Harus Bagaimana

Harus Bagaimana
keluarga sederhana


__ADS_3

Mentari mulai menampakan sayapnya kala seorang gadis kecil mengayunkan langkahnya kearah sekolah dimana ia menuntut ilmu, dengan senyum yang gembira disertai nyanyian sepanjang jalan diujung desa tempat tinggalnya



Ayudia sanita nama gadis penuh semangat yg selalu ceria, walau tak seperti kebanyakan anak yang lain,yang hidup penuh dengan kemewahan dan ayu sebaliknya


walau tak pernah diantar ke sekolah dan hanya membawa bekal seadaanya ayu selalu bersyukur atas apa yang Tuhan berikan padanya dan keluarga.


waktu belajar telah usai menuntun anak anak untuk pulang ke rumah masing masing


dijalan arah pulang, ayu disapa teman sekelasnya yang diantar jemput menggunakan motor, ia adalah Lina anak tunggal dari seorang pemborong


"ayu ayo ikut naik motor bapakku saja,biar diantar sampai rumah" sapa Lina

__ADS_1


"gak usah Lina aku jalan aja, lagian kan udah dekat juga koq" jawab ayu sambil tersenyum


" ya udah aku duluan yah, dada"ucap Lina sambil melambaikan tangan


tak jauh dari posisi ayu seorang sahabat karib ayu berlari sambil berteriak


"ayu,,,


"eh ika,, maaf aku tadi ngobrol sama lina, kan kamu tau Lina bawa motor jadi suaranya bising jadi gak denger kalo kamu manggil, maaf ya" sambil menangkup kedua tangannya didepan dada.


dan melanjutkan perjalanan meraka menuju rumah masing-masing.dipersimpangan jalan mereka berpisah, walau berbeda jalan namun sebenarnya rumah mereka sejajar hanya saja terpisah sawah warga yang berada ditengah pemukiman penduduk.


"ah, lelahnya" ucap ayu sambil melepaskan sepatu yang telah usang, dengan warna yang telah memudar

__ADS_1


"assalamu'alaikum,mbak aku pulang" ucap ayu sambil membuka pintu


"udah pulang yu" sapa si mbak yang numpang tinggal disebelah rumah ayu


"iya mbak, aku masuk dulu ya"


sambil berlalu meninggalkan si mbak yang sedang menggendong anaknya


Saat memasuki rumahnya wangi semerbak bunga yang selalu disiapkan dimeja tamu membuat hati ayu nyaman dan tenang, walau hanya berdinding papan dan beratapkan seng, bagi ayu dan keluarga merupakan hunian yang mewah,bagaimana pun di rumah ini la tempat mereka berteduh dari panas dan hujan, tempat ayu dan saudaranya lahir dan dibesarkan dengan kasih sayang dan cinta oleh kedua orang tua yang hanya seorang petani kecil, bagi ayu kedua orang tuanya sangat sempurna walaupun memiliki kehidupan yang serba kekurangan dalam hal materi tapi mereka tidak kekurangan dalam hal cinta keluarga


ayu merupakan anak bungsu dari empat bersaudara,saudara pertama laki-laki telah menikah dan tinggal jauh di kota, saudara kedua perempuan juga sudah menikah memiliki kehidupan yang lumayan kaya dibandingkan warga desa yang lain, bahkan anak pertamanya tak jauh berbeda usianya dengan ayu hanya berbeda 2 tahun, bahkan bersekolah disekolah yang sama,saudara yang ketiga juga perempuan yang kebetulan juga tinggal di samping rumah orang tuanya yang selalu menjadi tempat ayu bercerita serta bersenda gurau


hari sudah mulai petang saat kedua orang tua ayu pulang dari ladang yang berada di bukit tak jauh dari desa, ayu menyambut serta membantu emak mengeluarkan peralatan makan dan berkebun dari keranjang yang emak bawa,lalu bersiap untuk memasak sayuran yang di petik emak dari hasil berkebun yang ditanam diladang.

__ADS_1


__ADS_2