Hanya Seorang Pengganti

Hanya Seorang Pengganti
Bab 4 : hari pernikahan


__ADS_3

Happy reading guys 😸


 --------


"Aku tidak akan melukai mu kok.." jawab Jane.


"Tap-tapi kau terlihat seperti ibu ku!" bentak gadis itu.


.


.


.


Jane menatap aneh kepada gadis itu, kenapa gadis ini mengatakan hal itu? ada apa yang terjadi dengan ibunya? apa ibunya melakukan kesalahan? seketika kepala Jane dipenuhi dengan pertanyaan.


"Sayang... jangan mengatakan hal itu ke bunda Jane nya.." ujar arga menenangkan anggi.


Saat Jane tersadar bahwa arga memanggil nya dengan sebutan 'Bunda' wajah jane langsung memerah bak buah apel.


***


Hari ini adalah hari Minggu, kalian tau apa yg akan terjadi di hari ini? ya, Arga akan menikahi jane karena sebuah perjanjian. mau bagaimana lagi jane pasti akan menempati janjinya itu, karena Arga mau membayar biaya perobatan suami nya.


Aku tidak akan menyesal dengan keputusan ku saat ini kan? aku takut melukai perasaan dari mas tian, tapi janjiku.. tidak mungkin aku tinggalkan begitu saja. ucap jane cemas di dalam hati nya.


Jane sedang dirias di sebuah kamar. disana ia hanya berdua, Jane dan perias itu. tapi.. sesaat nya terus bermunculan orang baru untuk membuat seorang Jane menjadi cantik.


Mereka merias dengan perlahan dan sangat hati-hati, tentu saja karena Jane akan menjadi salah satu keluarga 'Nasution' keluarga yang sangat kaya raya.


contoh Model baju yg dipakai oleh Jane 👇


Balutan baju cream dengan motif emas elegan, sungguh menawan dan sangat modis.



Setelah selesai didandani Jane langsung didatangi oleh calon ibu mertua, yang tidak lain adalah Bu Kirana sendiri. ibu arga itu langsung mendekati Jane dengan wajah kusut, dan agak tenggang.


Dia duduk di bibir kasur yang terletak di belakang Jane. ia pun mengeluarkan suara.


"Kau sudah yakin kah untuk menikahi anak ku?" tanya Bu Kirana.


"umm... nya" jelas jane.


"bagus kalau begitu. karena kalian akan tinggal di tempat lain, pastikan kamu harus bertanggung jawab atas semua permintaan arga" ujar bu kirana sambil menatap tajam mata jane di sebuah kaca.

__ADS_1


Jane pun mengangguk paham. setelah itu ibu Kirana pun langsung berdiri seakan meninggalkan Jane tanpa khawatir. tapi sebelum menghilang dibalik pintu, calon ibu mertua Jane membuka suara lagi..


"Kau akan tinggal bertiga dengan anggi cucu ku, jangan membuatnya menjadi tertekan!" tegas ibu Kirana sambil berjalan kearah pintu, dan setelah itu menghilang.


Seakan aku lah yang sangat bersalah, pasti setelah ini ibu mas tian langsung marah besar kepada ku. karena aku tidak bisa mempercayai dan meninggalkan mas tian begitu saja. batin jane


Seorang perias pun langsung mengantarkan Jane untuk keluar ruangan. acara ikatan janji suci itu pun akan segera dimulai. tapi tiba-tiba deringan handphone dari tas kecil Jane berbunyi.


TRING! TRING!


Muncul notifikasi yang menunjukkan sebuah pesan dari adik Tian, yang tidak lain adalah Nanda.


......"kakak akan menikahi laki-laki itu?"......


......" Kakak akan tetap mengunjungi mas... tian kan?"...


mungkin itulah pesan yang dikirimkan oleh Nanda. ya, seperti biasa Jane pasti akan memberi tahukan sesuatu hal kepada adik iparnya itu. karena hanya ia yang bisa menerima semua keputusan dari Jane.


Jane langsung berhenti berjalan seketika, dan pengantar latar Jane langsung membuka suara.


"ada apa nona?" tanya orang itu.


"Masih ada waktu lima menit kan? aku harus menelpon seseorang, ini sangat penting!" ucap jane menyakinkan.


Jane pun berjalan menjauh dari arah latar. ia berdiri di sebuah dinding, dan menelpon seseorang, itu adalah Nanda.


