
Hari ini adalah hari pertama MOS di SMA Garuda.
"gue deg-degan nih vi" ujar Dea pada Evi di koridor sekolah.
"Tenang aja de, kakak-kakak OSIS gak bakal makan kita kok" canda Evi sambil cengengesan sambil diikuti tawa kembarannya.
"Lima menit lagi kalian para siswa baru harus sudah berbaris di lapangan" teriak ketua OSIS dengan toa, sehingga suaranya bergema di seluruh bangunan sekolahan.
Seluruh siswa baru berlari kencang setelah mendengar suara dari sosok Lutfi sang ketua OSIS yang terkenal tegas dengan wajah datar dan tatapan dinginnya. Kecuali Mifta berjalan santai dari ruangan kelas tidak seperti teman-teman lainnya yang tergesa-gesa.
"Cepat Mift, nanti lo kena hukum lo kalo sampe telat" ujar Evi sambil berlari, hanya dijawab dengan senyuman dan anggukan.
Orang ini yah apa gak takut sama kakak kelas sih batin Evi
Seluruh siswa sudah berkumpul sambil mendengarkan kakak-kakak OSIS mengabsen mereka.
Nah kan apa kubilang lo telat, pasti lo bakal kena hukuman dari OSIS batin Evi saat melihat Mifta berjalan santai menuju lapangan.
"Maaf kak gue telat, soalnya kelas ku jauh jadi harap dimaklumi ya kak" ujarnya tanpa perasaan bersalah dengan tatapan tajamnya.
"Hemmm" Jawab singkat Lutfi sambil mengangguk
Semua yang ada di lapangan mengangkat alisnya, terutama Vera salah satu teman sekelas Lutfi sekaligus wakil ketua OSIS.
Nih anak tumben banget, biasanya selalu disiplin batin Vera setelah melihat kelakuan Lutfi yang tidak seperti biasanya.
__ADS_1
"lo pikir gue bakal dihukum ya" bisik Mifta saat melewati Evi sambil tersenyum psikopat.
degg
Seakan-akan oksigen disekitar Evi hilang sementara setelah mendengar bisikan itu.
Tidak ada yang bisa menjelaskan tentang apa yang baru saja terjadi di lapangan itu.
"Fi" panggil Vera setelah Kegiatan MOS di hari pertama usai "iya, ada apa?" jawabnya
"lo tumben banget gak hukum siswa baru yang tadi telat, dia telat lebih dari 10 menit loh" tanya Vera penasaran
"gue gapapa kok, jangan tanya lagi ya kenapa alasan gue gak hukum dia tadi" tegasnya seperti orang ketakutan, dibalas dengan anggukan Vera yang masih belum mengerti.
Disini hanya Lutfi dan Mifta saja yang mengetahui alasannya.
"Mift" panggil Farhan. "Hmmm" sambil menoleh tanpa menghentikan langkahnya.
"yuk ke gedung belakang toilet" ajak Farhan sambil merangkul pundak Mifta
"Lo bawa rokok?" tanya Mift sambil mengangkat alisnya
Menepuk-nepuk tas tanpa menjawab dibalas dengan anggukan
"Ternyata masih bisa nakut-nakutin ya lo" ejek Farhan.
__ADS_1
"Ya begitulah, dia masih dibawahku jauh" jawabnya sambil menghisap rokok yang ada di tangannya.
"gue yakin lo bakal jadi preman sekolah lagi" ucap Farhan
"Malas gue, gue pengen di sekolah ini gue jadi siswa biasa-biasa saja" jawabnya dengan nafas gusarnya
Uhuk...uhuk....uhuk
Setelah selesai tersedak asap rokok karena kaget, mata Farhan melotot tidak percaya.
"I didn't hear wrong?" ucap Farhan sambil menepuk dadanya yang masih sakit karena tersedak
"Yes, I want to change" ujar serius Mifta sambil menginjak rokoknya yang hampir habis
"Wah, sahabat gue terkena setan dari mana nih" ejek nya sambil cengengesan
"Diam lo, apa lo mau gua banting" bentak Mifta yang disambut dengan tawa tak tertahankan Farhan
Hanya lo han yang bisa gue ajak bercanda tanpa ada rasa takut sama gue batin Mift sambil tersenyum melihat Farhan tertawa lepas.
Itulah sahabat satu-satunya yang dimiliki Mifta, yang tidak pernah memandang apakah dia itu baik atau buruk
"Apapun yang terjadi, kalo lo ada masalah bilang sama gue ya han" ucap serius Mift yang menghentikan tawanya Farhan
"Apaan sih lo, jangan-jangan lo Maho" ejeknya sambil lari menjauhi Mifta
__ADS_1
"Bgst lo, awas sampek lo jatuh di tangan gue, gue hancurin lo sampai mama papa lo gak ngenalin lo" jawabnya sambil tertawa dan mengejar Farhan.
Terimakasih Mift hanya lo satu-satunya teman yang bisa ngertiin keadan gue batin Farhan sambil berlari keluar dari sekolah