
Evelyne berjalan sembari membawa dua koper ditangannya. Si sopir taksi membantunya memasukkan koper kedalam bagasi.
Didalam mobil Evelyne hanya mendengarkan musik dan memejamkan matanya, tidak tidur hanya sekedar melupakan masalahnya sejenak.
Evelyne membuka matanya dan melihat jalanan yang tampak asing baginya.
"Pak ini beneran lewat sini? Kita mau ke bandara pak"
"Iya mbak, bener kok ini jalannya, jalan yang biasanya macet takutnya mbak ketinggalan pesawat"
"Ooh gitu" ucap Evelyne dan kembali memejamkan matanya.
"Udah sampai pak?" Tanya Evelyne saat mobil tiba-tiba berhenti, Evelyne masih setia memejamkan matanya.
"Itu mbak, ada orang yang hadang di depan"
"Hah?" Evelyne membuka kelopak matanya.
"EVELYNE TURUN SEKARANG" teriak orang yang sedang menghadang mobil.
"Gimana mbak?"
"Klakson aja pak"
"GUE NGGAK PEDULI, MAU LO KLAKSON SAMPE SERIBU KALI GUE NGGAK AKAN MINGGIR SEBELUM LO TURUN"
"Mbak turun aja, daripada mbak ketinggalan pesawat" ucap si sopir, dengan kesal Evelyne turun dari mobil.
"Lo gila?" Umpat Evelyne
"Lo yang gila"
Evelyne menarik tangan orang tersebut agar berada di pinggir jalan.
"Gue udah turun, sekarang Lo disini aja nggak usah hadang gue" ucap Evelyne hendak kembali ke mobil, namun mobil malah sudah melaju.
"Wooooi... Pak, pak supir gimanasih, nggak sadar apa gue masih disini" ucap Evelyne hendak mengejar, namun seseorang dari belakang memeluknya.
"Don't go, please stay with me"
"Azelvin lepas, gue harus kejar taksi itu, barang-barang gue" ucap Evelyne tapi tidak digubris oleh Azelvin, Azelvin malah menopangkan kepalanya dibahu Evelyne.
Evelyne mengetik sebuah pesan pada ponselnya.
"Mau ngapain?" Pertanyaan Azelvin sukses menyadarkan Evelyne dengan apa yang dia perbuat, dia menghapus pesan yang seharusnya dia kirimkan kepada Edzard.
"Bisa nggak, gue menggantikan posisi Edzard, bisa nggak kalau ada apa-apa Lo bilang ke gue" ucap Azelvin.
"Lo ngomong apasih vin, gue buru-buru jadi lepas"
"Gue nggak akan membiarkan Lo pergi"
"Vin, gue harus pulang"
"Gue anterin"
"Gue harus pulang ke orangtua gue"
"Lo pulang ke rumah Lo, Lo udah gede Lo mandiri jadi nggak perlu..."
"Azelvin stop, gue mau pulang, rumah gue di Korea bareng keluarga gue"
"Nggak"
"Rumah yang gue tinggali itu bukan punya gue, itu rumahnya Edzard"
"Lo bisa tinggal di rumah gue atau di apartemen gue, Lo tinggal pilih... Atau Lo mau gue beliin rumah, kita beli sekarang ya..."
"Ciih sombong"
"Sombong itu perlu, lagipula emang gue punya jadi dimana letak masalahnya?"
"Terserah, gue nggak peduli, sekarang lepasin gue"
"Nggak, enggak"
"Vin gue mau pergi..."
"Mau pergi kemana? Ke Korea kan? Yaudah kita... Kita pergi"
"Stop vin gue nggak mau"
"Atau Lo mau pergi kemana? Eropa? LA? Jepang? Thailand? Filipina? Dubai?..."
"Stop vin, gue mau pergi sendiri, dengerin gue...
Gua nggak ada pilihan lain selain pergi, kalau gue pergi, gue, Edzard, dan Lo bisa mencari pasangan hidup kita masing-masing, nggak akan ada masalah yang rumit lagi"
"Jauh dari Lo itu penyiksaan buat gue, jauh dari Lo itu masalah yang nggak bisa gue hadapi. Gue mohon jangan pergi ya..." Ucap Azelvin dengan matanya yang berkaca-kaca.
"Oke tapi, Lo .... Gimana?" Evelyne mengajukan sebuah permintaan yang disanggupi oleh Azelvin, entah memang benar Azelvin bisa menyanggupinya atau tidak.
