
Seperti yang dikatakan Ferry sebelumnya,hari ini mereka benar-benar kembali kerumah Ferry.
Rumahnya begitu bagus dan terlihat sangat nyaman dihuni,meskipun rumah dua tingkat dengan gaya minimalis itu terlihat agak suram dengan halaman yang bahkan tak ada tanaman apapun.
"kita sudah sampai,mari turun",ujar Ferry.
Alisya langsung turun membuka bagasi mobil mengeluarkan barangnya disusul ferry yang juga membantunya.
Ferry membuka kunci rumah dan Alisya yang mengekori dibelakangnya.
Alisya melongo melihat isi rumah ferry yang benar-benar terlihat suram bahkan satu foto pun atau lukisan tak terlihat tergantung di dindingnya,cat putih mendominasi ruangan tersebut dengan sofa hitam yang memperjelas kekosongan rumah itu.
__ADS_1
Ferry melangkah dan langsung duduk di sofa.
"Alisya ada hal yang harus kita bicarakan,jadi mari duduk dulu",ucap Ferry dengan santai.
Alisya hanya mengangguk dan langsung duduk di sofa.
"Seperti yang kita bicarakan sebelum pernikahan,kita menikah karena punya alasan tertentu,jadi saya akan membuat batas agar kita tidak mencampuri privasi masing-masing.
Kamu tidak perlu bersikap seperti istri pada umumnya seperti menyiapkan makanan dan sebagainya apalagi melayani saya,untuk rumah ini sudah ada yang bersihkan,jadi kamu tidak usah capek-capek lagi,untuk kamar kamu,kamu bebas memilih salah satu diantara kamar dibawah ini,saya tidur dikamar atas dan tolong jangan sesekali kamu naik kelantai atas,selain lantai atas kamu bebas berkeliling.saya mohon pengertiannya karena itu memang tujuan kita dari awal."Ferry berkata penuh kehati-hatian.
"Baik mas,mas tenang aja aku gak akan mempermasalahkan apa yang mas katakan.
__ADS_1
Kita memang sepakat dari awal kok,tapi mas,aku boleh ya ngehias kamar aku sendiri nantinya,soalnya rumah mas membosankan banget"kata Alisya sambil tertawa kecil.
"Kamar kamu privasi kamu,jadi terserah kamu,kamu boleh lakuin apapun dirumah ini asal enggak dengan lantai atas,o iya untuk nafkah kamu aku bakalan kasih seperti pasangan suami istri umumnya jadi jangan sungkan kalo kamu butuh sesuatu tinggal bilang aja"ucap Ferry.
"Yaudah mas aku masuk kamar terus beres-beres,oiya kalo mas lapar bilang ya,ada makanan nih dari mama tadi ,katanya takut pengantin baru lapar,hehehe"Alisya berkata dengan nada melucu dan langsung menyeret kopernya kekamar yang ia pilih.
Ferry memperhatikan gerak gerik Alisya tidak ada niatan tersenyum atau pun membalas candaan Alisya itu,dia masih kaku seperti biasanya.Tak berlama-lama Ferry melangkahkan kakinya menuju lantai atas.
Terlihat satu kamar yang memang adalah kamarnya dan ruangan keluarga yang dipenuhi segala kenangan manisnya.
Lantai atas tersebut memang hanya ada satu kamar saja.selebihnya adalah ruangan keluarga dan beberapa foto kenangannya.
__ADS_1
Ferry tidak suka ada yang melihat lantai atas ,karena orang pasti akan merasa keadaannya begitu menyedihkan,apalagi hal itu diketahui oleh Alisya yang bahkan belum sebulan genap ia temui.
Dalam hati Ferry apakah benar jalan ini yang harus ia tempuh.apakah Alisya akan baik-baik saja dengan sikapnya yang bisa dibilang egois dan kaku,ia memikirkan banyak hal yang akan terjadi kedepannya,yang paling ia pikirkan adalah setelah sekian lama ia tak menghuni lagi rumah besar ini sendirian.