Hati Tak Pernah Salah

Hati Tak Pernah Salah
Hati Tak Pernah Salah - 1


__ADS_3

Satu bulan berlalu tring... tring...tring panggilan telepon dari ayah


"Halo ayah ada apa?"


"Vesya lamaran kerja yang kamu titipkan sama ayah bulan lalu sudah ada panggilan, tadi ayah dikasih tau pak Jo katanya kamu bisa interview tinggal nunggu telepon dari manager admin"


"Alhamdulillah ayah serius?" benar-benar bahagia dan penuh syukur awal karir didepan mata.


waktu menunjukan jam dua sore tring..tring "Wah siapa nih nomornya bukan nomor telepon biasa jangan-jangan panggilan kerja" gumamku penuh harap. Dengan hati-hati saya jawab teleponnya


"Halo selamat sore dengan siapa saya bicara?"


"selamat sore apa benar ini dengan mba Vesya?"


"Iya benar ini siapa ya..?"


"Saya pak Slamet dari PT DWI JINGGA, mba Vesya besuk bisa datang kekantor untuk interview kan?"


"Oh.. baik pak saya bisa jam berapa ya interviewnya?"


"jam sembilan pagi ya mba. Saya tunggu kehadirannya besok, selamat sore"


"baik pak terimakasih, selamat sore."


Begitu bersyukur sampai-sampai nga bisa tidur, nga sabar nunggu besuk. Dengan penuh keyakiyan menguatkan mental dan berusaha percaya diri. Mencoba berbagai cara untuk bisa tidur lebih awal akhirnya terlintas dipikiran besuk pakai baju yang mana, bajuku kan kasual semua ngga ada yang formal dan elegan. Akhirnya pagi-pagi sudah siap-siap pergi kepasar.


"Yah, Vesya pergi sebentar ya..?"


"Vesya mau kemana? jangan jauh-jauh kamu kan belum hafal jalanan surabaya hati-hati Vey!"


"Iya, ayah tenang aja Vesya pergi ya, o iya nanti jangan lupa anterin Vesya interview ya, Vesya berangkat yah."


"iya Vesya."


Setelah keliling pasar akhirnya nemuin baju yang pas warna biru dongker sepertinya cocok. Mudah-mudahan lancar aamiinn.


Jam mulai menunjukan angka delapan wah, udah waktunya berangkat nih ngaca dulu deh.

__ADS_1


"Ayah, ayah sudah telepon taxi belum?"


"Sudah, supir bilang masih diperjalanan sebentar lagi sampai. Vesya sudah siap, ngga ada yang ketinggalan kan?"


"Emmm... ngga ada kok yah, Vesya sudah siap. Yah doain Vesya ya mudah-mudahhan diterima kerja"


"Iya nak... selalu ayah doakan."


Tin..tin.. sepertinya taxi yang ayah pesan sudah sampai.


"Yah, ayo kita berangkat taxinya sudah sampai tuh"


"Iya ayo berangkat."


Dalam taxi aku merasa deg-degkan mungkin karena ini pertama kalinya, dan ini pekerjaan yang saya impikan, wajar saja aku gugup. Ayahpun dalam taxi juga diam saja kelihatannya mengingat-ingat jalan karena ayahpun ngga seberapa hafal kantornya. Setengah jam perjalanan akhirnya sampai, wah.. makin gemeteran jantung hampir copot rasanya.


"Ayah, tungguin Vesya disini ya jangan pulang dulu!"


"Iya, sudah cepetan naik jangan lupa berdoa dulu!"


"Iya yah."


"Permisi, saya mencari Pak Slamet, pak Slametnya ada?"


"Ada mba sebentar saya panggilkan."


"Baik, terimakasih"


setelah beberapa menit menunggu.


"Mba, sama pak Slamet disuruh nunggu sebentar di sini. Silahkan masuk"


"Oh.. terimakasih"


Lagi-lagi menunggu, baiklah aku akan bersabar menunggu. Uh... lama banget jadi interview ngga sih, sudah satu jam nunggu loh. Hati ini benar-benar tidak berhenti ngedumel lama, lama, lama sekali. Ngga lama kemudian pintu terbuka saya lihat, oh.. mungkin ini yang namanya Pak Slamet beliau tersenyum ramah padaku, membuatku merasa lega karena sedikit nyaman.


"Mba Vesya ya? selamat pagi"

__ADS_1


"Iya pak selamat pagi"


"Langsung saja ya saya tanya-tanya. Mba Vesya sebelumnya pernah kerja dimana? sembari menjawab silahkan isi formulirnya!"


"Baik pak, saya belum pernah bekerja saya baru lulus SMK tahun ini jadi belum memiliki pengalaman apapun."


"Baiklah mba Vesya, saya jelaskan dulu tugas-tugas yang ada disini sebagai admin. Mba Vesya harus bisa mengoperasikan komputer, membuat dokumen-dokumen untuk penagihan, nanti akan saya ajarkan jika mba Vesya diterima, sekarang mari ikut saya untuk tes."


"Baik pak"


serangkaian testpun berlalu, akhirnya saya bisa kembali pulang kasian ayah nungguinnya lama. Belum tau ya ketrima atau ngganya masih akan dikabari lagi. Sedih sih tapi masih berharap diterima.


"Ayah, ayo kita pulang Vesya udah selesai interviewnya."


"Gimana Vey diterima?"


huft... menghela nafas panjang.


"Belum tau yah nanti akan dikabari lagi, maaf ya yah sudah lama nungguin Vesya"


"Ngga papa nak. Itu taxi sudah datang ayo pulang!"


hanya mengangguk dengan wajah cemas.


Siangpun berlalu begitu saja tidak terasa sudah waktunya kembali ke kos, huft...kesal sekali, tapi ya sudahlah dibikin santai dulu mandi setelah itu makan dan tidur.


"You have a massage" eh.. ada pesan masuk dari siapa nih, nomor ngga dikenal.


"Saudara Vesya anda diterima kerja, besok anda sudah bisa mulai bekerja pukul delapan pagi usahakan sudah sampai dikantor PT DWI JINGGA. Sekian trimakasih."


Seriusss... Aku diterima yess besuk bisa kerja ngga akan nganggur lagi deh.


Nanti aja kasih tahu ayah, sekarang mau mandi dulu. Setelah selesai mandi dan makan, aku melihat ponsel jam berapa sekarang, oh.. udah jam tujuh malam telepon ayah deh.


"Halo ayah, yah tadi aku dapat sms dari PT DWI JINGGA, katanya aku diterima, besuk sudah bisa mulai kerja."


"Bagus kalau gitu, besok yang semangat ya hati-hati dalam melangkah. ingat pesan ayah kejujuran adalah modal utama"

__ADS_1


"Siap ayah, ya udah teleponnya Vesya tutup dulu ya, Vesya mau tidur awal biar besuk ngga ngantuk dikantor. See you yah"


"Iya nak."


__ADS_2