Hanya Waktu Yang Menentukan

Hanya Waktu Yang Menentukan
Ada apa dengan ku (Mifta)


__ADS_3

Sudah hampir 6 bulan aku dibangku SMA tanpa menimbulkan masalah yang merepotkan batin Mifta dengan nafas legah


"Terimakasih atas kerja kerasnya" Teriak seluruh anggota yang berkumpul sambil menundukkan badannya dengan tangan dibelakang


"Berdiri" ucap tegas Mifta


"Hari ini kita akan melawan geng King Cobra, di perbatasan jam 23.00 nanti." Ucapnya dengan santai sambil menghembuskan asap rokok "Aku harap kalian semua berusaha semaksimal mungkin, untuk melawan geng keji yang selalu menindas masyarakat yang lemah itu" sambungnya setelah menghisap rokok


"Baik ketua, kita akan berusaha semaksimal mungkin" teriak serentak anggota geng Black Dragon


"Sekian pertemuan hari ini, silahkan bubar." ucapnya sambil mematikan rokoknya dengan menginjak


Mifta pun berjalan pergi dari lokasi karena sudah menunjuk kan akan tiba waktu subuh


Sebelum meninggalkan anggotanya ia mendadak berhenti sambil menengok kebelakang "Jangan lupa sholat subuh" teriaknya sambil tersenyum psikopat yang membuat anggotanya merinding dan hanya bisa mengangguk


..........


"Dengar-dengar besok senin kita udah ujian semester 1 ya va" ucap Dea di koridor sekolah, dijawab dengan anggukan kepala oleh Eva


"Evi mana va?" tanya Dea yang dari tadi mencari kembaran Eva


"Tadi di gerbang di panggil pak Zainal ke kantor untuk membantu bawa buku tugas kita" jawab Eva


...........

__ADS_1


Brukk


"Maaf aku gak lihat, soalnya bukunya terlalu banyak jadi nutupin pandanganku" Ucap Evi sambil mengambil buku-buku yang terjatuh


dengan senyum dingin menandakan dia ingin mengerjai Evi lagi, ya betul siapa lagi kalau bukan Mifta.


"Maaf-maaf, enak aja lo bilang nih baju gue jadi kusut gara-gara lo tabrak. Lo itu punya mata gak sih" ucapnya dengan nada marah padahal sama sekali gak marah


Mendengar suara yang tidak asing lagi Evi pun memutarkan bola matanya sambil bernafas gusar.


tarik nafas panjang "Lo itu ya pasti sengaja nabrak gue biar gue jatuhin buku-buku ini terus lo pasti mau jahilin gue lagi dah hafal gue dengan sikap lo" ucap kesalnya begitu panjang kali lebar hanya dengan 1 tarikan nafas yang buat orang-orang yang melihat heran


"Nenek lampir yang bertubuh cebol lagi ngomel-ngomel" teriak Mifta sambil lari ninggalin Evi


Sabar-sabar emang tuh anak Dajjal gak bisa kalo sehari aja gak jahilin gue batin Evi dengan nafas yang berat


Setiba di kelas Evi membanting buku diatas meja guru, sekelas langsung menatap kearah Mifta setelah tau yang membantung buku tadi Evi.


Mifta mengangkat alisnya "Apa salah gue ya ampun" ucapnya sambil cengengesan


Bakal akan ada drama lagi nih, si cewek crewet dengan cowok dingin batin Dea yang udah biasa dengan kebiasaan hari-hari di sekolah


Evi menatap tajam kearah Mifta sambil berjalan, sedangkan teman-teman sekelasnya menutup kupingnya masing masing.


Andai Evi tau yang akan dia omeli adalah ketua geng Black Dragon yang sekarang lagi menggema di kota Bandung batin Farhan sambil tersenyum

__ADS_1


"Lo.." sebelum melanjutkan omelannya tak sengaja Evi Tersandung kursi


Cup


Semua mata melotot dan menutup mulut dengan tangan nya, yang awalnya akan melihat tom and jary kini berubah melihat Habibie dan Ainun sedang berciuman bibir


degg


keduanya masih tidak sadarkan diri hampir 30 detik berciuman sampai akhirnya deheman Eva mengembalikan kesadaran mereka


"ehmm, apa belum puas nih ciuman nya" ejek Eva yang membuat seakan-akan oksigen diantara Mifta dan Evi menghilang


brakk


"apa-apaan sih lo ceboll, curi-curi kesempatan ya lo" ucap keras Mifta pada Evi dengan menggebrak kan tangan nya ke meja


Haduh gawat nih tatapan sama nada itu dah muncul, bakalan ada panggilan ke ruang BK ni batin Farhan dengan khawatir


Evi yang sedang malu karena kejadian tadi hanya menunduk dan tanpa ia sadari air matanya lolos karena bentakan Mifta


Melihat Evi menangis, Mift tanpa dia sadari membawa Evi dalam dekapan nya "Maaf gue gak bermaksud bentak lo" ucap lirih namun seluruh teman-teman sekelasnya mendengar karena saking heningnya suasana kelas


Ada apa dengan ku, baru kali ini gue ngerasain pedih melihat perempuan menangis selain mama gue batin Mifta


Seluruh mata pun kembali melotot melihat adegan Habibie dan Ainun lagi, terutama Farhan yang baru kali ini melihat sosok Mifta yang dikenal dingin gak ada ampun dan sadis.

__ADS_1


___________________________


__ADS_2