_____________
Evelyne kini menempati sebuah kontrakan tempatnya tidak jauh dari rumah yang sebelumnya.
Dan semua barang-barang yang tertinggal di taksi juga sudah dikembalikan oleh sang sopir, ternyata sopir itu orang suruhan Azelvin.
Hari ini Evelyne tidak bekerja jadi dia bisa langsung merapikan barang-barang miliknya, setelah itu dia berniat untuk mengembalikan sertifikat dan kunci rumah milik Edzard.
_______________
Sesampainya di rumah Edzard, ternyata Edzard tidak ada disana.
"Evelyne, datang kesini kok nggak bilang" ucap Bianca
"Ganggu ya Bun?"
"Enggak kok, bunda malah seneng kamu datang, tapikan bunda jadi nggak sempat beli apa-apa buat kamu, mana mbak Mira ngambil cuti"
"Nggak masalah Bun, Evelyne cuma sebentar aja kok, cuma pengen ketemu Edzard"
"Edzard nggak ada di rumah, sepulang dari rumah sakit dia nggak ke rumah, mungkin Edzard ada di apartemennya... Kamu masih ingat alamat apartemennya kan?"
"Iya Bun, eem... Evelyne mau titip ini" Evelyne menyodorkan sertifikasi dan kunci rumah.
"Looh? Kamu mau kemana emang? Rumah itu milik kamu Evelyne, Edzard beliin buat kamu, atas nama kamu"
"Evelyne udah ada tempat tinggal baru, jadi lebih baik Evelyne kembalikan ini, kalau emang rumah itu nggak ada yang nempatin, lebih baik di jual atau di berikan ke orang yang membutuhkan aja Bun"
"Bunda kira kamu mau pergi... Soal rumah itu biar Edzard aja yang urus"
"Yasudah... Kalau begitu Evelyne permisi dulu, Bunda dan dedek jaga kesehatan ya" pamit Evelyne sembari memperhatikan perut Bianca yang membuncit.
_________
Evelyne menelepon nomor Edzard namun selalu ditolak. Daripada ke apartemen Edzard lebih baik Evelyne ke kantor Edzard saja, jam segini mungkin Edzard bekerja.
__ADS_1
"Pak Edzard nggak ada di kantor, udah beberapa hari Pak Edzard nggak datang ke kantor"
"Oh gitu ya mbak, kalau begitu saya permisi dulu"
________
"Edzard Lo dimana?" Gumam Evelyne, memperhatikan sekitar. Tampak sebuah taman yang dipenuhi oleh banyak orang-orang.
Evelyne menghela nafasnya dan duduk di kursi taman.
"Heei" ucap seseorang yang membuat Evelyne menoleh.
"Lo ver, gue kira siapa?"
"Lo kenapa? Gue perhatiin dari tadi linglung udah kaya orang hilang aja, ada masalah?" Tanya Alvero.
"Huuuft... Ya, gue lagi nyari Edzard"
"Edzard? Cowok yang datang pas Lo wisuda itu?" Tanya Alvero dan Evelyne mengangguk.
"Mau gue bantu?" Tanya Alvero dan Evelyne menggelengkan kepalanya.
"Makasih, gausah nanti malah ngerepotin"
"Nggaklah, Lo itu udah bantu gue cari kerja, dan sekarang gue bantu Lo nyari Edzard, eeh... Emang Edzard ilang? Kaya anak kecil aja" ucap Alvero yang membuat Evelyne terkekeh.
"Gitu dong senyum"
"Lo tuh ada-ada aja, Edzard nggak hilang cuma... Cuma gue nggak tau dimana dia sekarang, mungkin dia menghindar dari gue"
"Kenapa? Lo cantik, kenapa Edzard menghindar dari cewek secantik Lo "
"Cantik... Cantik, gombalan Lo basi"
"Gak gombal, emang Lo cantik, gue aja suka... Maksud gue suka lihat cewek cantik, gitu..."
"Dasar Playboy"
"Bukan playboy, gue cuma menghargai karya Tuhan"
"Bisa aja, jadi bantu nggak nih?"
"Jadi dong, gue bantu apa?"
"Anterin gue ke apartemennya Edzard"
"Oke, ayo"
________
Evelyne dan Alvero kini sampai di sebuah supermarket untuk membeli minum.
Evelyne sudah tidak tahu lagi, dimana keberadaan Edzard, di apartemen Edzard hasilnya nihil, Edzard tidak ada disana, lalu Evelyne harus mencari Edzard dimana?
