
tak berlangsung lama setelah kami menyelesaikan makan Vendra membawa ke suatu tempat
aku tidak tempat apa yang dia maksud.
tak bersilang lama dalam perjalanan akhirnya kami sampai dan terasa tempat yang Vendra tuju itu benar benar membutakan mata
terlihat di atas sana tertulis WELCOME dengan hiasan bunga di sekelilingnya.
Vendra membawa ku masuk ke dalamnya dan terlihat di sana ada berbagai bunga yang sangat sangat indah, bunga yang jarang aku temui di tempat tinggal ku ini kali pertama nya aku berada di sini sungguh sangat menakjubkan..
" apa kau menyukai.. " ujar Vendra sambil memegangi tangan ku
" iya... Terima kasih.. " kataku sambil berjalan mengikuti nya
" aku akan mengajakmu berkeliling, untuk melihat berbagai bunga disini... "
" Terima kasih "
hanya ucapan itu yang aku katakan padanya
Terima kasih, dan terus berulang-ulang.
hingga di saat perjalanan ada seseorang yang sedang menunggangi kuda.
Vendra memanggilnya kemari...
" kau Naik lah, dengan begitu kau akan terasa nyaman saat melihat bunga sembari menaiki kuda.. " ucap nya sambil tersenyum
" aku tidak bisa.. "
" jangan takut, kemari lah... "
ucap vendra sambil menaiki kudanya
dia memberikan tangan kiri nya untuk bisa membuat ku naik ke atas kuda itu.
" aku jalan aja... " kataku sambil berjalan
" apa kau lupa dengan kesepakatan kita... "
aku kembali dan memegang tangan nya, Vendra mengangkat ku hingga aku duduk bersamaan dengan menaiki kuda.
" bagaimana.. kau menyukai nya ? " tanya Vendra
" apa kau tidak malu, kenapa kau ada di belakang ku... "
" kenapa ? bukankah seperti ini saat seorang pangeran menunggangi kuda bersambung tuan putri nya "
__ADS_1
" tapi kau bukan pangeran "
" aku tahu, oleh karena itu aku akan menjadi pangeran mu .. "
lamanya mengelilingi Taman yang begitu luasnya, akhirnya kami berhenti dan istirahat di tempat makan resto dan memesan beberapa minuman dingin.
" apa kau menyukai nya "
" iya.. ( jika aku bilang tidak bukankah kau akan marah ) Terima kasih " kataku sambil meminum minuman dingin berasa buah.
" seperti nya itu tidak cukup... " ucap Vendra sambil memainkan helai rambut ku
" apa maksud mu ? "
" aku ingin sesuatu dari mu.. " ujar Vendra sambil tersenyum
" apa yang kamu mau ?? aku tidak punya apapun yang bisa membuat mu senang .. " kataku menatap matanya
" setelah ini kita akan ke hotel... "
" hotel ? kenapa tidak pulang ke rumah aja ? "
" gak akan keburu " sambil melihat jam yang di tangan nya
" terserah kamu... "
Vendra tidak mengangkatnya dan hanya mematikan suara nada yang mengganggu
" apa kau tidak mengangkatnya "
" jangan di pikirkan, itu tidak penting juga "
setelah menghabiskan waktu berjalan jalan dan istirahat sejenak kami Kembali pulang dengan menaiki mobil...
" kita tidak ke villa ? " ucap ku
" tidak kita akan ke hotel "
" tapi bagaimana dengan cyra ? "
memberhentikan mobil
" cyra akan baik baik saja, lagi pula kan disana ada penjaga ku dan Sebastian juga "
__ADS_1
" tapi... "
" mira.. dia akan baik baik saja " ucap Vendra tersenyum
Vendra menjalankan mobilnya kembali sampai ke sebuah hotel
terlihat hotel ini sangat mewah
Vendra memesan satu kamar dan membayarnya
" ayok... ( memegangi tanganku ) kenapa cuma satu kamar kita kan berdua ? "
" kenapa .. lagi pula kita akan terbiasa dengan ini... "
" tapi ... "
sesampainya di pintu kamar dan membuka nya
kami memasukinya ..
( kenapa jantung ku deg degan kayak gini sih ) dalam hati maira
" aku mandi dulu " ucap Vendra sambil pergi menuju toilet
aku lihat hanya satu kasur dan satu buah sofa
" apa aku yang tidur di sofa ? ya.. mana mungkin dia mau tidur di sofa.. "
tak bersilang lama Vendra selesai dari mandinya dan hanya mengenakan handuk yang menutupi bawah ny saja.
" kau... ( sembari memalingkan wajah ) kau.. sudah selesai.. "
" iya... " ucap Vendra sambil melap kering rambut nya
Vendra menarik ku dan memeluk ku
dengan tubuh nya yang terbuka membuat
wajah ku menempel tepat di dadanya yang berotot dan perut sixpack nya .
__ADS_1
aku mencoba untuk melepaskan diri hingga handuk yang dia pakai terlepas dan tak sengaja 🐦
bersambung