
Maira yang mencoba untuk melepas tangan yang memeluk dirinya, tetapi semakin di coba untuk melepas semakin erat pelukan nya.
" sebentar aja.. aku sangat lelah. " ujarnya sambil memeluk Maira
Maira terdiam dan menyentuh tangan nya
" apa kau ada masalah ? " tanya Maira penasaran
" kau tahu aku kan .. aku hanya butuh seperti ini beberapa waktu.. "
" tapi ini pegal.. aku ingin.. "
Vendra mengangkat tubuhnya dan menjatuhkan Maira dengan perlahan di kasur
" apa yang akan kau lakukan ???!!! "
Maira mencoba untuk melepas pegangannya
" jangan khawatir aku tidak akan menyentuh mu .. aku hanya butuh pelukan, jadi tidur lah seperti ini. "
Vendra yang terasa nyaman dengan pelukan hangat bersama dengan Maira membuat dia terlelap tidur, begitu pun dengan Maira yang semakin lama semakin menutup matanya dan tertidur pulas
.......
paginya
" ini sangat berat.. "
Vendra yang terbangun dari tidurnya melihat Maira yang memeluk erat diri nya .
" bukankah seharusnya aku yang memeluk nya.. ( tersenyum dan mengelus rambut nya ) "
tak beberapa saat Maira terbangun
__ADS_1
" apa ini sudah pagi?? "
" iya.. ini sudah pagi.. apa kau masih ingin tidur... "
Maira tersadar dan terlihat dia berada di atas tubuh vendra
" apa itu nyaman .. "
terbangun Maira dan bangun dari tubuh nya Vendra
" kenapa kau tidak membangun kan ku ? "
" kau sangat pulas saat tertidur, aku tidak bisa membangun kan mu, apa lagi kau tidur di atas tubuhku . "..
wajah Maira memerah dan segera pergi dari nya.
Vendra menahan tangan nya Maira dan menarik nya hingga terjatuh di atas kasur.
" aku minta maaf.. " ucap Vendra pada Maira
" aku menginginkan pelukan mu yang hangat, sebentar saja" ucap Vendra
Vendra terlihat menangis sambil membungkuk dan memeluk erat Maira..
" kenapa kamu nangis ?? "
" aku tidak mau kehilangan mu... "
ini membuat heran Maira membuat dia menangis di depannya..
. " jika kamu sangat mencintai ku dan berjanji dengan kata-kata mu, aku akan menikahi mu... "
Vendra terbangun dari pelukan nya dan tampak senang dengan wajahnya memerah dan matanya yang bengkak sehabis menangis.
__ADS_1
" aku benar-benar akan membahagiakan mu Maira dan melindungi orang yang kamu sayangi... " kata Vendra sambil menatap matanya.
" Terima kasih untuk apa yang sudah kamu janjikan.. aku terima itu .. untuk pernikahan akan aku pikirkan dengan baik baik... "
" aku akan menunggu mu sampai kamu siap Maira... " ujar Vendra memegang tangan nya
Vendra terbangun dari tidurnya untuk membersihkan tubuhnya begitu pun dengan Maira.
" ini sangat dingin.... " kata Vendra sambil memelul dirinya karena kedinginan
Maira hanya tertawa melihat tingkah lakunya yang lucu di depan nya..
" kenapa kau tidak menghangatkan diri mu sendiri... " ujar Maira
" bagaimana jika kau menghangat kan ku... " ucap Vendra tersenyum.
wajah Maira memerah dan segera masuk kedalam toilet untuk membersihkan diri.
( kenapa jantung ku berdebar seperti ini... aku tidak boleh ada rasa ini... dia itu kan... tapi sepertinya cintanya sangat tulus... )
dalam hati Maira
tak bersilang lama Maira pun selesai dari mandi nya dan keluar dari toilet..
tercium begitu menyengat harum farfum yang di gunakan Vendra dan sangat dingin sekali wanginya.
" apa kau menggunakan farfum ? " tanya Maira setelah keluar dari toilet dengan pakaian yang dia gunakan
" iya.. apa kau suka ? "
" wanginya sangat kuat ... "
" aku sangat menyukai saat kamu menyadari hal itu . "
__ADS_1
bersambung