
Setelah 3 Masa Orentasi Siswa hari ini adalah hari pertama pelajaran di bangku Sekolah Menengah Atas.
"Huaaah, akhirnya waktu belajar yang sesungguhnya" gumam Mifta setelah keluar dari kamarnya
"Ma, Mifta berangkat dulu" Tidak lupa mencium pipi mamanya
"Gak sarapan dulu nak?" tanya Nurul pada anak bungsunya
"Enggak ma, nanti Mift makan di kantin aja" jawabannya sambil keluar menuju garasi untuk mengambil motor
______________*__________________
"Bangun vi, udah jam 06.15 nih. Mentang-mentang halangan gak sholat lo mau buat gue telat" omelan Eva kepada adiknya yang masih tidur nyenyak.
"Hah, udah siang gini lo gak bangunin gue, tega lo va" sontak bangun setelah melirik jam yang menunjukkan pukul 06.45
"Pala kau gak dibangunin, tidur lo kayak orang mati tauk" jawab Eva disertai jitakan di jidat adik tercinta nya yang buat Evi mringis terkekeh.
Setelah mandi dan pakai seragam sekolah nya lalu mereka keluar dari kamar mengambil segelas susu lalu berpamitan untuk berangkat ke sekolah pada orang tuanya.
Setelah sampai di sekolah untung mereka tidak telat karena Evi bangun kesiangan.
__ADS_1
"Hari ini hari pertama kalian belajar di bangku sekolah menengah atas, sebelum itu mari kita bentuk struktur kelas, mulai dari Ketua kelas, wakil dan sebagainya" ujar pak Zainal kepada murid didiknya sebelum memulai pelajaran, meski hari ini memang belum ada pelajaran sama sekali.
"Ayo siapa yang mau mencalonkan diri menjadi Ketua kelas?" tanya pak Zainal di depan kelas
"Mifta pak" teriak Farhan dengan cengengesan
Braak
Mata Mifta pun yang awalnya memandangi awan dari jendela langsung melotot sambil menggebrakkan tangannya ke meja.
"Astaghfirullah, lo mau bikin gue jantungan ya" sentak Evi yang duduk di depan nya
"Lo cebol diam aja" ejek Mifta pada cewek di depan nya di ikuti tawa seluruh kelas
Dengan nafas gusar, Mifta hanya bisa bersabar karena dia benar-benar ingin berubah.
Struktur kelas pun sudah terbentuk, di ketuai oleh Mifta dan wakilnya Dea, sekertarisnya Eva bendaharanya Sinta, Keamanannya Bagas dan Farhan, dll.
"Mifta dan Farhan, tolong ikut bapak ke kantor mengambil LKS" perintah pak Zainal di ikuti anggukan mereka berdua yang berarti mengiyakan perintah pak Zainal.
Setelah mengambil LKS dari kantor, pak Zainal memerintahkan untuk membagikan ke teman-teman sekelasnya.
__ADS_1
Dengan nafas Malas, Mifta mengambil buku absen untuk memanggil nama-nama teman-teman sekelasnya, dan Farhan yang membagikan LKSnya
"Agung, Bahrur, Bagas, Bayu" panggil Mifta dengan nada malasnya
Karena malas Mifta memiliki inspirasi untuk mengerjai cewek yang duduk di depan bangkunya.
Usai membagikan LKS pada teman-temannya hanya Evi yang belum mendapatkan nya.
"Hei, makhluk kutup" teriak Evi. Mifta pun mengangkat alisnya belum mengerti siapa yang dipanggil Makhluk kutup. "Gue" jawab Mifta sambil menunjuk dirinya sendiri.
"Iya, siapa lagi makhluk kutup yang dikelas ini selain lo" ujarnya sambil setengah emosi "Lo" belum selesai Mifta menjawab, udah dipotong dengan teriakan Evi "lo sengaja kan gak manggil nama gue" sambungnya.
"Bukan nya sengaja, tapi nama lo gak ada di buku absen" sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal
Evi pun maju kedepan mengambil buku absen dan mencari namanya yang ternyata ada disana.
"Mata lo udah rabun yah, ini apa kalo bukan nama gue" teriaknya sambil menunjuk nama Evi Puspita Ningrum.
"gue gak budek kali, bisa gak sih gak usah teriak" balas Mifta dengan senyuman tipis di wajahnya "Bukannya nama lo itu ceboll, makanya gue gak panggil nama lo karena memang gak ada disini" sambungnya yang membuat teman-teman sekelasnya tertawa mendengar ejekan yang terlihat memang sepertinya sudah direncanakan.
Tanpa bicara Evi langsung melewati Mifta dan menginjak kakinya dengan keras dan mengambil LKS dari Farhan
__ADS_1
Setelah selesai membagikan LKS, bell istirahat pun berbunyi.
"Ceboll, tunggu pembalasan ku" bisik Mifta dengan tatapan Psikopatnya membuat Oksigen disekitar Evi seakan-akan menghilang.