
Happy reading guys 😸
---------
"ya!, a-aku Jane Oktavia menerima tawaran
Dari tuan Arga Elizabeth Nasution!" suara tinggi jane yang sampai berdengung di ruangan itu..
"Bagus..." sirik Arga di dalam hati kecilnya.
.
.
.
Arga menatap Jane dengan senyuman manis, beberapa saat arga sama sekali tidak mengeluarkan suara, ia terus tersenyum bahkan tidak merasa pegal.
"Bagus jane, aku akan segera membayar biaya rumah sakit itu. dan suamimu akan menjalani perobatan" ucap arga melepas senyuman nya.
Jane tersenyum dan menatap wajah Arga bahagia, ia sangat berterima kasih kepada arga yang mau membayarkan perobatan suami nya.
"Te-terimakasih tuan, Arga!" suara semangat jane.
"Tidak, aku lah yang seharusnya berterima kasih kepada anda, Nona.." ujar arga kembali tersenyum.
Arga kemudian melihat tanggal yang berada disebelahnya, ia menatap manis tanggal tanggal itu. seakan dunia menjadi miliknya seorang...
"tanggal apa yang bagus untuk menikahi mu, hmm?" tanya arga kepada jane, yang masih berdiri sambil mengetik handphone nya.
Jane sedang mengirim pesan kepada nanda, agar operasi dari tian segera di tanda tangani. supaya tian bisa lebih cepat mendapatkan perobatan dari ahli.
Setelah mendengar perkataan dari arga, Jane langsung melirik arga yang masih menatap ke arah kalender nya itu. Jane menatap dengan sayu, karena dibalik lubuk hatinya terdalam... ia masih tidak merelakan tian begitu saja.
"Bagaimana kalau Minggu ini? itu tidak terlalu cepat kan, nona?" tanya arga kembali melihat jane.
Jane pun terpaksa menganggukan kepalanya, ia terlihat sangat terpaksa untuk menerima laki laki itu menjadi suaminya. Dan meninggalkan tian yang akan menjadi mantan suaminya.
"Bagus kalau begitu..." jawab arga sambil berdiri dari duduknya.
Arga perlahan menuju jane, dan menarik lembut telapak tangan Jane. Menatap biji mata jane dalam, dan berulang kali mengatakan terimakasih. Jane bingung kenapa laki laki ini sangat berterimakasih kepada nya?
Apa maksud dari pria ini, kenapa dia mengatakan terimakasih sampai segitunya?. batin jane dalam hati
Arga pun menarik Jane pergi keluar dari ruangan nya, Jane hanya bisa pasrah dan mengikuti jalan dari pria itu.
Pria itu pun menuju ke depan mobilnya yang sedang terparkir rapi di tempat parkiran. Arga langsung memasukkan jane kedalam mobil itu, ia pun berputar balik dan duduk di sisi sebelah mobil mewah nya itu.
"Kita.., kita mau kemana tuan?" tanya jane bingung.
"Duduk aja jane.., dan panggil aku sesuai nama ku, kamu tidak perlu memanggilku dengan sebutan tuan" jelas arga mengatakan hal tersebut.
Jane membalas dengan anggukan. mobil itu pun perlahan menjauh dari kantor. jane menyapu pandangan nya melihat sesuatu yang ada di luar kaca mobil arga itu.
__ADS_1
***
Ternyata arga pergi menuju rumah mewah berwarna putih elegan. pasti kalian sudah tau kalau itu rumah siapa? ya, itu benar rumah itu adalah rumah arga.
Arga turun terlebih dahulu, dan membukakan pintu untuk jane. Jane hanya menjawab dengan anggukan, saat keluar Jane benar benar terpesona dengan keindahan rumah itu.
Terdapat taman berwarna hijau rindang, dengan ayunan yang melengkapi. Depan rumah yang benar benar lebar bak sebuah kota. dan bodyguard-bodyguard yang seakan menyambut kedatangan mereka.
Benar benar indah dan sangat membuat iri, kalian tentu bisa membayangkan bagaimana bentuk rumah itu kan? rumah mewah dengan cat tembok berwarna putih elegan, dengan bagian atas berwarna hitam murni. ingin selalu melihat nya bukan?
Arga memegang telapak tangan Jane seperti seorang putri. mengantarkan Jane menuju ke depan pintu lebar berwarna coklat muda. dan masuk kedalamnya...
.
.
Saat masuk kedalamnya, sudah ada pandangan bertatap mata melihat kepulangan arga. Terlihat seorang wanita yang tidak terlalu tua dari Bu lastri sedang menatap Jane bingung. disisi lain terlihat seorang laki-laki remaja sedang memegang handphone, dan juga seorang gadis yang membaca sebuah buku.
