HEARTBREAK

HEARTBREAK
CHAPTER 55


__ADS_3

Azelvin tengah berkutat dengan komputernya hal samapun juga dialami Evelyne. Namun pandangan Evelyne teralihkan saat dia mendapatkan pesan masuk di ponselnya.


"Azelvin" panggil Evelyne dengan pandangan mata berbinar. Azelvin melihat kearah Evelyne dan mengangkat sebelah alisnya.


"_____" ucap Evelyne


Mereka segera menuju rumah sakit.


.


.


.


.


.


"Aah lucunya" ucap Evelyne sembari memandangi bayi yang berada di inkubator.


"Lebih lucu lagi kalau kita yang buat" Azelvin berbisik ditelinga Azelvin. Evelyne menatap tajam Azelvin, sementara Azelvin hanya cengengesan tidak jelas.


"Gue mau jenguk bunda dulu deh" ucap Evelyne kikuk dan hendak pergi, namun Azelvin menarik tangannya kuat, sehingga tubuhnya menubruk Azelvin.


"Aah ayo Evelyne, berontaklah ... Ada apa dengan mu? Hey jantung jangan kurang ajar, berdetaklah sewajarnya, kalau Azelvin mendengar bagaimana?" Ucap Evelyne dalam hati. Azelvin mengikis jarak mereka dengan merengkuh pinggang Evelyne. Azelvin menatap manik mata Evelyne lekat-lekat dan membelai wajahnya lembut. Jari telunjuknya mengusap bibir Evelyne.


Ekheem


Deheman seseorang membuat Evelyne mendorong tubuh Azelvin menjauhinya.


"Om Ravindra ngapain kesini?" Tanya Evelyne salah tingkah.


"Mau lihat anak om lah, kalian yang ngapain pacaran disini" tanya Ravindra


"Oh anu iya om... Eh enggak, kita cuma lihat dedek bayi kok, eem Evelyne permisi mau jenguk bunda" Evelyne berlari keluar ruangan. Wajah Evelyne kini sudah merah padam.


"Bego bego bego" ucap Evelyne memukul kepalanya.


"Jangan dipukul" ucap Azelvin memegang tangan Evelyne kemudian dia mencium kepala Evelyne. "Dicium aja" imbuhnya.


"Lo apa sih"


"Ciie salting, belum juga dicium udah salting aja" ejek Azelvin, "oh anu iya om... Eeh enggak" ejek Azelvin dengan suara yang dibuat-buat.


"Siapa yang salting"


"Kamulah"


"Enggak aku biasa aja"


"Makin ngeles makin kelihatan saltingnya sayang" ucap Azelvin dan mengandeng tangan Evelyne menuju ruangan Bianca.


Sesampainya di ruang rawat Bianca, mereka menyapa Bianca yang sedang berbaring di ranjang rumah sakit.


"Udah ketemu Om Ravindra?" Tanya Bianca


"Udah,mungkin bentar lagi kesini" jawab Azelvin


"Bunda, dedeknya udah dikasih nama?" Tanya Evelyne


"Belum, biar papanya yang ngasih nama"


Tak berselang lama kemudian Ravindra bersama seorang perawat datang membawa seorang bayi.


"Waah lucunya anak bunda" ujar Bianca menggendong bayi itu.


"Selamat ya... Putra kalian lahir dengan sehat" ujar sang perawat dan kemudian pamit pergi.


"Jagoannya ayah" ucap Ravindra


"Lucunya, boleh minjem nggak" ucap Evelyne


"Emang barang, makanya cepet-cepet nikah biar punya dedek bayi" ejek Bianca


"Iya Evelyne. Om itu udah merasa jadi orang tua kamu, jadi om kasih nasehat ya... Seusai kamu ini udah cocok dan siap menjalani kehidupan rumah tangga, jangan terlalu fokus pada karir mu hingga melupakan kelanjutan hidup mu Evelyne, saat tua nanti kamu butuh seseorang yang selalu ada bersamamu. Jangan sampai telat nikah ntar gak laku-laku" ejek Ravindra


"Evelyne paham, hanya saja sekarang ini Edzard baru saja pergi masa Evelyne.." ucap Evelyne terpotong.