"Kak? ada apa?" tanya nanda membuka obrolan.


"Apakah perobatan mas tian sudah dilaksanakan?" jawab Jane.


"Iya! sekitar lima menit lagi.." jawab nanda.


"Semoga berhasil ya! tolong jaga baik-baik mas tian ya nan, cuma kamu yang kakak punya saat ini.." keluh Jane.


Tiba-tiba pun langsung ada yang memanggil Jane, itu adalah si pengantar latar. ia langsung memanggil Jane dengan ekor matanya, menunjukkan acara akan dimulai.


Jane mengangguk sedikit sedih, ia pun meminta izin kepada nanda, dan segera mematikan telfonnya.


Jane dan pengantar latar langsung menuju ke arah latar. disana sudah terlihat arga yang tengah berdiri tegap sambil menunggu sang calon pengantin.


***


Acara itu pun berlangsung dengan ucapan janji suci dari kedua mempelai. wajah arga benar benar bahagia. sedangkan Jane? Jane hanya menutupi rasa sakit yang terdapat di dalam hati kecilnya itu.


Acara pun selesai dengan meriah, sudah saatnya penutupan dari acara. tapi, tiba-tiba terjadi sedikit kerusuhan dari seorang wanita asing yang tidak dikenal oleh Jane.

__ADS_1


.


.


Wanita itu sama sekali tidak mengatakan apa pun, ia hanya mendekati Jane dengan wajah jijik dan sangat emosi. Menarik rambut Jane yang sedang di sanggul rapi, tapi akhirnya malah terlepas dan terlihat lah rambut panjang dari jane.


wanita itu menarik Jane dengan kasar menjauh dari latar. ia sama sekali tidak menggubris perkataan dari semua orang maupun perkataan dari arga, arga membentak perempuan itu kasar. ini adalah sikap arga yang pertama kali di lihat oleh Jane, seorang arga membentak?


Wanita itu menarik Jane sampai keluar gedung itu. saat sampai di suatu taman perempuan itu pun menghentikan langkahnya.


"Dasar pelakor! Kenapa arga sangat suka dengan mu!" tekan gadis itu menampar pipi Jane.


Jane terdiam dengan memegang wajahnya, ingin sekali saat itu Jane menangis. tapi Karena ia sangat ingin menunjukkan betapa kuatnya ia. Jane pun menatap gadis itu dengan tatapan tajam yang mematikan, gadis itu membalas dengan senyuman bangga.


"Kenapa? sakit? aku lebih merasa sakit karena kamu telah mengambil hati dari suamiku! setelah itu pasti kau akan mengambil hati anak ku!" kasar wanita itu, dengan mata memerah.


karena Jane tidak menjawab perkataan wanita itu, wanita itu kembali melayangkan lengan nya, bersiap menampar pipi Jane lagi. tapi dihentikan dengan tangan lain. dan itu adalah tangan arga.


"Jangan coba-coba untuk menampar pipi istriku! dengan tangan kotormu itu!" tegas arga, kemudian menarik lengan Jane agak kasar.


Arga meninggalkan wanita itu tanpa khawatir. dan langsung menuju ke arah mobil nya, dan melajukan mobilnya itu.


***


Setelah berhenti disebuah rumah, dengan lantai dua, dan jauh lebih sederhana dari rumah besar Nasution. arga kembali menarik lengan Jane.


setelah masuk kedalam, Arga langsung menyuruh Jane untuk duduk di bangku hitam. begitupun dengan Arga, ia duduk di sebelah Jane.


"Maaf kan aku, karena telah kasar tadi..." Ujar arga sambil menggenggam tangan Jane lembut.


"Um.. ya gak papa.." jawab Jane sungkan.


Arga pun berdiri dan kembali membuka suaranya.


"Aku akan menjemput anggi, agar kamu gak begitu canggung jika tinggal bersamaku nanti.." lembut arga.


Tapi saat arga ingin melangkah menuju pintu, Jane tiba-tiba langsung memeluk Arga dari belakang. dan terdengar suara deru nafas Jane, ia pun mengalir kan air mata nya.


"Hiks.. aku terluka... hiks" ujar Jane sambil terus mengalir kan bendungan air mata.


_______


**jangan lupa klik like, Vote, dan komen 😎


Sekian**~~

__ADS_1


__ADS_2