
Tiba-tiba seorang wanita muda yang baru dikenalnya tadi mondar mandir,"Eh mas Ferry,mau nanya toiletnya dimana ya?",Alisya bertanya dengan hati-hati.
Ferry hanya mengisyaratkan dengan mata nya.Alisya langsung pergi namun beberapa langkah kemudian Ferry bersuara "abis dari toilet temuin saya ya di taman belakang".
Alisya mengangguk dan lanjut ke Toilet.
Ferry duduk di salah satu kursi taman belakang,ia terkejut saat Alisya tiba-tiba duduk diseberangnya.Mereka terdiam beberapa saat.sampai ferry berkata "Kamu tau mau dijodohin?".Alisya hanya mengangguk,ferry berkata lagi "Kok kamu mau kan kita belum kenal sama sekali,dan saya yakin kamu juga gak punya perasaan ke saya".
"Saya punya alasan sendiri mas,salah satunya karena saya mau kuliah disini difakultas impian saya,mas pasti tau saya bukan orang daerah sini,tapi dibalik itu banyak alasan lainnya yang privasi"ujar Alisya.memang sang mama sempat mengatakan salah satu faktor Alisya dijodohin dengan Ferry karena rumahnya yang beda provinsi dengan kampus impianya,oleh karena itu Ferry tidak meminta alasan lebih lanjut,
"Saya enggak akan memaksa kamu untuk membeberkan privasi kamu,tapi kamu tau kan resiko nerima perjodohan ini?
Yang pertama saya gak yakin bisa suka sama kamu apalagi cinta,yang kedua saya gak bisa menjadi suami yang mungkin kamu harapkan dalam mimpi kamu karena saya tidak cinta,kalo kamu sanggup dengan keadaan ini saya mungkin akan menerima perjodohan ini,jujur saya bosan juga ditanyai jodoh selalu,jadi dengan menyetujui ini kita sama-sama menguntungkan,gimana?"ujar Ferry penuh penekanan.
Alisya menjawab dengan yakin "Saya juga tidak akan mempersalahkan itu,kita bisa saling menjaga perasaan masing-masing untuk tidak jatuh cinta.karena saya punya tujuan lain".
__ADS_1
"Baiklah saya akan menerima perjodohan ini",ujar Ferry.
Mereka kembali dengan terpisah kedalam.setelah perbincangan panjang lebar mereka menyetujui perjodohan tersebut,pernikahan direncanakan akan diadakan 2 minggu kemudian agar tidak mengganggu jadwal mengajar Ferry dan jadwal kuliah nya Alisya.
Ferry pulang dengan perasaan berkecamuk dan ada juga rasa lega saat dia memasuki rumah,dan segera menuju kekamarnya namun satu hal membuat pandangannya berhenti,kekamar yang penuh kenangan dan sejarah,tempat yang membuat ia terus kembali kemasa lalu,namum ia sudah meyakinkan hati untuk memilih jalan ini.
Ditempat lain Alisya memikirkan kejadian tadi,Dosen yang bahkan tidak melihat wajah muridnya saat mengabsen akan menjadi calon suaminya,ia heran mengapa Ferry bisa secuek itu bahkam ia tak menyadari bahwa Alisya salah satu muridnya tadi.
Hal itu semakin membuat jiwa Alisya tertantang ingin menaklukan hati Ferry.ia penasaran apa yang membuat Ferry terlihat kosong,hal privasi yang tidak disebutkan itu merupakan karangan Alisya saja.
2 minggu kemudian.
Tidak terasa hari pernikahan pun telah tiba.
__ADS_1
Alisya di rias sedemikian cantiknya,Alisya memang cantik namun dengan riasan yang lembut dan natural membuat ia berkali-kali lipat lebih cantik,semua orang terpana melihat kecantikannya,Ferry pun begitu gagah dengan balutan jas yang sangat cocok ditubuh atletisnya tersebut,pengantin telah siap sampai acara yang dinanti pun dimulai,akad telah terlaksana dengan lancar tanpa cacat sedikitpun,para saksi mengatakan sah dengan lantang,air mata mama,nenek,dan ibu Alisya yang merupakan mertuanya sekarang,terjatuh penuh haru,Ferry memerhatikan wajah Alisya yang sah menjadi istrinya sekarang dengan kikuk,Alisya memulai langkah nya mencium punggung tangan lelaki yang sudah sah menjadi suaminya,sekaligus dosen yang bahkan tidak mengenalnya dikelas,sampai saat ini pun Alisya masih menutup rapat bahwa ia pertama kali melihat Ferry secara langsung bukan lah dirumah Ferry.
Ferry memegang kepala Alisya layaknya pengantin sungguhan ,seolah-olah dengan rasa cinta memanjatkan doa-doa baik untuk istrinya tersebut.
Pernikahan berjalan dengan khidmat dihadiri orang-orang terdekat mereka.
Ferry masih tidak menyangka akhirnya ia menikah,begitu pula dengan Alisya yang ragu-ragu apakah ini benar jalan jodohnya,Namun semua telah berjalan dengan cepat dan harus siap menjalaninya.
Alisya selesai mandi menggunakan piyama dan kerudung instannya,ia belum seberani itu membuka hijab didepan Ferry yang bahkan perasaannya tidak menentu,Alisya sibuk membalas pesan-pesan yang menyelamati pernikahannya,tiba tiba pintu dibuka masuklah Ferry yang sedari tadi sudah mengganti pakaiannya.
"untuk malam ini saya tidur dibawah,kamu diatas aja,besok kita pulang kerumah saya,saya sudah sediakan kamar buat kamu juga".ujar Ferry.
Entah mengapa ada sedikit kecewa dihati Alisya,ia pikir mungkin Ferry akan berubah setelah menikahinya mesti tanpa cinta setidaknya ada tanggung jawab seperti suami istri pada umumnya,namun semua hancur saat Ferry berkata demikian,namun Alisya hanya pasrah,mengangguk dan tersenyum.
Ferry kembali berkata "Kan sudah saya katakan dari awal,kita punya alasan masing-masing untuk menikah,jadi saya harap kamu mengerti maksud saya,dan jangan berharap lebih dari saya,karena itu nggak bakal terjadi",saat ini Alisya agak kesal mendengar penuturan Ferry,tadi nya ia berpikir mungkin mereka bisa menjadi teman dahulu meski umur mereka terpaut jauh,namun melihat respon ferry yang langsung memvonis hal tersebut membuatnya segera menjawab"Tenang mas,saya juga gak akan baper kok sama mas,lagian gak suka juga,jadi hal seperti itu gak usah diingatin,karena tujuan saya juga bukan mas kok",Ferry mengambil bantal dan segera berbaring dibawah tidak memedulikan Alisya.
__ADS_1
Alisya makin kesal dan langsung membenamkan wajah nya kebantal dengan kerudungnya yang masih dikepala,tekadnya semakin bulat walaupun ferry berkata seperti itu,namun satu hal yang pasti ia akan berusaha.