
"Kupikir kau sudah, melupakan aku.
ternyata hatimu, masih membara untukku.
waktukan berlalu, tapi tidak cintaku.
dia menunggu untukmu, untukmu.
aku milikmu malam ini, kan memelukmu sampai pagi.
Tapi nanti bila ku pergi, tunggu aku disini". Lirik ini adalah lirik favoritku.
Lagu ciptaan Iwan Fals ini begitu menyentuh, bahkan hanya membaca liriknya sudah membuatku terenyuh. Semenjak konser, kini aku mulai mengoleksi lagu-lagu ciptaan Iwan Fals, dan kesalnya jadi alasan untuk keingat Gio. Gio ya, cowok gokil yang membawaku keluar dari duniaku yang dingin.
Weekend berlalu begitu cepat, kini saatnya mulai aktivitas seperti biasa. Bangun pagi, pergi kerja hari ini kerjaanku banyak sekali banyak dokumen yang belum aku kirim.
"Vesya, dokumen SITAC sudah ditanda tangi belum?" tanya pak Udi
"Sudah pak, tapi dokumen belum dikirim kembali, nanti saya akan menghubungi yang bersangkutan".
"Ok, jika dokumen sudah sampai tolong segera kirim ke TBG ya Vey!"
"Baik pak"
oh may, kapan ini selesai mudah-mudahkan dokumennya ngga ada yang perlu direvisi, mudah-mudahan semuanya lancar biar cepet kelar cepat ganti SITAC baru yang lebih sederhana.
"Vesya, ini ya buat dokumen baru untuk semua SITAC ini, karena kita perlu acc TBG"
__ADS_1
Pak Aris mengantarkan setumpuk dokumen SITAC ke meja kerjaku. Oh may aku ingin nangis, satu SITAC aja belum selesai, sekarang dikasih SITAC sebanyak ini.
"Ah, baik pak akan saya kerjakan"
"Jangan lupa kamu cek satu-satu jangan sampai ada keganjalan, karena nanti kalau ada yang tidak sesuai dengan keinginan TBG SITAC ini akan sia-sia dan harus mencari lahan baru. Ini akan memerlukan waktu lama lagi sedangkan kita sudah ditarget dalam sekian bulan harus dapet sekian. Jika ada yang tidak sesuai langsung bilang saya ya!"
"Baik pak, saya mengerti"
Jawabku sambil tersenyum paksa.
Akupun langsung mengecek satu-satu dokumen SITAC sejauh ini aman-aman aja tapi masih ada dua dokumen yang belum aku cek. Aku ngerjain yang empat ini dulu aja biar ngga seberapa numpuk dimejaku. Setelah selesai membuat dokumen, dokumenpun langsung aku serahkan ke pak Aris untuk ditanda tangani setelah ini tinggal tahap kirim ke TBG untuk minta tanda tangan lanjutan. Tak terasa saking sibuknya jam istirahat tiba, untuk ngrifresh pikiran aku dengerin musik selama jam istirahat aku tertidur sambil terlarut dalam alunan lagu.
"Mba Vesya, bangun ini aku punya undangan pernikahan. Datang ya!" pinta mba Nana salah seorang karyawan kantor
"Eh, iya mba. Wah selamat ya akhirnya menyudahi masa lajang" jawabku sambil tersenyum. Aku berusaha bisa membaur dengan teman-teman kantor untuk memudahkan pekerjaanku juga, karena kalau sampai berselilisih akan canggung.
"Vesya, Kamu datang sama siapa keacaranya mba Nana?"
"Eh, mba Asty ngga tahu mba. Aku ngga punya teman buat pergi, kalau pergi sendiri takut ga sampai tujuan" jawabku dengan ragu-ragu.
"Teman-teman, Vesya ngga ada teman pergi, ayo kita carikan teman untuknya" suara mba Asty terdengar satu ruangan. Oh may, malu banget aku
"Ha ha ha ah, ngga usah mba, nanti saya coba cari sendiri"
"Vey santai saja, aku pasti cariin kamu teman biar bisa datang. Sebentar aku tak menghubungi anak bawah siapa tahu ada yang sendiri. Lagian di kantor ini laki-laki banyak yang jomblo loh, he he he"
nada yang meledek.
__ADS_1
"Ah, iya mba makasih" jawabku sambil tersenyum tipis.
Setelah riuh mencarikanku teman untuk pergi, aku melanjutkan kerjaanku masih ada dua SITAC yang belum aku cek. SITAC yang ini masih sangat banyak kekurangan dokumennya ngga lengkap. Akupun mencatat semua kekurangannya dan menyerahkannya ke pak Aris.
"Pak SITAC ini masih begitu kurang. Dokumennya masih belum saya buatkan, tolong dilengkapi kekurangannya ya pak" pintaku dengan sopan. Setelah itu aku kembali kemeja kerjaku melanjutkan membuat dokumen yang bisa dikirim TBG Jakarta. Huh, akhirnya dokumen ini kelar tinggal nunggu balik. Aku melihat jam ternyata sudah waktunya pulang.
"Vey, aku sudah dapat"
suara mas Riky bagian keuangan.
"Dapat apa mas?, aku mau pulang nih"
"Dapet teman untuk nemenin kamu pergi keacaranya mba Nana"
"Siapa memangnya?" tanyaku sedikit penasaran.
"Anak bengkel bawah, namanya Vino. Tadi aku tanya katanya dia juga sendiri, ini nomor WAnya nanti kamu hubungin sendiri ya!"
"Ha ha, okay makasih mas" tartawa malu.
Setelah itu akupun pulang, taxi sudah menungguku dibawah. Sesampainya dirumah aku langsung bersih-bersih dan makan, hari begitu melelahkan.
"You have a massage" oh Gio
"Vey, besok mau jalan-jalan ngga?"
"Enggak deh, aku banyak kerjaan dikantor. Capek jadi pulang kantor mau langsung pulang. Lain kali aja ya" jawabku santai.
__ADS_1
"Oh, ya sudah ok ngga apa-apa".