
" aku minta maaf .... " kataku sambil menutup kembali burung nya.
" apa yang kau sentuh.. "
" itu.... aku berusaha menutupi nya .. "
Vendra memegang tangan ku untuk menyentuh burung nya
" bagaimana, apa itu sangat keras... "
" eh... iya.. itu sangat keras, apa semua pria begitu... ( dengan wajah yang memerah ) "
" tidak, jika ada yang menyentuhnya seperti ini... "
" hah.... ( melepaskan tangan darinya ) "
aku segera bangun darinya dan pergi menuju kamar mandi .
( menutup pintu )
" kenapa dia seperti itu sih ( sembari melihat tangan kanannya ) apa... aku benar-benar menyentuh nya "
..........
Vendra yang terbangun dan segera mengenakan pakaian tidur nya..
" tubuh ku benar benar sangat panas, aku harus jaga jarak darinya. agar tubuhku kembali normal "
Ucap nya sambil tertidur di atas kasur, yang tak sengaja dia menduduki pakaian tidur maira karena saking lelah nya..
tak lama setelah nya Maira keluar dari kamar mandi dengan menggunakan handuk pakaian
" dimana baju ganti ku " ujar Maira sambil berjalan mencari baju gantinya
tak lama mencari ternyata baju ganti Maira tertindih oleh Vendra yang sedang tertidur.
" apa aku harus membangunkan nya ? tapi... "
__ADS_1
Maira menarik baju yang tertindih itu dengan pelan, karena takut akan membangunkan dari tidur nya.
" kenapa sulit sekaliii.... "
Vendra terbangun dari tidur nya dan tampak Maira berada di samping nya..
" kau ... "
" apa aku memang membangunkan mu ? "
" kau sangat cantik... "
" apa.... "
" Maira... "
" Vendra.. ( menepuk-nepuk wajahnya agar tersadar dari tidur nya ) "
Vendra memegang tangan nya dan menarik nya sampai jatuh tepat di atas tubuhnya.
Vendra yang merasa sangat tidak tahan karena nya karena dia juga laki-laki yang normal,
membuka handuk Maira dan terbangun
hingga posisinya kini berada di atas tubuh Maira.
karena sudah tidak tahan lagi akhirnya Vendra membuka pakaian nya dan tertidur bersama Maira.
( sudah tahukan apa yang mereka lakukan )
skip aja ya..
keesokan paginya
Maira terbangun dari tidurnya dengan tubuh telanjang bulat, begitu juga dengan Vendra.
Maira terbangun dengan selimut untuk menutupi tubuhnya
__ADS_1
Vendra yang menahan tangan Maira hingga terjatuh kembali ke kasur dan memeluk nya dengan erat..
" biarkan aku seperti ini sebentar saja.. "
Maira tidak bisa berkata apa apa karena kejadian semalam itu membuat Maira sadar kalau apa yang mereka lakukan adalah tindakan pelecehan.
" lepas... " ucap Maira dengan nada kesal
Vendra melepaskan pelukan nya dan terbangun duduk di samping nya.
melihat Maira yang menangis karena dirinya membuat Vendra ingin sekali untuk mencium nya...
kejadian semalam itu memang tanpa sepertujuan darinya.
" kita akan menikah hari ini .. "
" apa.... "
" aku harus bertanggung jawab kan. apa lagi kejadian semalam itu pastinya membuat mu terpukul, maka dengan itu aku akan menikahi mu "
" apa kau pikir pernikahan itu mudah.. "
" Maira.. aku sangat mencintai mu, aku sangat sangat mencintai mu aku benar-benar ingin sekali memiliki mu.. ku mohon terima aku untuk menjadi suamimu... " ujar Vendra sambil mencium kedua tangan ku.
aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan,
apa aku harus menikah dengan nya .
tapi....
" Maira... "
" Vendra.. aku tidak tahu, aku bingung , aku tidak tahu harus menjawab iya atau tidak aku benar-benar tidak tahu . "
" Maira.. dengan kejadian ini aku harap kamu akan selalu mengingat nya , karena aku akan terus menerus menyentuhmu sampai kamu menjadi istriku " ucap vendra sambil beranjak berdiri.
bersambung
__ADS_1