Hati Tak Pernah Salah

Hati Tak Pernah Salah
Hati Tak Pernah Salah - 3


__ADS_3

"You have a massage" eh ada pesan dari siapa nih nomor tidak dikenal.


"Hay, ini Vesya ya?"


"Iya, ini siapa?"


"Kenalin aku Gio, aku dapet nomor teleponmu dari FB"


"oh... baiklah" jawabku singkat.


"Vesya, bolehkan aku menjadi temanmu?"


Aku tertawa membacanya, mmm... lumayan sopan lah ya.


"Boleh saja hanya sekedar teman."


setelah itu kamipun saling berkenalan satu sama lain ketika sudah saling mengenal kami tanpa ragu untuk basa basi sekedar menghidupkan suasana agar tidak begitu bosan.


Gio itu orangnya gokil, bikin ngakak terus selain itu dia juga suka gombal untuk sekedar menghapus penatku. Aku mulai bersyukur mengenalnya mungkin Tuhan berharap aku tetap bahagia dalam kesendirianku, setelah adanya Gio hidupkupun mulai sesikit berwarna. Sampai seketika,


"Trit....trit...trit"


Gio ngapain telepon


"Halo, ya ada apa?"


"Vey besok ada konser di alun-alun kota. Ayo besok malam kesana?"


"Hah... jam berapa? emang siapa yang manggung? kalau terlalu malam aku ngga berani, takut dimarahin ayah."


"Besok ada konsernya Iwan Fals keren aku fans beratnya. Ayo dong temenin aku ya plissss"


"Emang jam berapa?"

__ADS_1


"Jam tujuh kita berangkat kok, besok aku jemput janji pulangnya ngga akan kemaleman"


"Ha...ha...ha okay deh, ntar coba aku izin ayahku dulu"


"Beneran ya usahain ikut, awas kalau ngga ikut"


"Yah... apaan, ya ntar aku kabarin lagi deh"


menjawab dengan nada sedikit kesal.


Sebenarnya ngga begitu pengen, tapi bosen juga dirumah terus ngga apa-apa kayaknya kalau aku itu. Coba izin ayah ah,


"Ayah, ayah dimana Vesya pengen ngomong"


"Iya Vey ada apa? ayah lagi benerin kran kamar mandi."


akupun berjalan ketempat ayah.


"Yah Vesya besuk boleh izin pergi nonton konser Iwan Fals ngga?"


"Ayah jangan terlalu khawatir, Vesya sama teman Vesya kok yah. Namanya Gio Vesya sudah lumayan lama mengenalnya, anaknya baik bertanggung jawab. Boleh ya yah sekali ini saja"


dengan wajah sok imut membujuk ayah.


"Asalkan bertanggung jawab ayah izinin, tapi ingat pulang ngga boleh lewat dari jam sepuluh malam. Mengerti! dan lagi besuk suruh temanmu menjemputmu disini."


"Iya yah makasih banyak, ayah yang terbaik


kalau gitu Vesya kasih tahu teman Vesya dulu"


Setelah dapat izin dari ayah akupun langsug kabarin Gio.


"Aku tadi udah izin sama ayah, ayah bilang boleh asalkan pulang ngga lebih dari jam sepuluh malam. Dan juga kamu harus jemput kerumahku"

__ADS_1


"Yess... okay boss Vesya siap"


ihh apaan sih ini anak ngga jelas banget.


Setelah selesai chat sama Gio akupun nyari-nyari baju buat dipakai besok, biar ngga seberapa malu kalau jalan keluar. Mmm... sepertinya memakai ini cocok, ini pertama kalinya aku bertatap muka sama Gio meski kita teman gokil tapi juga harus memberikan kesan baik, karena bagaimanapun dia yang membuatku memiliki sedikit gairah untuk bisa bahagia dan mengisi hari selain bekerja.


Pagipun tiba saatnya bersiap pergi kekantor


"Ayah, Vesya berangkat ya"


"Iya hati-hati dijalan Vey!"


"Iya yah"


Sesampainya digerbang kantor aku berpapasan sama anak bengkel dia menyapaku


"Mba.."


aku hanya membalas dengan senyuman, kemudian langsung naik keatas. Uh... hari ini kerjaanku mulai banyak. Seneng sih jadi ngga ada waktu nganggur. Bahkan ponselku pun ngga henti-hentinya berdering berhubungan dengan orang-orang penting.


"Vey, coba kesini sebentar!"


Panggil pak Slamet. Aku pun langsung menghampirinya


"Ada apa pak?"


"Tolong kamu kirim dokumen ini kealamat ini ya untuk minta tanda tangan"


"Baik pak."


"Vey, tolong kamu kirim email ke pak Aris ya perihal akuisisi lahan SITAC!"


Panggil pak Udi manager keuangan.

__ADS_1


"Baik pak."


Begitu banyak pekerjaan hari ini sampai-sampai ngga terasa jam istirahat tiba. Uhh, akhirnya bisa santai.


__ADS_2