
Saat ku buka mataku aku mendengar cipratan air di kamar mandi,, aku pun langsung berdiri dari tempat tidurku..
" Mati aku, kenapa bisa sampe kesiangan sih, tuan Rey, dimana dia?, " Ujarku panik..
Krek
Suara pintu terbuka, keluarlah manusia aneh itu...
Deg, mati aku....
" Maaf tuan, saya kesiangan.. " Ucapku sambil menundukan kepalaku...
" Baiklah hari ini kau ku maaf kan, sekarang keringkan rambutku " Ucapnya sambil melemparkan handuk kecil padaku...
" Baik tuan, ".. Jawabku
Tuan Rey pun duduk di sofa, aku pun mengeringkan rambutnya dengan handuk kecil itu...
" Saya ambilkan bajunya dulu.. " Ucapku padanya.. Dia pun hanya mengangguk..
Huh,, suara nafasku..
Tak berapa lama tuan muda pun sudah memakai pakaian kantornya... Aku juga memakaikan sepatunya...
" Ayo sarapan dulu " Ucapnya padaku..
Aku hanya menganggukan kepalaku sambil tersenyum padanya..
Kami pun berjalan menuruni tangga menuju ruang makan, terlihat sudah ada Steven, kak there, ibu dan juga laki-laki yang mungkin suaminya kak there...
" Pagi Rey " Ucap kak there padanya
Seperti biasanya manusia es itu hanya menganggukan kepalanya tanpa mengeluarkan satu patah kata pun..
Apa mulutnya memakai lem, kenapa dia tidak bisa bersikap baik sedikit pun... Ujarku dalam hati
" Pagi kakak ipar " Ujar Steven pada ku..
Disusul dengan tatapan tajam dari ibu mertua..
__ADS_1
" Pagi " Jawabku sambil tersenyum pada semuanya..
Tuan Rey pun duduk di kursi nya...
Steven pun berdiri dan menoleh kepadaku..
" Kakak ipar kau duduk disini saja dekat dengan kak Rey, biar aku yang duduk disana " Ucapnya sambil menggeser kursi untukku..
" Trimakasih stev " Ucapku sambil tersenyum...
Aku sangat bersyukur karena ternyata disini masih ada juga manusia,, maksudku manusia baik seperti Steven...
Aku menyiapkan beberapa lembar roti beserta selai nya dan menyimpannya di piring tuan Rey...
Tak berapa lama tuan rey pun selesai sarapan, dia berdiri dari tempat duduknya,, refleks tanpa menghabiskan makananku aku pun berdiri mengikuti tuan rey keluar rumah,, disana sudah ada sekertaris Rio yang membukakan pintu mobil tuan rey,..
" Maaf sekertaris Rio, Kira-kira jam berapa tuan rey pulang?? "Tanyaku padanya...
" Saya tidak bisa memastikannya nona,, " Jawabnya santai... " Kalau gitu saya duluan nona " Ucapnya sambil pergi meninggalkan ku..
Bos sama sekertaris sama saja,, gk ada bedanya... Gerutuku...
Saat aku masuk ke dalam rumah tiba-tiba ibu mertua sudah berdiri di depan pintu, hanya Tuhan yang tau apa yang akan dia lakukan... Aku berusaha cuek menanggapinya,, tapi dia malah menghadang ku..
" Apa yang kau lakukan pada anakku hah??, kenapa dia mau menikahi wanita kampungan seperti mu?? " Tanyanya seakan menuduhku melakukan hal buruk pada anaknya...
Aku tau pertanyaan itu pasti akan ia tanyakan padaku, tapi kenapa dia tidak menanyakannya pada tuan rey?? Apa mungkin dia juga takut padanya?? , oh Tuhan ibu yang melahirkannya saja bisa se takut ini, apalah aku yang hanya butiran debu.... Gunamku dalam hati..
" Hey aku bertanya padamu? " Suaranya mulai meningkat.
" Apa yang ibu maksud??, kenapa ibu tidak menanyakannya sendiri pada tuan rey??, kenapa dia sampai menikahi wanita kampungan seperti ku.. " Jawabku sambil tersenyum..
Dari raut wajahnya sepertinya ibu tidak suka dengan ucapanku..
Sepertinya aku salah bicara?? Ucapku dalam hati..
" Yasudah ibu, aku kekamar dulu ya " Sambil berjalan menjauhi ibu...
Tuhannn ibu mertuaku sangat menakutkan sekali,, ucapku sambil melihat ke langit-langit Lantai...
__ADS_1
Aku pergi meninggalkan ibu mertua yang sedang mematung di depan pintu... Wajahnya memerah saat mendengar jawaban dari ku...
Sepertinya ibu mertua marah padaku... Ucapku sambil melihat ke arah kebelakang..
Tiba-tiba ada yang menabrak tubuh ku.. Brug akupun terjatuh...
" Eh maaf kakak ipar, aku tidak sengaja " Ujar stev sambil membangunkan ku
" Iya tidak papah stev,, " Jawabku sambil berdiri..
" Kenapa kakak ipar melamun? " Tanyanya
" Tidak kok, siapa juga yang melamun " Jawabku sambil menepuk bahunya.
" Oh iya kakak ipar,, berapa usia mu??, kau masih terlihat sangat muda, sepertinya aku lebih tua dari mu " Tanya nya sambil tersenyum,..
" Eh berapa ya??, usiaku baru menginjak 21 thn stev,, " Jawabku santai..
" Benarkan, aku lebih tua dari mu kakak ipar,,. " Jawabnya antusias...
Aku hanya tersenyum dibuatnya, ternyata selain dia baik dia juga sangat lucu tidak seperti kakak dan ibunya yang selalu menatap tajam wajahku...
" Oh iya kak, aku boleh bertanya sesuatu?? " Ujarnya sambil merasa bingung..
" Iya sok aja, " Jawabku santai..
" Kakak kenal kak Rey dimana?, kenapa kakak mau menikah dengan nya?, bahkan acaranya mendadak seperti ini? " Tanyanya cepat bagaikan kereta listrik..
Seketika pipiku memerah mendengar pertanyaan nya, aku jadi teringat malam itu, ya malam yang sangat panjang..
" Kakak ipar " Kejutnya
" Eh iya kenapa?? " Tanyaku sambil tersadar dari lamunanku..
" Kamu tadi ngomong apa?? " Tanya ku sambil melihat stev..
" Yasudahlah gak jadi " Jawabnya seperti frustasi..
" Hehe,, aku ke kamar dulu ya stev.. " Ucapku sambil meninggalkannya...
__ADS_1
......
Bersambung.......