
"Gue suka sama lo dea" ucap Bagas sekali lagi
Dea pun berlari kearah Bagas dan membawa Bagas kedalam pelukannya.
"Maaf gas, lo itu udah gue anggap seperti abang gue sendiri" ucap dea dengan menatap mata Bagas "Gue udah jadian sama kak Lutfi kemarin lusa" sambungnya
degg
Kenapa lo tolak gue Dea? kenapa lo gak bilang sama gue kalo lo udah jadian sama lutfi? ucap lirih Bagas namun terdengar jelas di telinga Dea
"Maaf gas, gue tau lo itu dari dulu udah memiliki rasa sama gue, tapi itu fikiran gue dulu" ucap Dea lirih "dulu gue juga punya rasa sama lo gas, tapi kita sama-sama tidak mau mengakui nya dan akhirnya gue buka hati buat orang lain, karena gue fikir gue gak bakal dapetin lo" sambungnya sambil menarik nafas dalam
"Lo masih punya rasa kan sama gue Dea" ucap lemas Bagas
"Iya gas.. " sebelum selesai bicara dipotong Bagas
"Nah kan, lo masih ada rasa sama gue. Gue mohon terima cinta gue Dea" ucapnya tegas
"Iya gas, gue emang punya rasa sama lo dulu tapi sekarang rasa yang ada di hati gue ke elo hanya sebatas gue anggap lo abang gas" ucapnya sambil memutar badan dan pergi meninggalkan Bagas
Belum sampai 1 langkah tangan Dea ditarik Bagas, dan membawa kedalam dekapannya.
Air mata Dea pun lolos dengan sendirinya.
__ADS_1
Maafin gue gas, gue emang belum bisa lupain lo. Apalagi lo udah nyatain perasaan lo sama gue, tapi gue juga gak bisa khianati perasaan tulus kak Lutfi buat gue gas batin Dea yang masih dalam dekapan Bagas, air mata pun terus mengalir tanpa henti
"Tolong terima gue dea" pinta Bagas sambil memeluk erat-erat Dea
"Maaf gas gue gak bisa" ucapnya sambil berusaha membuka pelukan Bagas namun kekuatan nya masih saja tidak bisa membukanya
Mifta yang melihat penolakan itu secara alami ingin memisahkan mereka karena ia tau kalau Dea ingin melepas pelukan Bagas, namun sebelum melewati meja di depan nya tangan Mifta ditarik oleh tangan mungil Eva.
"Tunggu sebentar, biar Bagas selesaikan dulu masalahnya dengan Dea" ucap Eva yang mengerti perasaan Bagas dibalas dengan anggukan
Mifta pun duduk di bangku membelakangi Evi
Bukk
"Kenapa lo pukul gue cebol" ucapnya kesal sambil mengelus-elus punggung nya
"Gue kesal sama lo, ini tuh lagi adegan dramatis malah lo halangin pandangan gue. Kan jarang-jarang ada tonton an gini" ucapnya dengan polos yang sebelumnya suasana kelas sedang tegang kini menjadi tawa gara-gara ucapan polos Evi
Akhirnya Mifta maju kearah Bagas dan Dea, lalu melepaskan pelukan Bagas dengan paksa.
"Maksud lo apa Mift?" tanya Bagas sambil menunjuk kearah Mifta
"Eva" panggil Mifta "haah, apa?" tanya Eva bingung
__ADS_1
"Lo, anter Dea pulang" perintah Mifta di balas anggukan oleh Eva
"Maksud lo apa Mift, katanya lo mau bantu gue" tanya Bagas marah sambil mencengkram kerah baju Mifta
"Gue paham gas perasaan lo" jawabannya sambil menurunkan tangan Bagas "Cinta itu gak bisa di paksa gas, kalo lo gini terus lo malah bakal nyakitin dea" sambungnya setelah melepaskan cengkraman Bagas
"Lo tau apa tentang perasaan yang gue rasain" bentak Bagas pada Mifta
Plaak
semua mata melotot melihat Mifta menampar bagas "Lo bilang gue tau apa" bentak Mifta pada bagas
"Gue lebih parah dari pada sekedar ditolak, gue pernah terpuruk hingga nyawa gue pernah gue pertaruhin gara-gara sakit hati gue" bentak Mifta sambil mencengkram erat kerah baju bagas "Kalo lo ingin tau apa yang gue alamin dulu, lo tanya aja sama Farhan" ucapnya sambil menunjuk kearah Farhan.
"Lo itu laki-laki, jangan memaksakan apa yang bukan kehendak lo." ucap Mifta memberikan arahan pada Bagas lalu memeluknya
"Lo harus kuat gas, perlahan aja lupain Dea. Kalau dia jodohmu dia bakal kembali kok" Ucap Mifta sambil memeluk Bagas di balas pelukan Bagas yang membuat mata yang melihat hampir meneteskan air mata, kecuali Evi
Sambil berjalan Evi melewati Mifta dan Bagas
"Sok dramatis lo anak dajjal" ejek Evi lalu lari sebelum di terkam Mifta pikirnya
suasana kelas pun kembali penuh tawaan setelah ejekan Evi yang gak tau waktu kan kondisi.
__ADS_1
__________________________