Evelyne terkejut dengan pipinya yang terasa dingin.
"Jahil banget sih" ucap Evelyne kesal.
"Bengong aja terus" ledek Alvero.
"Siapa yang bengong"
"Pake ngelak lagi, udah buruan ambil minum, sekalian snack nggak?"
"Nggak deh, minum aja" ucap Evelyne mengambil minuman jeruk dalam kemasan botol.
____________
"Dasar kurang kerjaan, boleh deh" ucap Evelyne
"Yee ... Pake ngeledek ujung-ujungnya mau juga" cibir Alvero.
"Pegangan gue mau ngebut ini" pinta Alvero, Evelyne memeluk pinggang Alvero.
Diperjalanan mereka menikmati pemandangan, Evelyne berkali-kali menghela nafasnya, berusaha untuk melupakan masalahnya.
"Alvero Lo nggak kerja?"
"HAH? APA? NGGAK BERASA? apanya yang nggak berasa? OOH LO MAU LEBIH KENCENG LAGI? OKE" ucap Alvero menambah kecepatan, Evelyne mengeratkan pelukannya.
"Bukan, MAKSUD GUE ITU... LO NGGAK KERJA?'
"OOH, GUE NGGAK KERJA"
"KENAPA?"
"GAK TAHU, FEELING GUE BILANG HARI INI GUE NGGAK PERLU KERJA"
"eeh... Gila, kerja pake feeling segala, kalau dipecat baru tahu rasa"
"LO NGOMONG APA?"
"ENGGAK, gausah dipikir, lupain aja" ucap Evelyne
"OOH LO SUKA SAMA GUE? waah"
"Idih apaan sih ni orang, gak jelas banget" gumam Evelyne
"KALAU LO SUKA SAMA GUE, GUE JUGA"
________
.
.
.
.
.
Alsh galaxy company
Tampak dua orang dengan jenis kelamin yang berbeda sedang fokus pada layar laptop masing-masing, eemm... Tidak juga hanya terlihat seperti itu, tapi mereka tengah sibuk dengan apa yang sedang berada dipikiran mereka masing-masing.
"Oke...tapi, Lo pernah bilang ke gue, Lo ada perasaan ke gue, gue minta lo buang jauh-jauh perasaan itu, gimana?"
Kalimat yang diucapkan oleh Evelyne tempo hari masih terngiang di kepala Azelvin, dan dengan bodohnya Azelvin menyanggupinya.
Apa memang Azelvin bisa membuang perasaannya terhadap Evelyne begitu saja?
"Aaakkhhh" teriak Azelvin.
"Ada yang bisa saya bantu Sir?"
"Tidak" ucap Azelvin dan Evelyne kembali fokus pada pekerjaannya.
__ADS_1
"Evelyne, tentang permintaan Lo tempo hari gue nggak bisa menyanggupi" ucap Azelvin
"Oke, kalau seperti itu anda lebih memilih saya pergi"
"Nggak, gue nggak bisa, keduanya itu pilihan yang nggak mau gue pilih"
"Aku hanya bisa memberikan dua pilihan saja, buang perasaan mu atau aku pergi"
"Gue denger apa yang lo ucapkan saat di rumah sakit, kita sama... Kita punya perasaan yang sama, kenapa kita nggak buat simpel ini dengan kita bersama dan hidup bahagia"
"AKU TIDAK BISA MENYAKITINYA"
_______________
Evelyne kini sedang makan siang bersama Grace.
Grace menyodorkan undangan.
"Buat gue, Azelvin sama Edzard? Yang punya Edzard Lo kasih ke kantor Edzard aja"
"Kenapa? Kalian putus?" Tanya Grace dan Evelyne menggelengkan kepalanya.
"Edzard menghindar dari gue mungkin, atau dia banyak kerjaan, yang jelas gue nggak tahu dia dimana"
"Emang ada apa sih? Kok lo nggak ada cerita sama sekali ke gue"
"Ceritanya panjang"
"Gue dengerin kok, sampe malam juga gue sanggup"
"Masalahnya gue harus kerja sayang, lain kali gue cerita, gue janji"
"Beneran?" Tanya Grace dan Evelyne mengangguk.
"Tapi gue udah penasaran banget ini"
"Intinya, Azelvin ... Ternyata dia, dia..."
"Dia cinta sama Lo kan?" Tebak Grace dan Evelyne mengangguk.
