Harapan

Harapan
Episode 2 Bagian 5/5


__ADS_3

• Saat apa kamu merasa diri kamu adalah orang yang paling beruntung di dunia ini..!


Apa kamu ada berfikir bahwa setiap hal yang kamu lakukan, Belum tentu di sukai orang lain.?


Berhenti berharap yang lebih, Berharap secukupnya saja sudah cukup.?


Jangan takut akan mencoba. Tapi hati hati. •/Saya/


"Bibi maaf ini sudah hampir malam. Anu... Haru mau pulang. Yama-kun juga tidak jadi pergi kan. " Kata Haru dengan Lembut..?


" Apa ga salah, Lihat jam berapa uda jam 9 malam. Bahaya. " Jawab ibu Yama, Dengan rasa khawatir,.


" Haru baik baik saja kok. Hanya ingin di rumah sendiri. "Ucap Haru.


" Baik lah. Kalau begitu yama akan mengantar mu" Kata Ibu Yama.


" Ibu aku siap. Haru ayo aku akan mengantar mu pulang.. "Jawab Yama.


^^^"Anu.. Yama-kun. Apa tak apa apa.^^^


Ini terlalu berlebihan. Haru bisa pergi Sendiri kok." Kata Haru


•Saat aku pertama kali belajar berbicara saat itu usiaku 3 tahun.


Kakak Mito mengajariku banyak hal saat itu,


Awalnya aku berfikir, Untuk apa belajar, Jika suatu hari nani akan pergi juga.


Karena itulah. Aku selalu merasa tak ada gunanya belajar.


Namun lagi lagi kak Mito mengajariku dan menasehati ku banyak sekali.


Awalnya sangat membosankan. Namun. Aku menyadari satu hal.


Jika kamu belajar Namun tak ada usaha dan kemauan. Maka semua itu akan gagal.


Namun saat kamu tak belajar, Namun memiliki kemauan dan keyakinan maka semua itu akan berhasil. Walau agak terlambat. •


"Hmmm.Haru." Ucap Yama dengan sedikit gugup.


"Iya.Ada apa. " Jawab Haru.

__ADS_1


"Begini.. Bagai mana perasaan mu saat kamu melihat orang yang kamu sukai. Apa kamu akan mendatangi nya atau pergi. " Tanya Yama.


"Ah.Jika pertanyaan seperti ini. Bisa tanya pada yang lain ya. Aku... aku tak tahu. Maaf Yama-kun. " Jawab Haru.


" Baiklah. Terimakasih, Ano. Kenapa rumah mu jauh sekali ya. " Ucap Yama.


"Sebentar lagi juga sampai. " Jawab Haru...!


"Baik lah. " Kata Yama.


**Walau pun Haru tahu jawaban dari pertanyaan dari Yama.


Haru tak bisa menjawab nya. Karena itu akan membuat nya merasa sakit.


Saat saat melihat ke belakang. Haru hanya melihat masa lalu nya yang kelam. Penuh dengan sandiwara. Tidak ada yang bisa di percaya.


Yama memang menemani Haru pulang.


Namun yama gak menemani hati haru yang kosong dan kesepian tersebut.


Lantas, Apakah ini masalah semua hal yang terjadi**....?


"Yama-kun.sudah ya. Sampai sini aja.. Rumah bibi saya sudah dekat, Kamu pulang saja kalau mau pulang. " Kata Haru..?


" Masalah nya bukan itu. Nanti kemalaman. "Kata Haru..?


" Baik lah.. Kamu memaksa ku. "Jawab Yama.


"Bukan memaksa. Hanya saja. Aku hanya akan merepotkan yama-kun lagi.


Aku juga sudah ada janji dengan seseorang, Jadi aku Harus menemui nya.


Maaf ya Yama-kun" Jawab Haru..?


Haru berniat menemui Tanaka. Karena bagai mana pun juga Tanaka adalah teman sekelas nya saat di desa dulu.


Walaupun ada sedikit rasa takut di hati nya. Bagi Haru Tanaka adalah sahabat terbaiknya saat di desa. Namun semua berubah semenjak orang dari luar negri yang bernama ben datang dan mengacaukan persahabatan nya dengan Tanaka...?


"Apa aku harus menemui tanak. Ini sangat sulit.. tapi... tapi aku harus berusaha. Aku harau menemui nya, " Kata Haru..!


**Haru berusaha untuk tak takut. Walaupun dia takut.

__ADS_1


Tetapi kepercayaan akan membangkitkan keberanian.


" Halo. Permisi.. "


" Haru.. Kamu ada di kota. kenapa kamu pergi saat bertemu dengan ku.


" Maaf. Aku.. Aku hanya takut kamu memberi tahu ayah atau ibu.


Aku ga mau mereka tahu aku di kota. Aku tak mau kembali ke desa lagi.


Sangat menyakitkan kembali ke sana. Terlalu menyakitkan,


" Ah baik lah. Kamu mending masuk dulu. jangan di depan pintu. Ini sudah malam. Ayo masuk..!


" Tanak. Kapan kamu pindah ke kota. "


" Aku pun dah 1 tahun yang lalu. karena ayah dan ibu ada tugas di kota. Jadi aku ke kota. Haru.. Mengapa kamu pergi dari rumah.


Apa alasan nya. Apa kamu tak berfikir sebelum pergi.


"Tanaka kun. Kamu tak tahu apa apa soal aku. Dan mengapa aku pergi aku rasa juga bukan urusan mu. Aku pergi karena kemauan ku. Dan karena kegelapan yang ada di rumah bikin aku ga nyaman.. "


" Apa karena aku sudah memutuskan persahabatan kita demi ben."


" tidak. Bukan karena itu. Ada hal lain. Ini bukan urusan mu juga.


Sebenarnya aku ke sini hanya ingin bilang. Tolong. Jangan beri tahu ayah atau ibu kalau aku berada di kota. Aku ga mau kembali ke tempat yang penuh dengan kebohongan itu lagi. Tolong.. Tanak...!


"Aku ga bisa berjanji. Namun aku akan berusaha. "


" Terimakasih. Maaf sudah menggangu malam mu. Aku pergi. "


"Haru.. Bisa kamu beri no telfon kamu. "


" Maaf Aku tak bisa memberikan no telfon ku ke sembarangan orang. "


Pembicaraan yang singkat. ini membuat Haru merasa sedikit lega.


Walaupun masih agak cemas. setidaknya tidak begitu membuatnya kepikiran terlalu banyak.


•Ingatlah.

__ADS_1


Jangan mudah percaya pada orang lain.


Bahkan bayangan mu meninggalkan mu dalam kegelapan**.•


__ADS_2