Hati Tak Pernah Salah

Hati Tak Pernah Salah
Hati Tak Pernah Salah - 6


__ADS_3

Sesampainya dirumah aku mandi kemudian makan bersama ayah setelah itu langsung naik kekamar untuk rebahan dan istirahat. Sambil relaxsasi aku teringat omongan mas Riky "nanti kamu Wa sendiri ya Vey!". Uh... gengsi sih sebenarnya, tapi mau gimana lagi aku yang perlu. Setelah aku fikir-fikir akhirnya aku Wa dia.


"Mas, ini aku Vesya orang atas. Mau tanya masnya kepernikahan mbak Nana diundangkan ya?"


Lama ngga dibalas aku ngantuk akhirnya akupun ketiduran.


"Vey, Vesya bangun nak makan malam dulu" panggil ayah dibawah. Akupun terbangun dengan sedikit kaget.


"Iya yah, ayah makan duluan aja ya" jawabku pelan. Bangun langsung lihat handphone, ternyata sudah ada balasan dari mas Vino.


"Oh, mbak Vesya ya? iya saya juga diundang."


"Mas ke pernikahan mbak Nana aku boleh bareng nggak? aku belum tau mana-mana, aku juga takut sendirian." pintaku dengan sedikit ragu, takut kalau ia udah ada boncengan.


"Boleh, kebetulan aku juga sendiri nanti kesananya pakai motormu aja ya" jawab Vino


"Oh, iya makasih mas" jawabku girang.


Mulai dari sini semua berawal kisah cinta yang penuh liku dan perjuangan dengan mengandalkan kata hatipun dimulai. Aku ngesave nomor Vino, sepertinya Vino pun begitu karena setiap kali aku bikin story ia selalu nanggepin storyku. Salah satunya hari ini aku update status ngepost foto yang sedikit imut, ia langsung nge Wa.


"Mbak Vesya lagi apa?"


"Lagi santai aja sambil ngecekin dokumen, mas Vino lagi ngapain?" tanyaku balik.


Kala itu aku belum tau yang namanya Vino itu yang mana. Kata orang-orang ia itu ganteng, tinggi. Tapi dalam benakku aku bingung orang bengkel yang mana ya? hahaha ...ketawa sambil dengerin ocehan teman-teman.

__ADS_1


Tring... Wa dari Vino


"Ini lagi ngerjain mobil, makan siang dimana mbak?"


"Disini aja, kan aku bawa bekal hehe" jawabku santai.


Karena kita sama-sama sibuk jadi Wanya berhenti. Banyak banget ini dokumen yang harus revisi kenapa bisa salah coba. Ketika itu akupun mulai sedikit frustasi ini harus revisi dan datang lagi dokumen yang ruwet banget. Oh Tuhannn haruskah ini aku sendiri yang mengatasi, kenapa hanya aku admin SITAC.


"Vesya" panggil pak Aris


"Iya pak?" jawabku sambil berdiri


"Cepat revisi dokumen yang harus direvisi biar cepat selesai!"


"Baik pak" jawabku sambil menghela nafas.


"Vesya, sini kita makan sama-sama!" panggil teman-teman.


"Iya mbak." jawabku santai


aku menghampiri mereka sambil bawa handphone. Ada beberapa pesan masuk dari teman-teman salah satunya Gio.


"Vey, nanti jalan yuk buat lepasin lelah" ajaknya Gio dalam Wa.


Setelah aku fikir-fikir boleh juga karena memang aku juga butuh jalan-jalan.

__ADS_1


"Okay, ketemu dimana?" jawabku singkat


"Aku jemput dirumahmu aja ya nanti" jawab Gio.


"Okay" jawabku.


Tring... Pesan dari Vino


"Hem"


"Kenapa mas? kurang kerjaan ya?" jawabku menggoda.


"Haha nggak apa-apa iseng saja" jawabnya


"Apasih nggak asik banget" jawabku ketus.


"Maaf deh, mbak Vesya asli mana? boleh mengenal nggak?" tanyanya


"Boleh, aku asli pacitan disini tinggal sma ayah." jawabku seadanya


"Kalau Waan sama aku memangnya ngga dimarahin sama pacarmu?" tanyanya


"Hahaha pacar? bulan lalu baru putus" jawabku sambil tertawa kecil.


"Vey, kamu itu kenapa kok cekikikan sendiri. Kesambet ya?" tanya seorang teman.

__ADS_1


"Iya dari tadi nggak menganggap kita ada, padahal makan bareng" sahut yang lain.


"Maaf mbak mbak, ini lo temanku pada bikin lawakan" jawabku sambil tertawa.


__ADS_2