Harapan

Harapan
Episode 6 bagian 1/5


__ADS_3

*Setiap kata yang aku ucapkan. Semuanya selalu melibatkan kata kata tidak. ya maaf dan tidak tahu. juga tahu. Entah mengapa manusia di ciptakan dengan bahasa yang berbeda. Pribahasa yang berbeda juga.


Namun. tidak ada manusia yang bisa memahami perasaan orang lain.


Walaupun mereka sudah saling mengenal sejak lama. ( HARU )


Setelah yama membawa haru ke rumah sakit.


Dokter pun datang. Dan beruntung nya dokter yang menangani haru adalah dokter yang menolong haru waktu di kelas. ya itu dokter sai.


" Yama... Ada apa ini. ..Tanya sai sembari membawa kursi roda🦽.


Dan yama menaruh haru yang tengah pingsan di kursi tersebut.


" Dokter sai... tolong... tolong haru aku mohon. Dia... dia di serang dan di cekik oleh seseorang tadi.. Tolong selamatkan dia.. Aku mohon" Kata yama sembari menangis. Hal tersebut membuat sai kaget, Dan langsung meminta yama menelfon polisi. Siapa tahu ini kasus rencana pembunuhan. Namun yama menolak. Karena ini masalah hati, Bukan dendam atau salam nya.


" Maaf. Aku ga bisa. Ini bukan masalah Dendam. Tetapi soal hati, Aku.. aku tak bisa mengambil resiko. Aku hanya ingin satu hal. Tolong selamatkan haru.. dia... dia mulai kehilangan kesadaran nya. dan nafas nya juga mulai melemah. Aku mohon.. dengan cara apa pun.. ". Kata Yama sembari menangis dan memohon pada sai. Hal tersebut membuat sai kasihan pada yama dan haru, Dan tanpa pikir panjang langsung membawa ruang gawat darurat. Dan langsung memberikan pertolongan pertama. " Yama. Kamu tunggu di sini ya. Telfon siapa pun yang dari keluarga nya juga. Karena jika terjadi sesuatu kami bisa mendapat izin untuk melakukan hal yang lebih dalam lagi. " Kata Sai..


" Tapi apa.... Aku.. aku bahkan tak tahu dia tinggal di mana dan siapa orang tuanya. Apa aku telfon bibi saya saja ya. Dia pasti bisa membantu.


Apalagi aku melihat bibi saya sangat sayang pada haru.. " Kata Hati Yama.


" Ano.. Aku akan kembali 5 menit lagi. Tolong lakukan yang terbaik aku mohon. Aku mohon..! " Ucap Yama memohon pada sai.

__ADS_1


" Kamu tenang saja. Hati akan baik baik saja. Percaya pada ku. "Jawab Sai.Dengan percaya diri. Sembari menenangkan yama...?


Setelah hal tersebut.?


Yama pergi ke luar dan menelfon ibunya, Dan juga saya.


Agar mereka datang ke rumah sakit tersebut. Awalnya yama terlebih dahulu, Yama menelfon saya agar datang ke rumah sakit. Setelah itu menelfon ibunya untuk memberi kabar bahwa haru sedang sakit dan tak bisa pulang. Kemungkinan Yama akan pulang setelah Haru baikan.?


" 📱Halo. Bibi saya ini yama...?


" 📱 Halo juga yama? Iya yama ada apa. "


" 📱Ano.. maaf bibi. Haru... Haru..!


"📱 Apa yang terjadi pada haru. Apa dia baik baik saja. "


Tadi haru di cekik oleh seseorang. Mungkin teman nya. Dan sekarang dia sekarang Tidak baik. Bisa datang ke sini"


" 📱 Kenapa.. kenapa bisa begitu. Apa kamu tahu siapa orang nya. " Tanya Saya sembari cemas ga karuan..!


" 📱 Orang nya siapa aku tak tahu. Tapi.. tolong ke sini. " jawab Yama.


" 📱 Baik Baik aku akan ke sana. " Jawab Saya. Sembari berlari mengambil tas nya dan otw menuju rumah sakit yang di kirim oleh Yama.

__ADS_1


Setelah selesai menelfon saya. Yama akan menelfon ibu nya. Tetapi karena keadaan Haru yang menghawatirkan membuat sai dan para suster sedikit kerepotan. Ternyata Ada masalah pada kesehatan Haru. Yang di mana ada gumpalan di otak nya yang membuat keadaan Haru semakin menghawatirkan. Hal ini membuat Yama hilang fokus dan langsung berlari ke ruangan Yang di mana Haru akan di pindahkan ke ruangan oprasi.


Namun karena tak ada orang tuanya. Sai belum berani mengambil tindakan. Karena ini akan mempengaruhi otak atau ingatan Haru...!


" Suster ayo cepat bawa Haru ke ruang oprasi segera. Kita ga punya banyak waktu lagi. " Kata Sai sembari mempersiapkan segalanya.!