"Edzard bakal sedih kalau kamu kaya gini" ucap Bunda


"Kasihan Edzard kalau sampai dia tahu kamu bersikap seperti ini dan kasihan Azelvin yang lama menunggu" ucap Ravindra


"Mau dinamain siapa dedeknya?" Tanya Evelyne mengalihkan bahan pembicaraan.


"Iya pa, mau dikasih nama siapa ini si ganteng" ucap Bianca.


"Azka, Azka El Zachary" ujar Ravindra yang membuat Evelyne menelan ludahnya getir.


"Evelyne permisi" pamit Evelyne dan kemudian pergi dari ruangan.


"Saya permisi dulu" pamit Azelvin dan mengikuti langkah Evelyne.


Evelyne duduk disalah satu kursi panjang. Azelvin ikut duduk disampingnya.


"Kenapa?" Tanya Azelvin dan Evelyne hanya diam.


"Kangen sama Azka?" Tanya Azelvin dan Evelyne masih tetap diam.


"Melihat bunda sangat bahagia ketika menggendong anaknya itu membuat ku iri, aku... Saat itu aku bahkan tidak berani melihat Azka yang sudah tak bernyawa karena kelalaian ku, aku merasa gagal menjadi wanita yang baik, aku... aku" ucap Evelyne.


Azelvin memeluknya memberikan ketenangan.


"Dengar, Azka pergi bukan karena kesalahanmu, kalau kau bersalah, aku jauh... jauh lebih bersalah dari pada kau. Tapi terlepas dari semua itu, ini terjadi karena takdir. Azka, Zidan, eyang, Edzard semua karena takdir, kita sebagai manusia tidak bisa menghindari takdir yang paten" ujar Azelvin


"Sudah jangan bersedih, mau mengunjungi Azka?" Tanya Azelvin.


"Tidak perlu" ucap Evelyne dan beranjak pergi meninggalkan Azelvin. Azelvin mengikutinya dan mengalungkan tangannya pada leher Evelyne.


"Lepas" pinta Evelyne.


"Tidak" ucap Azelvin dan malah menggendong Evelyne menuju mobilnya.


"Mau kemana?" Tanya Azelvin.


"Kau yang mengajak pergi, kenapa kau bertanya" ujar Evelyne ketus.


"Serius ini mau pergi kemanapun yang aku suka, aku sudah memberimu pilihan tapi kau menolak" ucap Azelvin yang diacuhkan Evelyne. Azelvin melajukan mobilnya.


"Ayo turun" ajak Azelvin tapi Evelyne hanya diam, akhirnya Azelvin turun dari mobil dan membukakan pintu mobil untuk Evelyne.


"Ayo" ajak Azelvin lagi tapi Evelyne masih saja tetap diam. Azelvin melepaskan seatbelt Evelyne.

__ADS_1


"Ayo, masih nggak mau juga? Perlu digendong?" Tanya Azelvin yang dijawab anggukan oleh Evelyne.


"Ayo" ucap Azelvin meminta Evelyne naik ke punggungnya.


"Manja banget sih, belum jadi pacar udah manja" ucap Azelvin.


"Kenapa nggak suka?"


"Suka, aku suka gadis manja, tapi.... yang kaya kamu" ucap Azelvin yang tidak dijawab Evelyne, Evelyne malah meletakkan kepalanya di ceruk leher Azelvin.


"Evelyne turun" ucap Azelvin tapi Evelyne ternyata tidur.


"Hah? Tidur? Cepet banget perasaan tadi nggak ngantuk... Entahlah" ucap Azelvin.


"Azka Aleston jagoan ayah baik-baik disana ya... Kamu yang tenang dan bahagia disana oke, tenang aja ayah akan jaga mama kamu yang super manja ini, ayah pamit ya... Maaf gak bisa lama-lama, bisa-bisa pegal semua tulang ayah kalau gendong koala kaya ini. Tapi ayah janji akan datang lagi dan selalu doain kamu" ucap Azelvin dan pergi dari pemakaman Azka.


.


.


.


.


.


Evelyne mengerjapkan matanya saat aroma sedap menyeruak masuk ke indera penciumannya. Evelyne beranjak dari ranjang dan pergi keluar kamar, mendapati Azelvin yang sedang menyiapkan makan.


"Baru aja mau gue bangunin" ucap Azelvin, Evelyne duduk disalah satu kursi. Evelyne memperhatikan makanan masakan Azelvin yang bentuknya nampak sangat tidak meyakinkan tapi kenapa baunya enak.


