HEALING THE PAST

HEALING THE PAST
PERLAHAN


__ADS_3

Malam pun datang.


     Alisya lapar, iapun keluar kamar dan melihat isi kulkas,namun tidak ada apapun disana.Lauk tadi siang sudah habis tak bersisa.Niat hati ingin memanggil Ferry tapi ia urungkan mengingat bahwa ia tidak boleh naik kelantai atas.mau menelpon pun takbisa karena Alisya tidak memiliki nomor Ferry.Ia pun memutuskan duduk didepan tv menonton Ftv disana.Selang 30 menit kemudian Ferry turun.


     Sebenarnya Alisya agak malu mengatakannya namun ia sudah sangat lapar,jadi ia langsumg nyeletuk saja "Mas,aku lapar,mau masak enggak ada yang bisa dimasak,mau beli enggak tau daerah sekitar sini"bibirnya dimanyunkan sedikit.


Ferry baru ingat ia telah lalai,ia masih berpikir dia sendiri saja,nyatanya ada orang lain sekarang dirumahnya."Kan harusnya kamu manggil saya diatas,jadi saya bisa pesankan untuk kamu"kata Ferry.


Alisya spontan menjawab"kan kata mas Ferry aku enggak boleh naik kelantai atas,sekarang malah nyalahin aku,udah lapar banget lagi".


"Yasudah kita beli makan diluar,kalaupun pesan sekarang juga gak bakal keburu,jadi malam ini kita makan diluar saja,saya siap-siap dulu"Ujar Ferry dan langsung berbalik naik ke lantai atas.


Alisya sangat senang,akhirnya ia bisa makan juga setelah dari tadi menahannya.Alisya masuk kamar memakai baju dan kerudung instan andalannya.


     Ferry mengeluarkan mobil dan segera menyuruh Alisya masuk.


"sekitar 10 menitan dari sini ada yang jual nasi goreng,kita makan disitu saja".ucap Ferry.


Alisya tersenyum dengan tulus dan begitu manis dan berkata "Makasih mas,hehe".


Sejenak Ferry terdiam melihat senyuman Alisya yang begitu lucu dan manis,tapi itu segera ia alihkan dengan pura-pura tidak perduli.


Alisya dan Ferry pun sampai diwarung makan.


Alisya memesan nasi goreng spesial dan teh manis,sedangkan Ferry memesan nasi goreng seafood dan kopi.


     Pesanan datang Alisya segera makan dengan lahap,bahkan Ferry terkejut melihat Alisya makan,ia tak menyangka orang sekecil itu makannya sangat banyak.


Mereka selesai makan dan Ferry pun membayar makanan mereka.


Diperjalanan pulang Alisya mengajak Ferry berbelanja kebutuhan dapur,pasalnya ia bisa masak sendiri saja jika ia lapar,dan tidak harus menunggu Ferry.


     Ferry mengiyakan.mereka masuk kesalah satu mall di daerah itu.

__ADS_1


Ferry menghela napas,setelah sekian lama ia berbelanja lagi,bukannya Ferry tak pernah berbelanja,ia pernah berbelanja namun itu sudah sangat lama sekali.dulu saat ia berbelanja dengan orang yang sangat dicintainya.


    Ia melihat tingkah Alisya yang benar-benar kekanakan,Alisya tidakk berhenti tersenyum saat berjalan menyusuri mall.padahal ia belum beli apa-apa.


"Udah sana cepat belanjanya,saya tunggu dimobil saja,beli aja sesukamu,ini atm saya pinnya 2910".


Alisya mengambil dengan mata berbinar dan langsung bergegas kearah sayur-sayuran dan buah-buahan.Ferry berbalik arah dan menuju mobil.


Ia membuka dompetnya melihat foto wanita cantik di dompetnya tersebut.


Terkadang ia masih berandai-andai yang menjadi istrinya sekarang adalah wanita itu mungkin wajah kakunya tak pernah ada.


Tak terasa setitik air mata jatuh dipipinya.


Ferry buru-buru menyekanya.


Sudah hampir 3 jam Ferry menunggu tapi Alisya belum kelihatan batang hidungnya.