"Udah gue duga, kalau dia itu suka sama Lo, gila... Terus-terus Edzard gimana? Lo... Lo suka sama siapa? Jangan-jangan Lo suka dua-duanya lagi, bangsul Lo vel"
"Dengerin dulu kek, mereka berdua itu sama-sama orang yang gue sayang, gue nggak bisa melukai perasaan mereka"
"Lo cinta sama siapa? Edzard? Azelvin?"
"Sebenarnya gue udah lama punya perasaan ke Azelvin tapi gue baru sadar, gue juga baru sadar ternyata perasaan gue ke Edzard itu sebatas rasa sayang antar sahabat"
"TUUHKAN BENER, APA YANG GUE BILANG, LO SIH NGGAK PERCAYA SAMA GUE" teriak Grace yang menyebabkan pelanggan lain memperhatikan mereka.
"Lo sih"
"Sorry kelepasan, Lo sih nggak pernah percaya sama sahabat lo yang kece badai ini"
"Diih... Jijik"
"Terus kenapa Lo nggak bilang ke Edzard kalau Lo itu cinta sama Azelvin, gue yakin Edzard pasti paham kok. Dia itu orang yang baik, gue yakin dia bisa menerima ini kok"
"Nggak segampang itu Grace, lagian juga Edzard udah tahu"
"Terus... Dia gimana? Dia..."
"Stop, gue harus balik ke kantor, terus kerja" ucap Evelyne dan berjalan cepat meninggalkan Grace yang tengah meneriaki namanya.
________
Untung saja Evelyne kembali ke kantor tepat waktu. Evelyne menyodorkan undangan yang dititipkan Grace untuk Azelvin.
"Ezra nikah? Kok dia nggak ngasih tahu gue"
"Ya... Ini undangan fungsinya apa kalau bukan untuk memberitahu kalau Ezra akan menikah"
"Tapi ini mendadak banget ngasihnya"
"Sebenarnya Grace sudah sebar undangan seminggu yang lalu, tapi karena sibuk undangan yang untuk kita dia baru sempet memberikan tadi ke saya"
"Lo tadi makan siang sama Grace?" Tanya Azelvin dan Evelyne mengangguk.
"Nanti malam gue jemput Lo"
___________
Acara pernikahan Grace dan Ezra
"Kok lo pake itu?" Tanya Azelvin
"Kenapa? Ada yang salah emang?"
"Kasihan Grace, kalau kalah cantik sama Lo"
"Ngomong sama telapak tangan gue" ucap Evelyne dan mengedarkan pandangannya mencari sosok Edzard, dia berharap dia bertemu dengan Edzard atau setidaknya dia melihat keberadaan Edzard.
"Cari siapa?" Tanya Azelvin
"Grace"
"Oh... Kita samperin mereka sebelum banyak tamu" ucap Azelvin menggandeng tangan Evelyne.
"Ciee selamat ya... Semoga cepat-cepat diberi momongan" ucap Evelyne
"Udah nikah aja Lo, kaya udah pinter proses aja" ucap Azelvin
"Proses apa nih?" Tanya Ezra
"Dasar cowok, eeh... Kalian kapan nyusul" ucap Grace
"Secepatnya" ucap Azelvin yang mendapat tatapan tajam dari Evelyne. Sementara Evelyne hanya berpura-pura tidak mendengar.
"Yaudah, semoga kalian selalu dilimpahi kebahagiaan, udah banyak tamu Lo , nggak enak jadinya" ucap Evelyne
"Makan aja dulu sana" pinta Grace dan Evelyne mengangguk.
Evelyne dan Azelvin duduk satu kursi tamu, Evelyne mengedarkan pandangannya, tidak henti-hentinya dia mencari keberadaan Edzard.
"Nyari apasih? Laper ya? Gue ambilin makan gimana?"
"Nggak deh"
"Minum?"
"Boleh"
Evelyne menegakkan minuman yang diberikan Azelvin.
"Mau makan?"
"Nggak, gue mau pulang ajadeh... Kepala gue tiba-tiba pusing"
__ADS_1
"Oooh... Pusing banget emang?" Tanya Azelvin dan Evelyne mengangguk. Azelvin tersenyum.
"Yaudah ayo pulang, pamit ke mereka lewat chat aja" ucap Azelvin dan Evelyne hanya mengangguk karena kepalanya benar-benar pusing, kenapa dia bisa tiba-tiba pusing seperti ini? Apa karena Evelyne banyak pikiran? Atau.....