Akhirnya Evelyne memakan masakan Azelvin.


"Gimana?" Tanya Azelvin antusias.


"Gak enak" Evelyne yang membuat ekspresi Azelvin berubah seketika.


"Hargai sedikit kek, bilang kamu masih perlu belajar masak lagi atau seenggaknya bilang kurang enak gitu"


"Kurang enak itu kalau dikit lagi enak dan makanan lo ini jauh dari kata enak" ucap Evelyne.


"Terserah deh, yaudah sana Lo masak"


"Males, belikan bisa"


"Masak biar hemat"


"Beli lebih hemat"


"Ya jelas masak sendiri lebih hemat"


"Kalau masakannya jadi kaya punya Lo jelas itu pemborosan"


"Makanya Lo jangan masak kaya gue"


"Gak mau, dibilangin males juga gak ngerti ngerti deh" ucap Evelyne kesal


"Yaudah sana Lo beli"


"Lo yang beliin dong, sate ayam tuh didepan komplek deket kok, jalan juga nyampe"


"Kalau gitu Lo aja yang beli, deket kan?"


"Eeh saya ini atasan kamu"


"Maaf ya, tapi ini di rumah saya jadi saya yang berkuasa disini"


"Enggak bisa gitu dong"


"Kalau gak mau yaudah nggak usah marah-marah" ucap Evelyne semakin kesal.


"Jelas-jelas dari tadi Lo yang marah-marah"


"Oh in aja deh"


"Lo kenapa sih? Bikin emosi tau nggak, gue dari tadi udah sabar ngadepin sifat Lo yang tiba-tiba childish, gue udah gendong lo, udah masak buat Lo juga, tapi Lo kaya gini... Gak menghargai banget sih, mending gue pulang" ucap Azelvin


"Yaudah sana pulang, PULANG SANA" teriak Evelyne dan Azelvin pergi dari rumah Evelyne.


Evelyne memandangi punggung Azelvin yang semakin menjauh. Tubuh Evelyne merosot, terduduk di lantai.


.


.


.


.


.


Evelyne masih berada diposisi yang sama dengan air mata yang mengalir membasahi pipinya.


"Niih" ucap seseorang menyodorkan sesuatu. Evelyne mendongakkan kepalanya.


"Maaf" ucap Evelyne lirih.


"Udah gausah nangis" ucap Azelvin dan berjongkok menyamakan tinggi mereka, Azelvin juga menghapus air mata Evelyne dan membelai rambut Evelyne.


"Niih, laperkan" Azelvin menyodorkan sate ayam yang dia beli didepan komplek. Evelyne mengangguk sebagai jawaban.


Azelvin dan Evelyne duduk di meja makan.


"Udah gausah dimakan kalau nggak enak, makan sate nya aja" ujar Azelvin


"Menghargai" ucap Evelyne yang menurutnya sangat imut.


"Aaah... Lucunya" Azelvin mengusap rambut Evelyne.


Setelah selesai makan mereka membersihkan meja makan dan mencuci piring.


"Azelvin mau pulang sekarang?" Tanya Evelyne


"Udah sore" ucap Azelvin yang membuat ekspresi Evelyne tampak tidak senang.


"Nanti aja deh" imbuhnya yang membuat Evelyne senang.


"Temenin ke supermarket"


"Masa ke supermarket minta ditemenin, manja banget sih" ucap Azelvin yang membuat Evelyne mengerucutkan bibirnya yang sialnya nampak imut bagi azelvin.


"Ayo" ucap Azelvin meraih tangan Evelyne.

__ADS_1


.


.


.


.


.


Mereka telah sampai di supermarket. Evelyne belanja barang kebutuhan bulanannya dengan ditemani Azelvin yang setia mendorong troli belanja.


"Mau beli apa lagi?"


"Pengen snack"


"Yaudah ayo, let's go" ucap Azelvin


"Azel enak yang coklat apa keju ya?" Tanya Evelyne


"Tergantung, Lo suka yang mana?"


"Dua-duanya"


"Yaudah beli dua-duanya"


"Boros tau"


"Keju aja kalau gitu"


"Nggak aaah... Mending dua-duanya" ucap Evelyne.


Tenang tenang Azelvin sabar kok.


