
Makan siang berlalu begitu saja tanpa kenikmatan bersama karena aku asik sendiri main handphone.
Tring... Wa dari Vino
"Jangan tinggalin shalat mbak Vey" pintanya
"Haha iya-iya siap" jawabku singkat.
Setelah makan, akupun menyegerakan untuk ibadah, ibadah selesai kembali ke meja melanjutan pekerjaanku.
Tak terasa waktu berjalan begitu cepat, hari berganti hari, dan besuk adalah acara penikahan mbak Nana. Kok aku agak deg-degan ya? gumamku dalam hati. Vino? yang mana sih kok bikin penasaran, besuk aja obatin penasaranku sekarang lebih baik aku beli pakaian untuk dikenakan besuk biar terlihat sesikit menawan.
"Ayah, nanti Vesya keluar sama Gio ya?"
"Iya, jangan pulang malam!" jawab ayah dengan tegas.
"Iya yah." jawabku singkat.
Nggak lama kemudian Giopun datang ting tong...ting tong
"Iya sebentar" jawabku
Aku bergegas kebawah untuk membukakan pintu.
"Eh, masuk dulu! aku ambil tas dulu" kataku santai.
"Malam om" sapa Gio pada ayah
"Malam, Vesya mau kamu ajak kemana Yo?"
"Cuma ke mall aja kok om jalan-jalannya"
"Pulang jangan malam-malam ya" pinta ayah
"Iya om" jawabnya.
"Ayo, aku sudah siap. Yah, Vesya pergi dulu ya bye ayah"
__ADS_1
"Hati-hati sayang" jawab ayah
"Iya yah" jawabku sambil berjalan keluar.
Aku dan Gio seperti biasa becandaan, ketawa ketiwi. Sampai pada akhirnya Gio tiba-tiba ngebut dan dengan refleknya aku pegangan jagetnya.
"Kamu gila ya? ngapain ngebut aku takut" tanyaku dengan nada tinggi.
"Haha sesekali berkendara jangan lempeng-lempeng dong" jawabnya santai.
Ngga lama kemudian kitapun sampai disebuah mall Surabaya. Kita cari tempat parkir kemudian masuk, pandanganku langsung tertuju pada baju yang bagus-bagus.
"Ambil yang kamu mau! aku bayarin" sahut Gio
"Seriusan? nanti aku udah pilih banyak kamu ngga bawa uang lagi kan bikin aku malu" jawabku sambil tertawa canggung.
"Nih lihat isi dompetku cuma bayarin kamu belanja disini sama buat jajan mah cukup" jawabnya sambil nunjukin dompet dengan tampang songongnya.
"Hahaha okay-okay percaya deh situ banyak duit" jawabku sambil ketawa.
"Yo, buat kondangan bagusnya yang mana ya bantuin pilih dong!" pintaku
"Oh, kamu mau kondangan pantesan ngga nolak aku ajakin jalan, btw udah ada teman kondangan belum?" tanyanya
"Udah teman kantor ada yang sendiri, jadi aku ajakin aja barengan jawabku seadanya
"Yah, kirain belum ada. Kalau belumkan aku bisa ikut" jawabnya sambil tertawa.
"Haha iya. Ya udah mana yang bagus?" tanyaku sambil ngasih lihat beberapa pilihan bajunya.
"Mmm, ini bagus buat kamu kelihatan elegan dan anggun. Cobain dulu gih aku tunggu sini!" pintanya
Akupun mencobanya dan bagus juga pilihannya.
"Gimana bagus nggak?" tanyaku
"Wah, cantik banget. Bikin aku jadi jatuh cinta sama kamu Vey" jawabnya ngledek
__ADS_1
"Ih, apaan sih gombal" jawabku riang.
"Mbak, aku ambil yang ini ya" pintaku pada penjaganya.
"Totalnya berapa mbak?" sahut Gio
"Eh, kamu beneran mau bayarin. Nggak usah ngga apa-apa aku bayar sendiri aja Yo" jawabku sungkan.
"No no Vey. Aku aja yang bayarin" jawabnya
"Okay, makasih atas bajunya" jawabku pasrah.
Setelah kita selesai pilih baju, Gio juga minta dipilihin kemeja buat kerja. Aku bantuin ia nyari-nyari dan sepertinya ini cocok buat ia dengan karakternya yang gokil.
"Yo, sini deh ini gimana menurutmu?" tanyaku penasaran
"Ini bagus, boleh juga. Aku cobain dulu ya. Tunggu sini!" jawabnya
"Okay" jawabku
Beberapa menit kemudian,
"Vey, bagus nggak?"
"Bagus. Cocok kok ambil ini aja!" jawabku
"Okay deh. Makasih pilihannya" jawabnya.
Setelah selesai beli beberapa pakaian kita langsung menuju tempat makan. Beli beberapa makanan, kita makan sambil ngobrol. Setelah itu kita pulang sesampainya dirumah aku ngucapin terimakasih karena semua sudah dibayarin.
"Makasih ya Yo."
"Iya tuan putri sama-sama. Dah ya aku pulang dulu bye"
"Iya hati-hati" jawabku.
Sampai rumah aku langsung naik ke kamar. Ayah juga sudah tidur.
__ADS_1