Hanya Seorang Pengganti

Hanya Seorang Pengganti
Bab 2 : jawaban jane


__ADS_3

Happy reading guys 😸~~


 ----------


"Kalau begitu, menikah lah dengan ku... dan aku akan membayar seluruh biaya perobatan suami mu, kemudian, kau bisa menjadi Istri CEO disini!" ujar arga yang bisa membuat siapapun terkejut.


"ayo! menikah lah dengan ku!


.


.


Dengan perkataan seperti itu, tentu saja bisa membuat siapapun terkejut mendengarnya. Jane menatap bola mata Arga dengan kesal dan sangat emosi.


"Kau bercanda, Hah?" suara kesal jane.


bukannya menyesal mengatakan itu, Arga malah tersenyum yang mengartikan bahwa dia sama sekali tidak bercanda dan merasa tidak bersalah.


"Kau... kau mengatakan hal itu di depan istri orang, Tuan!" suara teriakan jane yang masih bisa menyebut laki-laki itu dengan sebutan 'Tuan.'


Pria itu kembali tersenyum bak jeruk nipis. ya, senyumnya benar benar kecut dan membuat orang emosi! .Beberapa detik Jane berdiri dengan tampang wajah emosi nya itu. Arga? arga hanya tersenyum dan terus tersenyum.


"Saya, saya tidak jadi masuk ke kantor ini!" ujar jane, dan langsung mengambil tas putih kecil dan mengenakan nya.


Jane pun perlahan lenyap tertutup pintu dan meninggalkan laki-laki itu.


.


.


.


Di luar jane langsung memesan ojek online untuk menuju ke tempat suaminya yang sedang drop di rumah sakit.


Bertahanlah, Mas. aku tahu kamu sangat lah kuat. Batin Jane


Sekitar semenit, ojek online pun datang dan berhenti pas di hadapan jane. Tanpa ragu, Jane langsung duduk di bangku belakang, sepeda motor tersebut melaju dengan kecepatan sedang meninggalkan kantor itu.


"Kau semakin membuat ku ingin mendapatkan mu, Jane..." ucap Arga melihat sepeda motor tersebut melaju pergi.


***


Sesampainya di RS, Jane mengeluarkan beberapa lembar uang dan memberi nya ke tukang ojek yang mengantarnya. Setelah ojek itu menjauh, jane langsung berlari masuk menuju ruang UGD.


Setelah berada di sana, terlihat mertua perempuan dan laki-laki Jane. Dan juga adik perempuan Tian, yang sedang menunggu kabar dari dokter.


"Semua baik-baik saja kan Buk Pak," ujar jane bertanya.


Mertua perempuan jane yang bernama Bu Lastri, Hanya membalas dengan tatapan tajam dan penuh kebencian. Sedangkan Pak Tomi ayah dari Suami jane, tidak menjawab sama sekali.

__ADS_1


"Mas... ,Mas tian drop kak.." suara lirih adik perempuan Tian, yang bernama Nanda.


Kaki jane pun terasa melemas dan tidak bisa berdiri, Nanda langsung memegang pundak kakak iparnya dan mendudukkan nya di sebuah kursi yang berada di belakangnya.


Jane melamun frustasi, ia Benar-benar bingung harus melakukan apa. Ia sangat mencintai suaminya, tapi saat ini ia sama sekali tidak bisa membayar seluruh biaya perobatan Tian.


"Ini semua terjadi karena kamu!" terdengar sedikit bentakan yang terdengar di telinga jane.


Ya, itu adalah bentakan dari Bu Lastri ibu dari mas tian sendiri. Bu lastri terlihat sangat benar benar geram dengan wajah menantunya yang sedang menangis, padahal.. ini adalah salah menantunya sendiri, mungkin itulah yang dipikirkannya sekarang.


Jane menatap wajah mertuanya dengan sendu dari jauh, terlihat sekali mertuanya itu sangat tidak suka padanya.


"Jangan bilang gitu dong, Mah.." ujar lirih pak Tomi, yang tidak lain adalah ayah mas tian.


"iya mah, itu terlalu kasar..." sambung nanda, yang sebenarnya tidak berani menjawab perkataan mama nya itu.


Bu lastri hanya membuang muka dengan kasar. Sedari dulu bu lastri sama sekali tidak merestui hubungan suami-istri dari anaknya dan wanita itu, yang tidak lain adalah Jane sendiri.


"seandainya dulu, Tian mau menikah dengan gadis kaya itu.. pasti hidupnya gak akan seburuk ini.." sindiran bu lastri yang sangat membuat jane tertusuk sakit hati.


