
"maaf aku gak suka berdesakan, jadi tunggu semuanya keluar dulu" jawab ayu sambil berlalu meninggalkan abdullah
"loh kok aku malah ditinggal" sewot abdullah
"lah yang suruh berdiri di sana siapa??? ",
" yah gak gitu juga kali,di tunggu malah nyelonong pergi"sambil berlari mengejar ayu
"ooh gitu" ayu berlalu sambil mengedik bahu
"aku antar ya, rumah kamu dimana?? jauh gak?? " cerocos abdullah di samping ayu
"kalo nanya tu Satu-satu, aku bingung mau jawab yang mana"jawab ayu
" terserah mau jawab yang mana dulu" jawab abdullah sambil terus berjalan
"gak usah makasih,aku jalan aja" tolak ayu
"aku serius" abdullah masih kokoh dengan ucapan nya
"aku juga serius" ucap ayu
__ADS_1
"beneran ni gak mau di antar, cuaca panas loh"" abdullah berucap sambil memicingkan matanya memandang matahari
"aku duluan" sambil berlalu meninggalkan pelataran sekolah, ayu berjalan dengan tenang
namun berbeda dengan seseorang yang bersembunyi dibalik tanaman hias di dekat gerbang sekolah sambil mengepalkan tangannya menatap benci pada ayu yang sudah mencuri perhatian seorang abdullah, merupakan anak seorang dokter terkenal di kota
"lihat saja aku akan membuat perhitungan sama kamu ayu, kalo kamu berani merebut abdullah dariku" ucap seorang gadis dibalik tempat persembunyian nya
sementara itu, pemuda yang baru pulang sekolah begitu semangat memasuki rumah tua sang nenek sambil berdendang ria,dengan senyum manis dibibirnya yang membuat sang nenek penasaran akan hal itu
"ehemz," seraya membenarkan letak kacamatanya nenek mencoba mencuri perhatian sang cucu
"eh', nenek"sambil mendekat dan menyalami sang nenek
" insha Allah betah nek"ucapnya sambil terus tersenyum
"kayaknya senang bener cucu nenek, ayo cerita sama nenek ada hal apa hingga senyum cucu nenek mengembang begitu merakah" goda sang nenek
"gak ada si nek, cuma tadi aku dapat teman yang mandiri banget nek,manis lagi" sambil teringat akan senyuman seseorang
"manis??? " ucap nenek
__ADS_1
"iya nek manisss banget"
"artinya cewek ya" pancing si nenek lagi
"iya nek,,, eh kok aku malah cerita sih sama nenek "" ucapan abdullah dengan wajah yang merona
"gak usah malu gitu, nenek senang kalo kamu mau bercerita sama nenek tanpa beban artinya nenek berarti dimata kamu" ucap nenek sambil mengelus tangan sang cucu
"nek, bagiku nenek sangat berarti gak ada yang lebih berarti daripada nenek, " sambil membalas dan memeluk nenek yang mau merawatnya saat sang ayah terpuruk akan kepergian sang istri tercinta, karna penyakit yang menggerogoti ibu nya hingga napas terakhir
"ya udah sekarang kamu ganti baju, makan terus istirahat, nenek mau kembali ke kebun " ucap nenek melepaskan pelukan sang cucu "iya nek" "oh iya nek,boleh gak aku susul nenek ke kebun"
"boleh tapi jangan lupa sholat dulu, baru boleh susul nenek"
"oke nek" sambil mengacungkan jempolnyo
setelah melakukan aktivasi yang diucapkan sang nenek abdullah pergi ke samping rumah dimana kendaraan roda dua di parkirkan,
"baru pukul 1 siang aku akan pergi ke kebun nenek saja ah" gerutu abdullah
"bik aku mau susul nenek ke kebun,aku pergi dulu" pamit abdullah pada asisten rumah tangga yang bekerja dirumah nenek
__ADS_1
tak berapa lama akhirnya abdullah sampai di kebun sang nenek dimana disana merupakan perkebunan buah yang sangat subur, ternyata hari ini merupakan jadwal pemberian antiseptan pada tanaman nenek sehingga nenek kembali ke kebun setelah sholat dzuhur,