" Iya tapi.. Tapi dokter. Kita harus dapat persetujuan dari orang tuanya anak ini dulu. Ini oprasi. Dan sangat mendesak. " Jawab salah satu suster?


" Iya iYa aku tahu... Namun bagai aman lagi. Kita ga ada banyak waktu.


Tunggu dulu. Mungkin Yama sudah menghubungi orang tua Haru. Cepat panggil Yama sekarang. Waktu kita mepet. Kalau telat Ini akan bahaya bagi Haru.. " Kata Sai Sembari menyiapkan segalanya. dan suster mencari Yama. Namun Yama sudah sampai sana dan menanyakan apa yang terjadi. Karena sangat buruk Yama sampai menjatuhkan HP nya. dan HP nya mati..!


" Dokter sai.. Ada apa ini... Apa Haru baik baik saja" Tanya Yama dengan cemas nya. Dan di jawab oleh Sai. " Ano... Keadaan Haru agak menghawatirkan. Ada gumpalan di otak nya. Seperti nya dia mengalami pendarahan di otak nya mungkin akibat pukulan atau bawaan. Tapi aku harus mengambil tindakan oprasi. Karena kalau tidak ini akan berpengaruh pada nyawa nya juga.. " Jawab Sai.


" Nani... " Jawab Yama sembari kaget. Dan saat yang sama... Saya datang dan langsung menemui Yama. Dan berkata. " Yama.. Bagai mana keadaan Haru. Apa dia baik baik saja. " Tanya Saya..?. Dengan berat hati Yama mengatakan kalau Haru harus segera di oprasi. Dan Yama membutuhkan saya untuk setuju/Tanda tangan agar Haru bisa di oprasi..


" Ah.. Begini bibi saya. Haru... Dia harus di oprasi. Karena ada gumpalan di otak nya. Ya seperti pendarahan juga. Jadi.. Kami butuh tanda tangan Bibi saya agar Haru bisa di oprasi. " Jawab Yama. Mendengar hal tersebut membuat Saya merasa terkejut. Dan langsung menanyakan apa Keadaan Haru memburuk atau tidak pada Sai.. " Dokter.. Bagai mana keadaan Haru. "Tanya saya pada sai. Dan dengan berat hati juga, Sai mengatakan yang sebenar nya pada Saya. " Begini.. Keadaan Haru agak memburuk. jadi dia harus di oprasi secepat mungkin. Tapi.. Apakah Haru pernah terjatuh atau kecelakaan. " Ucap Sai.


Dan jawaban yang di berikan Saya membuat sai yakin bahwa itu penyebab nya... " Ano.. Begini sekitar 2 tahun yang lalu. Haru pernah mencoba bunuh diri dengan ingin melompat. Tetapi aku menarik nya dan tanpa sengaja dia terjatuh dan Kepala nya terbentur cukup keras. Awalnya aku kira dia terluka. Tetapi tidak. beberapa jam kemudian dia mengeluh sakit kepala. Aku mencoba membujuk nya. Tapi.. Tapi dia tak mau di bawa ke rumah sakit. Karena itulah aku.. Aku tak pernah tahu apa apa tentang Haru. Dia juga pernah Beberapa kali sakit kepala sampai demam. Tapi dia aku ajak ke rumah sakit juga ga mau. " Jawab Saya..


" Aku mengerti. Jadi ini penyebab nya. Kalau gitu kami butuh tanda tangan kamu untuk segera melakukan oprasi pada Haru. " Ucap Sai dengan tegas dan jelas!. Tanpa pikir panjang. Saya langsung tanda tangan. Dan Haru bisa di oprasi saat itu juga. Suasana Sangat menegangkan. Dan yama hanya berdiri di pintu oprasi sembari mondar mandir. Tak lama kemudian Sai mengatakan kalau Ibu yama menelfon. Dan itu membuat Yama ingat kalau dia belum menelfon ibunya..? " Ah. Payah. Karena khawatir aku lupa menelfon ibu. Dokter sai. Aku pinjam HP dokter dulu ya. " Jawab Yama.


Dan dengan senang hati sai memberikan HP nya pada Yama..

__ADS_1


Sebelum menelfon ibunya. Yama mengatakan hal yang membuat sai senang. Dan merasa terharu. " Ah.. Paman Sai.. Terimakasih. karena sudah membantu ku. "Kata Yama dengan jelas serta malu malu..!


Rupanya Sai adalah Adik dari ibu Yama. Dulu Yama punya adik namun sakit. Karena sai tak mampu menyelamatkan adik nya. Sejak hari itu Yama tak pernah mau mengakui sai sebagai paman nya. Dan tak lain hanya seorang dokter untuk Yama. Hal ini membuat sai merasa bersalah selama 5 tahun. dan selama itu juga Yama tak pernah memanggil sai dengan sebutan paman. melainkan hanya dokter. Dan sekarang. Semuanya berubah. Dan Yama kembali memanggilnya paman. Hal itu membuat Sai merasa senang...?


__ADS_2