Harus Bagaimana

Harus Bagaimana
izin kerumahmu


__ADS_3

waktu telah menunjukkan pukul 02.00 wib saat mereka sampai di rumah ayu, walaupun cuaca sangat panas namun bagi abdullah tidak mengapa asalkan bisa bersama gadis pujaannya


"udah pulang dek" sapa mbak Mia setelah mendengar pintu rumah terbuka


"iya mbak" jawab ayu


"eh ada teman kamu yu" "Hai" sapa mbak Mia pada abdullah


"Hai juga, saya abdullah teman sekelas ayu kak" jawab abdullah sambil mengulurkan tangan untuk sekedar bersalaman


"oh, saya mbak Mia kakaknya ayu" sambil membalas uluran tangan Abdullah


"kamu dari kampung mana?? " tanya mbak Mia


"aku dari kampung rambutan mbak" jawab Abdullah sambil tersenyum melihat keponakan ayu yang lucu


keponakan ayu tertawa memamerkan gigi yang baru tumbuh membuat Abdullah semakin gemes melihatnya


"anak ke berapa mbak?? " tanya Abdullah


"anak kedua" jawab mbak Mia "yu kok temannya gak dikasih minum sih kan panas banget Cuacanya"


"iya mbak bentar" jawab ayu dari dalam rumah


"silahkan di minum" tawar ayu sambil meletakkan air putih di atas meja yang berada di teras.

__ADS_1


Abdullah terpesona melihat penampilan ayu selepas menggunakan pakaian sekolah, ayu terlihat lebih dewasa meski usia baru berusia 13 tahun beberapa bulan lagi


"oh iya makasih yah" jawab Abdullah sambil tersenyum dan mengalihkan perhatian dari si ayu


"oh iya mbak beberapa hari ini aku mau minta izin sering kesini sebab aku dan ayu satu tim melakukan tugas yang diberikan bu aisyah, hingga kami benar-benar bisa menguasai naskah dari bu aisyah" jelas Abdullah dengan panjang lebar


"kalian ada tugas kelompok gitu maksudnya" tanya mbak Mia


"yah hampir kayak gitu mbak, tapi ini lebih ke naskah percakapan, kayak drama mbak" jelas ayu


"ya udah gak papa kok, mbak bakal temenin kalian pas lagi latihan, biar gak jadi fitnah" saut mbak Mia yang menyadari tingkah adiknya yang biasanya kurang nyaman jika bersama lawan jenis, hingga menimbulkan rasa aman di hati ayu setelah mendengar ucapan dari kakaknya


"kalo gitu aku permisi ya mbak" "besok sepulang sekolah aku kesini lagi buat latihan" ucap nya untuk pamit undur diri dari rumah ayu


"makasih yah udah ngantarin ayu" ucap mbak Mia sambil melambaikan tangannya


setelah Abdullah tak terlihat lagi ayu dan mbak Mia duduk di teras


"kayaknya ada yang bakal jadian nih" goda Mbak Mia


"ish apaan sih mbak,gak usah ngarang deh" "gak mungkin banget mbak"ucap ayu sambil tersipu malu


" apanya yang gak mungkin, kayak nya dia suka deh sama kamu "


"mbak kami tuh cuma temen gak lebih" jelas ayu

__ADS_1


"temen apa demen" goda mbak Mia sambil mengedipkan matanya


"mbak kita masih kecil belum pantas buat pacaran, lagian dia juga anak orang kaya" "mana mau dia sama kita yang anak orang miskin kayak gini"lanjut ayu


" kok gitu ngomong nya dek" "mbak aja nikahnya saat usia mbak 16 tahun"jelas mbak Mia


" itukan dulu mbak, kan sekarang beda lagi jaman udah berubah gak bisa disamain dengan jaman mbak"


"kalo dulu asalkan anaknya mau menikah orang tuanya akan setuju" jelas mbak Mia


"mbak aku gak mau bahas yang kayak gini lagi ah, aku capek mau istirahat" ucap ayu


"ya udah, tapi ingat usia kamu tuh udah boleh kok buat punya teman cowok, jangan lihat buruknya aja dek, mbak gak mau ketakutan kamu sama lawan jenis buat kamu jadi belok"nasihat mbak Mia


" belok?? maksudnya??? "tanya ayu


" ya belok,suka sama....!!! "goda mbak Mia sambil berlari kecil keluar dari rumah dan pulang kerumahnya


" mbaaaaaaaak""teriak ayu kesal karena baru menyadari jika dia dipermainkan oleh kakak..


dari dalam rumah mbak Mia hanya tertawa karena berhasil membuat adiknya kesal....


tbc ya


"

__ADS_1


__ADS_2