
Alisya baru saja selesai mandi setelah hampir dua jam membereskan kamarnya,sekarang kamarnya terlihat hidup dengan tempelan poster artis kesayangannya dan beberapa hiasan simple.
Alisya shalat dhuhur terlebih dahulu sebelum beristirahat,seusai shalat Alisya merebahkan dirinya dikasur menatap ke atas langit-langit kamarnya,terasa lucu menyadari bahwa sekarang ia benar-benar telah menjadi istri orang meskipun tidak seperti yang pernah ia bayangkan di berbagai novel dan film,kehidupan suami istri yang penuh cinta hanya berlaku bagi orang-orang yang menikah penuh cinta,bukan untuknya ataupun mas Ferry.
Setelah merenung Alisya baru ingat ia bahkan belum makan siang ini ia pun mengambil kerudungnya bergegas keluar kamar dan langsung menuju dapur,dia makanan dari kulkas untuk dipanaskan untung saja mama mertuanya membungkus makanan untuknya dan mas Ferry jadi ia tidak perlu repot-repot masak lagi.
Sempat terpikir ia ingin memanaskan untuk dua porsi dirinya dan Ferry tapi Alisya kembali teringat perkataan Ferry tadi pagi,jadi ia akan bersikap bodoh amat saja.
Alisya makan dengan lahap,seusai Alisya makan ia memutuskan untuk melihat-lihat rumah yang ia tempati sekarang.
Rumah ini benar-benar kosong pikirnya ia menuju ke pintu belakang dan melihat ada taman yang cukup lumayan luas namun begitu kosong diujung taman tersebut terdapat gazebo kecil dibawah pohon yang rindang,Alisya memutuskan untuk duduk menikmati suasana disana.
Gazebo itu bersih terlihat sering diduduki.
__ADS_1
Alisya merebahkan dirinya diatas gazebo,matanya terasa berat dan tanpa sadar ia pun tertidur.
Di tempat lain Ferry sedang melihat-lihat album foto lamanya,dia tersenyum memikirkan kenangan didalam foto-foto tersebut,ia masih ingat bagaimana banyak kejadian lucu terjadi dibalik foto-foto tersebut.
Indah,manis,dan menyakitkan sekaligus namun begitu candu untuk melihat kembali.
Ferry memutuskan menutup album tersebut bergegas menuju dapur untuk makan.
Dia teringat Alisya mengatakan ada lauk yang dibungkusnya mamanya.
Ferry pun makan dengan santai.
Selesai makan Ferry menatap pintu kamar alisya yang sudah diberikan hiasan dipintu kamarnya,nama Alisya Syadzana terpampang begitu jelas,memang lah Alisya masih kekanakan pikirnya namun lucu juga.
Ferry bergegas ingin naik keatas namun terlihat pintu belakang agak terbuka sedikit,mungkin saja mbak bina yang bekerja dirumahnya lupa menutup pintu,Ferry pun berniat menutup pintu tersebut,Ferry agak terkejut melihat perempuan tidur di gazebo belakang rumahnya dengan pulas.Ferry pun melangkah menuju gazebo,hal itu membuatnya bernostalgia ke masa lalunya,dulu taman itu penuh dengan bunga-bunga yang begitu subur,segera Ferry mengesampingkan pikiran tersebut.
__ADS_1
Ferry melihat Alisya begitu pulas tertidur,wajahnya begitu teduh,mukanya yang mulus dan pipi sedikit chubby.Alisya memanglah cantik Ferry pun mengakuinya, namun secantik apa pun wanita ,Ferry belum pernah tertarik setelah kejadian pahitnya tersebut.
Ferry tersadar dan menggoyang-goyangkan bahu Alisya.
"Alisya bangun,ini udah sore kamu pasti belum shalat ashar kan?"ujar Ferry.
Beberapa kali ia memanggil Alisya sampai terbangun.
Alisya terkejut nampak ia masih mengantuk
"eh maaf mas,aku ketiduran hehe,soalnya enak disini anginnya sepoi-sepoi bikin ngantuk"ucap Alisya salah tingkah.
Ferry tak menjawab lagi dan segera berbalik badan meninggalkan Alisya.
Alisya menggerutu dalam hatinya kesal dengan Ferry yang begitu kaku,dan hanya berbicara kalau penting saja,senyum saja sangat jarang bahkan Alisya hanya sekali melihat Ferry tersenyum.
__ADS_1
Alisya meninggalkam gazebo dan langsung masuk kekamar.