
Malampun berlalu, sekarang jam sudah menunjukan pukul enam pagi. Sudah saatnya untuk siap-siap perjalanan lumayan jauh kekantor, apa aja ya yang sekiranya perlu aku bawa, buku sudah, bolpoint, laptop. Ok semua sudah ready. kruk..kruk uhhh laper beli makan dulu deh.
Hari pertama bekerja ngga boleh kelaperan nanti bisa menganggu konsentrasiku. Jam berapa sekarang? astaga jam tujuh lebih lima belas, harus cepet makannya.
Tint...tint.. taxi
oh taxiku sudah datang syukurlah, dalam perjalanan masih agak gugup, tapi berusaha menahannya. Sesampainya di kantor ditunjukin oleh salah seorang tempat dudukku. hemm.. nyaman eh ini gimana nyalain komputernya saking gugupnya jadi salah tingkah.
"Vesya kamu belajar membuat dokumen ya buat serapi mungkin, nanti kalau sudah selesai kasih kesaya untuk diperiksa!"
"Baik pak, pak maaf gugup gimana nyalain komputernya?"
"uhh... dasar bodoh gini aja ngga bisa, kamu pasti bakal diraguin Vesya." gumamku dalam hati. Akhirnya semua tugas sudah terselesaikan dengan baik sebentar lagi jam istirahat,
"aku kan ngga bawa bekal, beli dimana nih" gumamku dalam hati"
"Vesya kamu ngga makan?" tanya salah seorang teman kantor
"Enggak mba aku lupa ngga bawa bekal nih mau beli juga jauh ngga ada motor." jawabku santay.
"Mba Vesya ngga makan, ayo makan sama saya tadi saya masak lumayan banyak mba" tawarnya OB
"Makasih mas, ngga usah saya masih kenyang juga kok."
"Benar ngga laper?"
__ADS_1
"Iya mas, trimakasih tawarannya."
Jam istirahatpun berlalu empat jam lagi waktunya pulang. Uhhh.. boring juga karena masih baru kerjaan yang dikasihpun masih sedikit-sedikit, jadinya kerjaan kelar nganggur lagi. Main handphonepun masih canggung takut belum tau banyak peraturan disini. Main komputer aja deh cari-cari gambar buat pajangan, lumayan bisa buat cuci mata. Ada yang bilang menyukai warna pink itu tipikal yang lembut, dan mudah tersentu entah kenapa apapun paling suka warna pink yang kalem bukan yang nyentrong. Mudah-mudahan jadi wanita yang lembut juga seperti pink ini he..he..he.
"Vesya kamu ngga pulang? ini sudah waktunya pulang loh" tanya pak Slamet
"Oh.. iya pak ini saya lagi siap-siap, duluan saja pak." sambil senyum sungkan
Akhirnya pulang juga, meskipun dikantor ngga ngapa-ngapain tapi menunggu jam berjalan juga membuatku lelah, dimana-mana sesuatu yang menunggu itu benar-benar membuatku lelah "fiuh".
"Taxi..." teriakku
"Mau kemana mba?"
"Ke perumahan MA II ya pak"
"Lah bapaknya bisa saja, ngga perlu pacar pak." jawabku sedikit kesel
Selama perjalanan aku pakai main handphone biar terasa cepat, ngga sampai setengah jam sudah sampai ketempat tujuan
"pak makasih ya, ini uangnya"
"iya mba sama-sama"
"Ayah Vesya pulang, ayah sudah makan belum?"
__ADS_1
"Sudah vey, gimana tadi dikantor lancar?"
"Lancar sih yah, cuma banyak nganggurnya jadinya Vesya bosen, tapi ngga apa-apa orang sana ramah-ramah kok yah, jadi Vesya lumayan nyaman. O iya yah Vesya laper nih tadi dikantor ngga makan ngga bawa bekal, selain itu tempat makan juga jauh-jauh, ada makanan buat Vesya ngga yah?"
"Ada itu dimeja kamu makan dulu aja nanti setelah makan Vesya istirahat aja, Bunda sudah kamu kabari nak kalau kamu sudah mulai kerja hari ini?"
"Belum yah, habis ini Vesya telepon bunda deh."
"Iya nak."
Setelah selesai makan akupun menghubungi bunda untuk menyampaikan berita gembira ini.
"Tut..tut...tut"
"Halo Vesya, bagaimana apa kamu sudah diterima kerja nak?"
"Sudah bunda, bahkan hari ini sudah mulai bekerja, makasih ya bunda berkat doa dari bunda Vesya diterima"
"Iya nak, memang itu sudah seharusnya bunda lakukan. Mendoakan yang terbaik untuk anak bunda yang paling bawel."
"Ih... bunda apaan sih, aku paling imut tau"
nadaku meledek
"Ha..ha..ha iya nak, oh iya bunda lupa, bunda mau lanjut masak dulu ya nanti bunda telepon lagi, sampai jumpa Vesya"
__ADS_1
"Iya bunda i love you"
"Bunda juga sayang".