HEALING THE PAST

HEALING THE PAST
HARI BARU


__ADS_3

Setelah menunaikan shalat subuh Alisnya langsung turun,pagi pagi perutnya sudah keroncongan,meskipun kata Ferry rumah mereka ada yang bersihkan dan masak kalau laparnya bagi buta Alisnya harus siap bertempur didapur sendiri,Alisya membuka kulkas melihat belanjaan semalam,akhirnya ia memutuskan untuk memasak yang simpel saja,apalagi kalau bukan Indomie goreng.



Saat sedang mengaduk mie goreng yang sangat mengunggah seleranya itu,tiba-tiba terdengar suara Ferry dari arah belakang "Alisya kamu pagi-pagi makan mie instan,apa kamu tidak tau itu tidak sehat?".Alisya terkejut dan spontan menjawab "abisnya mas aku laper,yang paling cepat ya masak ini mas".


"untuk kali ini boleh kamu makan mie instan untuk selanjutnya saya harap jangan,saya tidak mau kamu jadi sakit,kita ini baru menikah jangan sampai jadi rumor yang tidak baik",ucap Ferry tegas."Ia ia mas"Alisya menjawab dengan sedikit manyun,tak lama kemudian ia menyambung lagi "mas,semalam mama nelpon katanya balik hari ini kepekanbaru,jadi aku mau nganterin mama kebandara,terus kalo bisa mas ikut dong, soalnya mama nyuruhnya aku sama mas".Ferry hanya menjawab iya dan tak lama kemudian langsung kembali ke kamarnya.


Dalam hati Alisya tersenyum ternyata aroma Indomie bisa buat Ferry agak sedikit perhatian,walaupun perhatian nya karena terpaksa.

__ADS_1


Tibalah waktunya Ferry dan Alisya berangkat ke bandara,Alisya tidak bisa tidak mengeluarkan air matanya sesampai di bandara saat memeluk mamanya itu,akhirnya saat harus berpisah dengan mama terjadi juga, sekarang ia sudah menikah walaupun tidak seperti pernikahan yang diharapkannya indah dan penuh cinta.


Ferry tidak berbicara sepatah kata apapun didalam mobil diperjalanan pulang.dia hanya mencuri-curi pandang Alisya yang sedang menangis itu.bukannya ikutan sedih mas Ferry justru merasa terhibur melihat wajah Alisya yang menangis,karena ia terlihat imut dan manis.


Sesampainya mereka dirumah,Alisya dengan muka yang masih sembab berkata "Mas aku lapar,mba bina ada masak enggak ya?", seketika tanpa disadari mas Ferry tersenyum mendengarnya.


Alisya hanya mengangguk penuh antusias.


Ferry melenggang kedapur dan segera memanaskan makanan untuk Alisya,setelah itu ia pamit masuk kamar karena ia buru buru ingin mandi dan merebahkan badannya di kasur.benar saja tak lama setelah mandi Ferry langsung tertidur pulas.

__ADS_1



Alisya masih menikmati makanannya dengan lahap,kalau dipikir-pikir dia sangat malu tadi menangis didepan Ferry,namun melihat respon Ferry yang biasa saja sepertinya ia masih bisa menahan malunya.



Selesai makan Alisya langsung bergegas masuk ke kamarnya,ia berganti pakaian,dan mengecek handphonenya,ternyata ia besok harus masuk kuliah dan akan bertemu dimapel pertama dengan Ferry.ia penasaran apakah besok Ferry akan menyadari bahwa ia adalah salah satu mahasiswanya.Namun kemungkinan besarnya adalah Ferry pasti akan cuek cuek saja mengetahui hal tersebut,melihat selama ini ia masih mempertahankan muka datar nya itu.Bahkan mewujudkan keinginan nonton Netflix bersama pasangan yang ada disalah satu list impian nya bersama pasangan saja tidak mungkin melihat Ferry yang begitu.Tapi Alisya tetap harus semangat dan mendobrak pintu masuk hati Ferry begitulah salah satu alasan Alisya mau menikah,ia begitu penasaran kenapa Ferry yang tampan,punya kerja tetap saja mau dijodohkan.Dan alasan Ferry melarangnya naik kelantai atas.


apakah mungkin Ferry menyimpan sesuatu yang Alisya tidak tau,atau jangan-jangan Ferry bahkan menyimpan perempuan dilantai atas,memikirkannya saja membuat Alisya ngeri walaupun sepertinya hal itu tidak mungkin.akhirnya Alisya memutuskan untuk tidur saja daripada memikirkan hal yang tidak penting.

__ADS_1


__ADS_2