Sungguh pandangan yang membuat siapapun canggung. Jane hanya bisa tersenyum manis membalas pasang tatap itu. Mereka pun membalas dengan senyuman juga terutama sang ibu.
Arga menuntun Jane mendekat kehadapan ibu itu, yang tidak lain adalah ibu kandung arga.
"Ibu besar Nasution, dia adalah wanita yang kumaksud itu..." ujar arga membuka percakapan.
Bu Kirana hanya menatap Jane dengan wajah merendah. dan sama sekali tidak membalas senyuman jane.
wanita lusuh ini adalah pengganti istri Arga? yang benar saja, wanita lusuh ini?!
mungkin itulah yang dipikirkan bu kirana pertama kali
"Lu ngerendah banget sih li! suka suka gue dong!" balas arga kesal.
Nama kakak arga adalah Lili Nasution, anak pertama dari keluarga besar nasution. sedangkan anak laki laki remaja itu adalah adik arga, yang bernama Bima Nasution.
Bima pun berdiri dan menuju ke dalam kamarnya, seakan tidak peduli dengan percakapan orang-orang itu.
untung ganteng nya😅 kalok gak udah tak hih! nih anak.. kesal author.
Oke! stop main main nya, lanjut ke ceritak!
.
.
Bu Kirana hanya mengangguk terpaksa dengan perempuan yang sedang digenggam tangannya dengan anaknya, arga.
"Mama ngerestui kan?" tanya arga menjawab anggukan ibunya.
"Kalau kamu suka, mama mau bilang apa lagi? kamu kan penerus keluarga ini jadi mama harus menghormati pendapat kamu kan?" jawab bu kirana.
"Makasih banget mama ku! mama paling the best lah pokoknya!" ucap arga pergi memeluk ibunya.
"jangan kayak anak kecil deh!" jawab bu kirana sambil tertawa kecil.
__ADS_1
Jane seperti seekor nyamuk pengganggu di dalam percakapan itu. Mana mungkin ia berani membalas atau bercakap dengan keluarga kaya arga.
Setelah memeluk ibu nya, Arga kembali menarik Jane menuju ke sebuah kamar. dan menarik masuk Jane paksa.
.
.
.
Didalamnya terdapat seorang gadis kecil yang benar-benar imut. saat sadar melihat papa nya kembali ia berlari ingin memeluk papanya itu. lalu ia juga tersadar papanya tidak sendirian, melainkan bersama seorang wanita.
Gadis kecil itu pun perlahan mundur saat melihat Jane. entah apa alasannya tapi yang pasti gadis itu terlihat takut melihat Jane bersama ayahnya.
"Sayang... kok gak jadi meluk papa?" ujar arga bertanya kepada gadis kecil itu.
Jane memasang wajah kaget karena ia baru tau kalau Arga sudah memiliki anak, dan terlihat Arga sangat menyayangi nya.
Gadis itu semakin memasang wajah takut dan risih dengan kehadiran Jane. Arga berusaha mendekati anak itu, tapi tetap saja gadis itu mundur menjauh.
Jane memegang pundak arga, yang menunjukkan kalau gadis itu risih. Jane kemudian menatap wajah Arga, begitu pula dengan arga.
Bola mata jane seakan mengatakan kalau ia yang akan mendekati gadis itu. dan menyuruh Arga menjauh.
"kamu beneran?" bisik arga khawatir.
Jane pun mengangguk. setelah itu arga menjauh, sedangkan Jane mendekat ke arah gadis kecil itu.
"Hai! siapa nama kamu?" sapa Jane riang.
"a-anggi..." lirih suara gadis itu.
Jane kemudian tersenyum, dan membalas lagi..
"Kalau aku Jane! Kita boleh berteman kan?" tambah Jane bertanya.
gadis yang bernama anggi itu mengangguk secara paksa.
Jane sangat menyukai anak anak kecil, karena selama dia menikah dengan Tian ia sama sekali belum dikaruniai seorang anak.
Karena sangat menggemaskan, Jane ingin sekali memeluk gadis itu. tapi, tentu saja gadis itu malah ketakutan dan semakin menjauh ke arah dinding kamarnya yang berwarna merah muda.
"Jang-jangan de..kati ak aku.." ucap gadis itu dengan suara lemah lembut.
"Aku tidak akan melukai mu kok.." jawab Jane.
"Tap-tapi kau terlihat seperti ibu ku!" bentak gadis itu.
_______
Jangan lupa like, vote, dan komen 🤗
Jangan lupa baca novel aku yang..
__ADS_1
"live the dream"
Terimakasih~~ (maaf jika ada typo 😁)