
Masa lalulah yang membuatku memikirkan masa depan.
Bisakah masa depan mengikhlaskan masa lalu ?
Ferry Sanders~
Keterpaksaan yang membuatku tak mampu mengelak,Tidak menerima keadaan membuktikan ku tak bisa berdamai meski ku ingin.
Kuingin melupakan sakitnya membiarkan kenangan manisnya,namun ku terlalu terikat hingga tak terpikat.
Bukan ku tak bisa berubah,namun egoku yang membuat kian memarah.
Bisakah ku obati rasa ini meski terlalu sakit?
~Ferry Sanders~
Aku lah yang datang untuk masa depanmu,yang tak kau pedulikan pada awal,tapi biarkan aku menghapus luka masa lalu dan meninggalkan indahnya saja.
Asyila syadzana~
Memang mencintaimu bukan tujuan awalku,namun semakin mengenalmu membuatku ingin memilikimu,entah benar rasa entah hanya ingin tau,namun semakin kusadari semakin sakit,membuat ku tersadar bahwa benar aku mencintaimu.
Tinggal bagaimana membuat asa mu menjadi rasa untukku.
__ADS_1
Asyila syadzana~
Brukkk ! Gelap tiba-tiba,Ferry Sanders terkejut terbangun dari mimpinya,mimpi tersebut sudah menjadi makanan sehari-harinya selama 3 tahun ini,bayangan yang membuat dirinya tak bisa tidur dan makan dengan nyaman.Tapi begitu banyak juga kenangan yang bahkan menjadi candunya untuk dilupakan.Hatinya begitu kosong dan gelap membuat nya menjadi seorang Ferry yang lebih banyak diam dan sedikit tertawa.
Disela-sela sadarnya dia tertawa dan mengeluarkan air mata,sesakit itu lah saat dia mengingatnya.
Ferry melihat jam menunjukkan pukul 9 malam ternyata ia ketiduran selepas magrib,iapun bangun masuk ke kamar mandi membasuh wajah nya di wastafel,melihat kearah kaca penampilannya yang begitu berantakan dan mata yang merah.Dia sudah berusaha tegar sejauh ini,namun tetap saja keinginannya tak sesuai dengan hatinya yang begitu merindu orang yang hanya dapat ia temui dimimpi buruknya itu.Dering telpon berbunyi,Ferry keluar dari kamar mandi mengambil handphonenya di nakas,tertera seseorang yang begitu penting di hidupnya,ferry segera mengangkat telpon.
"Ferry besok selesai dari kantor pulang kerumah mama ya,ada anak temen mama ni mau mama kenalin ke kamu,anaknya cantik,baik,sopan terus alim lagi,mau ya nak!"
Mamanya berkata penuh kehati-hatian,"Mah,ferry kan udah bilang ke mama beberapa kali,Ferry itu gak tertarik kesiapapun dan gamau sama siapapun mah",Ferry begitu sebal dengan ibunya yang asyik menjodohkannya,"Tapi Fer,mama udah janji pokoknya kamu harus jumpa dulu sama anak nya temen mama,mama gamau tau,kalo gak mama gak mau ngomong sama kamu lagi"mamanya merengek,"Iya dehh,tapi cuma jumpa ya ma,jangan berharap lebih",ujar ferry setengah ikhlas."okedeh,besok dirumah mama jam 4 sore ya nak " mamanya berkata dengan nada gembira.
Percakapan pun berakhir,Ferry harus menerima kenyataan diumur nya yang sudah 32 harus selalu menerima ocehan mamanya tentang jodoh.Namun saat ini Ferry tidak tertarik dan tidak ingin menikah,namun ia juga tidak bisa menolak permintaan mamanya tersebut.
Ferry memperkenalkan dirinya dengan singkat dan langsung memulai pelajaran.
Para mahasiswa pun tidak berani meminta lebih selain menerima dan menjalani kelas dengan ikhlas,meskipun baru kali ini mereka berkenalam dengan dosen yang langsung memulai pelajaran di pertemuan pertama.
Dua kelas berjalan lancar jam menunjukkan pukul 13.40 wib,dan waktunya Ferry pulang ia memeriksa notif hp nya,terlihat lah sebuah pesan.
Mama
Ferry jangan lupa langsung kerumah selesai ngajar !!
__ADS_1
Ferry hanya membalas dengan emot tanda jempol.ia segera mengeluarkan mobil dari parkiran dan melaju kerumah orang tuanya.