Ferry tersenyum kecil melihat tingkah Alisya itu.ia pun menghampiri Alisya.


"Saya sudah menunggu kamu 3 jam lo Alisya.Ternyata kamu malah makan eskrim disini"Ferry berkata dengan nada kaku seperti biasa.Kalau orang lain melihatnya,mungkin ia akan mengira kalau Ferry marah.Namun untungnya Alisya sudah mulai terbiasa dengan ekspresi Ferry itu.


Alisya kesal dan berkata "Abisnya aku capek,ini berat banget lo mas,makanya aku istirahat dulu sebentar".


"Kan kamu bisa nelpon saya."ujar Ferry.


Alisya menghela nafas ,"Mas,aku kan udah bilang kalau aku gak punya nomor mas,nih atm mas",kata nya sambil menyodorkan kartu atm.


Alisya langsung bangun mengambil belanjaannya.


    Ferry yang melihat itu langsung berinisiatif mengambil belanjaan tersebut dari tangan Alisya.Alisya membiarkan dan langsung berjalan.


Mereka pun sampai dimobil,tiba-tiba Ferry memberikan ponselnya dan menyuruh Alisya untuk menyimpan nomornya keponselnya Ferry.

__ADS_1


Setelah itu mereka pulang tanpa mengucapkan sepatah kata pun lagi.


     Sesampainya dirumah Ferry membantu Alisya membereskan belanjaan tersebut,mereka masih saja diam tak tau harus membicarakan apa.Belanjaan pun siap di tata.


Ferry duluan melangkah kakinya kekamar.Alisya masih duduk sambil memakan buah apel.


Tak lama kemudian Alisya pun masuk kekamarnya.ia membuka kerudungnya dan melemparnya asal.


Dari tadi ia sudah kepanasan pasalnya ia hanya dapat membuka kerudungnya dikamar.Meskipun tidak dosa karena Ferry suaminya,dengan sikap Ferry tersebut membuat ia segan dan tak berani.


Padahal ia menanti-nantikan membuka kerudung didepan suaminya.Walaupun ia berkerudung Alisya sangat gencar melakukan perawatan rambut dan badannya.simple nya ia berharap pernikahan akan seperti yang dibacanya dinovel.


Namun justru ini berbanding terbalik dengan semua yang dipikirkan.


     Untung saja sebelum berbelanja Alisya sudah melaksanakan shalat isya.Jadi ia hanya perlu mencuci muka dan memakai skincare.


Alisya bersiap-siap ingin tidur tiba-tiba ponselnya berdering,siapa lagi yang akan menelponnya jika bukan orang tuanya atau mertuanya.


Alisya gebetan pun tak punya,ia hanya memiliki teman SMA nya dulu,namun mereka jarang sekali telponan hanya sesekali saring bertukar kabar melalu whats app.


Kalo ditanya teman kuliah ia punya,namun belum begitu akrab.


Alisya mengangkat telpon tersebut "Sayang,besok mama balik ke Pekanbaru,kamu suamimu besok sore ikut ya nganterin mama dan papa kebandara"ucap mamanya begitu lembut.


"siap ma,aku pasti bisa soalnya jadwal kuliahku pagi aja ma,tapi kalo mas Ferry aku belum tanya,kalo bisa aku pergi sama mas Ferry,kalo dia sibuk aku pergi sendirian ya ma",Alisya sedikit ragu mengatakannya.


Namun respon mamanya begitu baik"iya sayang,enggak masalah kok,mama juga mengerti,ya sudah nak,mama tutup telepon dulu,kasian mas Ferry pasti nungguin kamu,kan pengantin baru".ucap mamanya bercanda.


Seketika Alisya merona medengar perkataan mamanya,namun ia segera mengiyakan agar percakapan ini tidak berlangsung lebih lama lagi.


Alisya meletakkan ponsel nya diatas nakas.


    Ia tertawa memikirkan andai mamanya tau mereka tidur dikamar terpisah,bahkan sangat jarang berbicara pasti mama nya tidak akan mengatakan hal seperti itu.Alisya mengambil selimut menutupi hingga kekepalanya dan tidur.

__ADS_1


__ADS_2