Nanda pun menepuk pundak kakak iparnya, sambil menatap bola mata iparnya, yang menunjukkan jane harus bersabar. Jane pun membalas dengan senyuman dan anggukan.


Ya, selama menikah dengan Tian, hanya nanda saja yang dapat dipercaya oleh Jane


dan Nanda juga orang yang pertama kali merestui Kakak nya menikah dengan jane.


Oleh karena itu jane sudah menganggap Nanda adalah adik kandungnya, karena jane tidak mempunyai adik maupun saudara. Tentu saja membuat jane menyayangi nanda dua kali lipat sayang nya.


.


.


"Maaf, disini siapa keluarga dari pasien Tian Yudistira?" tanya dokter itu.


"saya--" ucapan Jane terpotong dan tersalip oleh suara lain.


"Saya! saya adalah ibu dari Tian!" ujar bu lastri sambil menghadap ke depan dokter itu.


Dokter itu mengangguk dan mengeluarkan suara lagi.


"Posisi pasien tian saat ini sedang tidak baik, dia harus segera di tangani oleh dokter yang lebih memiliki peralatan yang canggih!" ucap dokter itu tiba tiba.


"Berarti.., ini harus menggunakan uang dan biaya yang lebih mahal dari rumah sakit ini?" tanya jane menyangkal.


Dokter itu kembali menganggukan kepalanya. Jane kemudian menggigit jarinya bingung..


Bagaimana bisa aku mendapatkan uang saat waktu genting begini! aku tidak akan sempat untuk meminjam uang ke siapapun... ujar Jane khawatir.


hanya ada satu jalan, tapi.. ini harus dilakukan dengan paksa dan harus merelakan Tian... Jane.

__ADS_1


* ya! apapun alasannya aku harus bisa menyelamatkan suamiku! harus bisa!* batin jane kembali memikirkan hal tersebut.


Suasana menjadi sedikit ricuh karena ibu lastri kehilangan keseimbangan nya. Kedua keluarga nya pun langsung khawatir dan langsung menangkap tubuh Bu Lastri.


ini saat yang tepat! Jane.


Jane pun Kembali berlari keluar untuk menuju ke suatu tempat. karena terasa perih, Jane sudah tidak bisa lagi menahan bendungan air mata nya. selagi berlari dan juga selagi meluncurkan air mata...


***


Ya, Jane kembali menemui Arga, sang laki laki kaya itu. entah apa yang sedang Jane pikirkan saat ini, tapi pastinya ia selalu ingat dengan keadaan suaminya.


Sebelum menemui Arga, Jane hanya berdiri dan memegang gagang pintu ruangan Arga.


Jane kembali berfikir akan keputusan nya, ia juga berfikir apa yang akan terjadi jika ia mengambil keputusan itu.


"Maaf kan aku untuk segalanya mas..., Jane udah gak tau apa yg harus jane lakukan untuk semua ini..." batin jane meminta maaf kepada suaminya yaitu tian.


Jane mendorong pintu sedikit demi sedikit, dan akhirnya memperlihatkan seorang pria yang sedang mengetik komputer nya, ya dia adalah arga sendiri.


Arga yang tadinya hanya fokus melihat komputer, akhirnya teralihkan karena ada seorang wanita yang sedang berdiri di belakang pintu, dan deru air matanya yang terus mengalir.


"Ada apa Jane?, apakah kamu berubah pikiran? kamu yakin ingin meninggalkan suamimu tercinta itu?.." ucapan kompor dari arga.


Jane masih terdiam dan tidak menjawab, ia masih canggung untuk menjawab perkataan Arga itu, sampai arga kembali membuka suaranya...


"Kalau tidak? silahkan per--" ucapan arga terpotong begitu saja.


"Ya..." jawab Jane lirih.


Sebenarnya arga sudah mendengarnya, tapi.. laki-laki ini semakin membuat ruangan itu dengan ketegangan. ia kembali


Memanaskan perkataan dari Jane itu.


"Coba katakan lagi... aku kurang mendengar nya..." ujar arga dengan suara sedikit menggoda.


"ya!, a-aku Jane Oktavia menerima tawaran


Dari tuan Arga Elizabeth Nasution!" suara tinggi jane yang sampai berdengung di ruangan itu..


"Bagus..." sirik Arga di dalam hati kecilnya.


__________


silahkan like, vote, dan komen nya guys 🤗


(maaf jika ada typo)


Dan baca novel author yang..🧐

__ADS_1


"Live the dream"


Sekian terimakasih~~😸


__ADS_2