pintu.
"Udah.. kalau gitu langsung jalan aja.." ujar Jane sedikit gugup
Arga menatap Jane lekat dengan wanita itu, matanya berbinar-binar wajahnya memerah. Jane langsung menegurnya.
"kenapa?" tanya jane melihat dress nya
Arga sedikit kaget, dan menggaruk belakang lehernya.
"eng-engak.." jawab arga segera turun ke lantai satu, Jane mengikuti pria itu sampai didalam mobil sport nya
mereka masuk berlawanan arah, Jane baru ingat kalau putri Arga tidak bersama mereka.
"Anggi? dimana.." ujar Jane.
"tidur.. tenang aja dia bakal dijaga kok sama satpam rumah, oh iya.." ujar arga terpotong
"kenapa?" tanya jane kembali
"kamu suka pakai dress?" tanya arga tiba-tiba.
_______________
terimakasih semuanya 🍒
sehat selalu, dan semangat ujiannya 😁
sampai jumpa~~
__ADS_1