HARD LOVE

HARD LOVE
pelukan erat


__ADS_3

Maira yang mencoba untuk melepas tangan yang memeluk dirinya, tetapi semakin di coba untuk melepas semakin erat pelukan nya.


" sebentar aja.. aku sangat lelah. " ujarnya sambil memeluk Maira


Maira terdiam dan menyentuh tangan nya


" apa kau ada masalah ? " tanya Maira penasaran


" kau tahu aku kan .. aku hanya butuh seperti ini beberapa waktu.. "


" tapi ini pegal.. aku ingin.. "


Vendra mengangkat tubuhnya dan menjatuhkan Maira dengan perlahan di kasur


" apa yang akan kau lakukan ???!!! "


Maira mencoba untuk melepas pegangannya


" jangan khawatir aku tidak akan menyentuh mu .. aku hanya butuh pelukan, jadi tidur lah seperti ini. "


Vendra yang terasa nyaman dengan pelukan hangat bersama dengan Maira membuat dia terlelap tidur, begitu pun dengan Maira yang semakin lama semakin menutup matanya dan tertidur pulas


.......


paginya


" ini sangat berat.. "


Vendra yang terbangun dari tidurnya melihat Maira yang memeluk erat diri nya .


" bukankah seharusnya aku yang memeluk nya.. ( tersenyum dan mengelus rambut nya ) "


tak beberapa saat Maira terbangun

__ADS_1


" apa ini sudah pagi?? "


" iya.. ini sudah pagi.. apa kau masih ingin tidur... "


Maira tersadar dan terlihat dia berada di atas tubuh vendra


" apa itu nyaman .. "


terbangun Maira dan bangun dari tubuh nya Vendra


" kenapa kau tidak membangun kan ku ? "


" kau sangat pulas saat tertidur, aku tidak bisa membangun kan mu, apa lagi kau tidur di atas tubuhku . "..


wajah Maira memerah dan segera pergi dari nya.


Vendra menahan tangan nya Maira dan menarik nya hingga terjatuh di atas kasur.


" aku minta maaf.. " ucap Vendra pada Maira


" aku menginginkan pelukan mu yang hangat, sebentar saja" ucap Vendra


Vendra terlihat menangis sambil membungkuk dan memeluk erat Maira..


" kenapa kamu nangis ?? "


" aku tidak mau kehilangan mu... "


ini membuat heran Maira membuat dia menangis di depannya..


. " jika kamu sangat mencintai ku dan berjanji dengan kata-kata mu, aku akan menikahi mu... "


Vendra terbangun dari pelukan nya dan tampak senang dengan wajahnya memerah dan matanya yang bengkak sehabis menangis.

__ADS_1


" aku benar-benar akan membahagiakan mu Maira dan melindungi orang yang kamu sayangi... " kata Vendra sambil menatap matanya.


" Terima kasih untuk apa yang sudah kamu janjikan.. aku terima itu .. untuk pernikahan akan aku pikirkan dengan baik baik... "


" aku akan menunggu mu sampai kamu siap Maira... " ujar Vendra memegang tangan nya


Vendra terbangun dari tidurnya untuk membersihkan tubuhnya begitu pun dengan Maira.


" ini sangat dingin.... " kata Vendra sambil memelul dirinya karena kedinginan


Maira hanya tertawa melihat tingkah lakunya yang lucu di depan nya..


" kenapa kau tidak menghangatkan diri mu sendiri... " ujar Maira


" bagaimana jika kau menghangat kan ku... " ucap Vendra tersenyum.


wajah Maira memerah dan segera masuk kedalam toilet untuk membersihkan diri.


( kenapa jantung ku berdebar seperti ini... aku tidak boleh ada rasa ini... dia itu kan... tapi sepertinya cintanya sangat tulus... )


dalam hati Maira


tak bersilang lama Maira pun selesai dari mandi nya dan keluar dari toilet..


tercium begitu menyengat harum farfum yang di gunakan Vendra dan sangat dingin sekali wanginya.


" apa kau menggunakan farfum ? " tanya Maira setelah keluar dari toilet dengan pakaian yang dia gunakan


" iya.. apa kau suka ? "


" wanginya sangat kuat ... "


" aku sangat menyukai saat kamu menyadari hal itu . "

__ADS_1


bersambung


__ADS_2