30 menit berlalu ferry pun memasuk gerbang rumah orang tuanya,ada dua mobil asing terparkir disana,mengapa lebih awal dari jadwal yang ditentukan,Ferry juga bingung jika hanya pertemuan biasa mengapa harus seramai dan seniat itu.
Namun dia mengesampingkan rasa bingung itu dan justru semakin penasaran apa yang direncanakan mamanya tersebut.
Ferry masuk dan memberi salam,betapa terkejutnya ia melihat bukan hanya orang tua nya saja yang disitu namun orang tua dari pihak wanita yang sudah dijanjikan untuk berjumpa pun ada,yang semakin membuat ferry bingung adalah neneknya yang sangat susah diajak keluar dari kampung pun ada saat itu.
Ferry menyalami satu-persatu orang tua tersebut,hanya seorang saja yang tak ia salami,siapa lagi jika bukan perempuan yang terlihat jauh lebih muda dari dirinya.ia hanya melihat sekilas kemudian duduk disamping neneknya.
Ferry berkata"tumben nek,biasanya gak mau kalo kesini,sayang sama ayamnya ketimbang cucunya"."Kan cucu nenek mau punya istri ya nenek harus ikut berpartisipasi dong,anaknya baik fer,kamu pasti suka,kalo kamu gasuka juga harus suka,pokoknya nenek maunya kamu sama dia,nenek udah tua fer,mau lihat kamu menikah,punya anak,kamu harus berdamai dengan masa lalu kamu,pikirin masa depan kamu juga."nenek mengatakan hal tersebut dengan muka sedih dan sungguh-sungguh.
Ferry terdiam tak tau harus berkata apa.
Mamanya mengenalkan nya kepada seorang wanita dan pria yang kata neneknya digadang bakal menjadi mertuanya,bahkan ferry tidak tertarik dan tak percaya kalo dia bisa menikah,namun saat ini ia hanya mengikuti alurnya dulu.mamanya juga memperkenalkan nya kepada perempuan yang baru pertama kali ia lihat pada hari itu,yang ternyata bernama Alisya,tidak dipungkiri Alisya memang cantik dengan balutan kerudung yang senada dengan baju gamisnya,ia memang terlihat anak baik-baik seperti kata mamanya,namun hal tersebut tidak sedikitpun menggerakkan hati Ferry untuk mempunyai niatan menikah.
Perbincangan terlampau jauh sampai ketahap lamaran yang bahkan belum disetujui Ferry,ia semakin merasa aneh dan dengan spontan menarik lengan mamanya ke ruangan lain.
Ia berbicara agak sedikit marah "Ma,kan ferry udah bilang,kenapa ada nenek,dan pembahasannya sampai ketahap lamaran segala,padahalkan Ferry belum setuju,Alisya juga gak keliatan mau tuh",mama menjawab dengan pelan,"Fer mama mohon ya,kamu mau aja ya nikah sama Alisya mama pengen lihat kamu bahagia,punya pendamping untuk masa depan,jangan stuck terus dimasa lalu kamu,bukan mama menyuruh kamu melupakan masalalu kamu nak,cuma mama gak mau kamu larut dalam kesedihan,kamu masih punya masa depan,kamu butuh sosok pendamping yang baik,dan semua itu ada didiri Alisya","Tapi ma,dia masih keliatan muda banget,apanya yang ada didiri dia,palingan juga kekanak- kanakan"ujarnya,"kamu bakal tau setelah kamu mengenal dia nak,pokoknya mama gamau tau,Alisya sudah setuju dan kamu haru setuju kalau kamu sayang sama mama,Anggap aja kamu mama jodohin dan ini memang dipaksa,sudah berapa tahun mama ngasih kamu kepercayaan memilih pasangan sendiri tapi nihil,jadi untuk kali ini mama mohon,dan ini keputusan final mama dan jangan membantah,pernikahan juga akan dilakukan secepatnya,mama gak menerima alasan batal selain kamu punya calon istri pilihan kamu sendiri."ucap mama final.
Bahkan Ferry tidak mampu menjawab karena jika mamanya sudah berkata begitu ia harus menuruti keinginan mamanya tersebut,jika pun ia tidak menuruti,mamanya akan terus mencari cara agar keinginannya tercapai.
Ferry masih berdiri agak jauh belum berani kembali ketempat berkumpulnya dua keluarga tadi.
__ADS_1