"Niih enak, jangan beli yang manis-manis mulu, mau nggak?" Tanya Azelvin


"Boleh"


"Mau beli snack lagi? Ini udah banyak loh" ucap Azelvin


"Beli susu kotak, Azelvin mau nggak?" Tanya Evelyne dan Azelvin mengangguk.


"Apa lagi ya?" Ujar Evelyne


"Beli parfum yuk" ajak Azelvin yang disetujui Evelyne.


Evelyne mengambil parfum yang biasa ia pakai.


"Lo pake parfum ini?" Tanya Azelvin dan Evelyne mengangguk, "pantes wangi, harganya mahal" ucap Azelvin.


"Gue yakin parfum Lo lebih mahal" ucap Evelyne.


"Coba yang ini deh, gue suka baunya, kayanya cocok buat Lo" ucap Evelyne dan Azelvin hanya mengangguk.


"Udah ini aja? Mau beli apa lagi?" Tanya Azelvin.


"Eeem... Waah balon, jadi keinget sama..."


"Sama?" Tanya Azelvin


"Sama Edzard, iya Edzard" bohong Evelyne.


"Oh yaudah beli"


"Beli ice-cream yuk" ajak Evelyne dan Azelvin hanya mengangguk sekilas.


"Azelvin mau nggak?"


"Boleh"


"Yang rasa apa?"


"Coklat" ucap Azelvin setelah itu mereka membayar belanjaan, lebih tepatnya Evelyne yang membayar. Karena itu belanjaan Evelyne jadi tidak enak jika Azelvin yang membayar. Bagaimanapun Azelvin memaksa Evelyne tetap kekeuh tidak ingin merepotkan.


.


.


.


.


.


.


Akhirnya mereka sampai di rumah Evelyne. Azelvin duduk di sofa sementara Evelyne membereskan belanjaannya. Untuk snack ia akan memakannya.


"Azelvin mau bertanding nggak?" Ajak Evelyne


"Apa?"


"Tiup balon, siapa yang balonnya paling besar bakal dapat Snack"


"Oke, tapi kalau kalah jangan nangis ya.." ejek Azelvin


"Ciih sombong, lihat aja. Kita mulai sekarang, inget jangan curang waktunya cuma 15 detik, oke" ucap Evelyne dan Azelvin mengangguk paham.


"Yeeay dapat snack" ujar Evelyne sombong.


"Yeaay dapat lagi" ucap Evelyne semakin sombong dan Azelvin jadi tidak terima, pertandingan berikutnya Azelvinlah pemenangnya hingga akhir. Perbandingan Snack yang didapatkan Azelvin dengan Evelyne jauh berbeda. Evelyne menatap dua snacknya nanar, sementara Azelvin bahagia dengan setumpuk Snack yang ia dapatkan.


Azelvin memakan salah satu snacknya yang sialnya itu adalah snack kesukaan Evelyne.


"Mau itu juga" ucap Evelyne.


"Mau?" Tanya Azelvin dan Evelyne mengangguk.


"Sayangnya aku nggak bakal ngasih" ujar Azelvin menjulurkan lidahnya.


"Jahat banget sih, tau aah kesel... Siapa yang buat pertandingan bodoh semacam ini" ujar Evelyne kesal.


"Bukannya kamu ya?... Oke karena aku baik, aku kasih satu penawaran, aku kasih Snack ini tapi kamu harus cium aku"


"Nggak"


"Yakin? Lihat ini kejunya enak banget berasa banget, bukannya tadi kamu pengen banget ya? Lihat tuh kejunya benar-benar waaw dan setiap gigitan rasanya keju, keju,ke..." Ucapan Azelvin terpotong saat sebuah bibir mendarat dibibirnya. Evelyne menjauhkan wajahnya dari wajah Azelvin namun sial Azelvin memegang tengkuknya. Yang lebih sialnya Evelyne luluh.


"Aku kasih sebuah penawaran, aku akan kasih semua snackku tapi kamu juga harus kasih semuanya" ucap Azelvin frontal, entah dorongan dari setan mana Evelyne bisa-bisanya mengangguk.


Salah jika kalian pikir Evelyne murahan karena menyerahkan dirinya hanya untuk snack, Evelyne bukan melakukan ini untuk snack, entah kenapa hatinya berkata iya dan Evelyne menginginkannya.

__ADS_1


__ADS_2