
Hari ini adalah hari pertama Ujian Semester 1
"Kenapa sih harus matematika ujian pertama nya" ucap Bahrur dengan kesal
"Ya gatau, kan emang gitu jadwalnya" jawab Rio teman setongkrongan nya "Tuh pujaan hati lo udah datang" sambungnya dengan menunjuk ke arah Evi
Entah sejak kapan bahrur suka sama Evi yang terkenal galak dan cerewet di seluruh SMA Garuda
"Kalo gue nembak dia, mau gak ya dia jadi pacarku?" tanya bahrur kepada Rio
"Mungkin sih mau, tapi gue saranin lo nembaknya jangan sekarang" jelas Rio pada Bahrur
"Kenapa?" tanya Bahrur sambil mengangkat alisnya
"Ya lo pikir, sekarang itu waktu yang tepat?" tanya balik Rio "Ini masih awal mau ujian, pasti dia ingin fokus pada ujian itu" sambungnya sambil menjelaskan kepada Bahrur
"Iya yah, gue kok tolol amat" ucapnya sambil nggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal
"gue saranin lo nembak dia nanti setelah ujian selesai" saran Rio pada teman nya.
"Oke, thanks bro" ucap Bahrur sambil lari melambaikan tangan, karena mereka beda kelas
................
di koridor sekolah "Han, gimana nih caranya gue ngungkapin perasaan gue pada Dea" ucap lirih Bagas pada Farhan
"Mana gue tau" jitak Farhan dengan cengengesan "lo tau sendiri, gue itu kalo soal cewek. kepintaran ku 0%" sambungnya
"Eh lo minta saran aja pada Mifta, dia dulu kalo soal cewek gini 👍" saran Farhan sambil mengacungkan jempol
"Tapi lo tau sendiri, Mifta itu orangnya dingin banget" ucap Bagas dengan nafas lesu
"Yaudah, nanti gue bilangin Mifta. Gue mintain saran sama dia gimana" ujar Farhan membuat Bagas semangat kembali
"Oke, lo emang terbaik" balas Bagas sambil memeluk Farhan
__ADS_1
"Tapi.."
"Tapi apa? lo mau minta apa asal lo mintain saran sama Mifta gue kasih deh" ucap Bagas yang udah tau maksud dari Farhan
Di kelas sebelum bell berbunyi
"deadly blow, ada yang minta saran lo soal percintaan" ucap Farhan pada Mifta
cetok..
sentilan jari Mifta di dahi Farhan terdengar menyakitkan "Jangan panggil gue dengan sebutan itu di sekolah tolol" balas Mifta dengan senyuman Psikopatnya, yang membuat Farhan bergidik ngeri
"Oke-oke, turunin tuh senyuman mengerikan mu" ucapnya sambil mengangkat tangan
"Siapa yang minta saran?" tanya Mifta ke sahabat nya
"Tuh" ucap singkat Farhan sambil menunjuk kearah Bagas
"Terus untuk siapa?" tanya lagi
Mifta pun mengangkat alisnya sambil memutar otak "Maksud lo Dea?" tanyanya ragu
"Yes, siapa lagi dari 3 sekawan itu yang sehat" jelasnya
"Gas" panggil Mifta ke bagas
Bagas pun langsung menuju kemeja Mifta
"Lo mau nembak Dea?" tanyanya lirih
"Iya Mift" jawab bagas dengan malu-malu
"Oke, nanti setelah selesai ujian. lo jangan buru-buru keluar kelas" jelas Mifta
Bagas menaik kan alisnya "Untuk apa?" tanyanya karena belum paham
__ADS_1
"Katanya lo mau minta saran" jelasnya "sekarang kan udah mau masuk" sambungnya dibalas dengan anggukan kepala Bagas yang berarti dia udah mengerti apa yang dimaksud.
Bell pun berbunyi yang menandakan ujian akan segera dimulai, bu Rima (guru matematika) memasuki kelas
"Pagi anak-anak" sambut bu Rima setelah memasuki ruang kelas
"Pagi kembali bu" murid-murid menjawab sapaan dari bu Rima
"Selain alat tulis, lainnya di kasih kebelakang ya, handphone di kasih di meja guru" Jelas bu Rima sebelum membagikan tugas ujian
murid-muridnya melakukan apa yang di perintahkan gurunya, setelah itu memulai ujian
Hari ini ujian 2 mata pelajaran, jam pertama Matematika jam ke dua Sejarah
setelah selesai ujian. Mifta memanggil Bagas
Sebelum bagas sampai di dekat Mifta
"Deaa" teriak Mifta yang membuat Dea berhenti sebelum meninggalkan kelas "Ada apa?" tanya Dea halus
"Nih" sambil nunjuk ke arah Bagas "dia suka sama lo, tapi dia bingung gimana caranya ngungkapin" sambungnya santai
Degg
Apa ini juga termasuk saran? ini namanya pemaksaan buat gue ngungkapin batin Bagas yang saat ini terdiam saat belum sampai di meja Mifta
seluruh mata yang masih berada di kelas pun menatap ke arah Bagas
dengan susah menelan ludah dan dengan keterpaksaan Bagas melangkah menuju Dea
"Iya, gue suka sama lo Dea" ucap Bagas malu-malu "gue suka sama lo sejak di bangku kelas 8 SMP, baru kali ini gue berani bilang" sambungnya dengan menundukkan kepalanya
Dea yang masih mencerna apa yang terjadi akhirnya sadar kalau dia sedang di tembak Bagas.
__________________________
__ADS_1