HEARTBREAK

HEARTBREAK
CHAPTER 52


__ADS_3

Evelyne memandangi dirinya di cermin, bermonolog sembari sesekali menghela nafasnya.


"Edzard keputusan Lo emang udah tepat, Lo itu orang baik dan Angel juga... baik, buktinya Edzard bilang kalau dia malaikatnya, dan gue cuma bisa merepotkan Edzard. Gue nggak marah kalau seandainya Edzard memang dekat dengan Angel tapi... Kenapa gue nggak terima kalau Edzard nggak mengakui gue sebagai pacarnya? Itukan emang pantes buat gue dapetin"


"Gue maki-maki Edzard waktu itu, padahal gue sendiri lebih buruk dari itu" ucap Evelyne mentertawakan dirinya sendiri.


"Gue kasihan sama Lo Edzard, kenapa cowok sebaik Lo dipertemukan dengan cewek murahan kaya gue" ucap Evelyne lagi.


Evelyne menghela nafasnya sembari memejamkan mata, meyakinkan diri semua akan baik-baik saja.


Evelyne memilih untuk joging di sekitar komplek perumahannya daripada dia diam saja itu akan membuatnya mengingat kejadian itu dan membayangkan konsekuensi yang akan dia dapat.


Bahkan kini dia bingung dengan status hubungannya dengan Edzard.


Evelyne duduk disebuah taman setelah membeli air mineral. Evelyne menegak minumnya dan merilekskan kaki-kakinya.


"Evelyne" panggil seseorang yang membuat Evelyne mendongakkan kepalanya.


"Edzard" ucap Evelyne kemudian bangkit dan memeluk Edzard erat, karena tidak ada pergerakan dari Edzard, Evelyne akhirnya melepaskan pelukannya dengan kikuk.


"Lo kemana aja? Udah sembuhkan? Gue cariin Lo kemana-mana" ucap Evelyne


"Jangan cari gue"


"Gue nggak akan cariin Lo kalau gue lihat lo bahagia didekat gue, gue tahu gue egois. Tapi sekarang gue nggak mempermasalahkan kalau Lo bahagia sama Angel, asalkan kita bisa kaya dulu lagi, Lo sahabat gue"


"Gue akan selalu jadi sahabat lo, selamanya..."


"Makasih, dan... Ooh ya, btw Lo sama Angel gimana?"


"Gimana apanya?"


"Hubungan kalian"


"Ooh... Hubungan kita? Kontrak kerja maksudnya?"


"Maksud lo?"


"Ya... Angel itu sekretaris gue"


"Ooh kirain"


"Kirain apa?"


"Enggak kok, oh ya... Lo disini ngapain?"


"Nyamperin orang yang lagi galau" sindir Edzard. Evelyne memukul bahunya.


"Aaaww sakit tau"


"Sakit beneran?"


"Enggak lah, pukulan Lo itu nggak berasa buat gue"


"Awas aja, lain kali gue akan pukul Lo kenceng, biar sakitnya berasa sampai Lo jadi kakek" ucap Evelyne.


Edzard terkekeh dengan penuturan Evelyne.


"Gue akan rindu pukulan Lo"


"Tenang aja, gue bersedia setiap waktu buat kasih lu pukulan spesial" ucap Evelyne. Dan Edzard hanya diam.


"Ooh ya.. beberapa hari belakangan ini Lo pergi kemana?" Tanya Evelyne.


"Nggak kemana-mana"


"Yang bener aja Lo, gue ke rumah bokap lo, ke apartemen Lo, ke kantor Lo, dan ke kafe Lo nggak ada, gue... Gue kangen sama Lo Ed" ucap Evelyne


"Gue nggak kemana-mana kok, gue ada di hati lo.... Em mungkin" ucap Edzard


"Ditanyain serius juga, Lo kemana aja"


"Nggak kemana-mana, serius deh... Gue sampai bosen, makanya gue kesini nyamperin Lo" Edzard.


"Owh... Terus, kabar Lo gimana"


"Gue baik" jawab Edzard yang membuat keadaan hening sesaat hingga Evelyne mengajukan pertanyaan lagi sebagai bentuk basa-basi.


"Ooh... Calon adik Lo gimana? Gue nggak sabar nunggu kehadiran adik Lo, kira-kira dia mirip sama Lo nggak ya"


"Nggak akan mirip"


"Kenapa? Lo kan kakaknya, pasti mirip lah"


"Di dunia ini spesies kaya gue cuma satu, mau Lo cari sampai ke ujung dunia nggak akan ada yang sama kaya gue"


"Dasar... Eeh tapi semoga aja adik Lo nggak mirip sama Lo, ada satu di dunia aja bikin kesel, apalagi dua" Evelyne dan Edzard terkekeh singkat, dan setelah itu keheningan datang lagi.


"Gue nggak sabar kehadiran adik Lo, kalau kita jalan-jalan sama adik Lo, terus kita dorong trolinya sama-sama, kita keliling komplek, kita ke taman, kita main sama dia, pasti lucu deh" ucap Evelyne


"Tapi kayaknya gak bisa deh" ucap Edzard


"Kenapa?"


"Itukan anaknya Bunda, biar bunda yang main sama dialah, kalau Lo mau bikin aja sendiri"


"Iiih dia kan adik Lo, masa pinjem bentar gak boleh sih"


"Pinjem? Lo pikir adik gue barang? Lagian nih ya... Kalau adik gue main sama Lo, bisa-bisa dia salah pergaulan" ucap Edzard.


"Iih dasar Edzard, ngeselinnya gak pernah hilang"


"Eem.. vel"


"Apa?"


"Lo benci sama gue"


"Nggak, nggak pernah dan nggak akan pernah" ucap Evelyne yang membuat Edzard tersenyum.


Keadaan hening sesaat sampai Edzard mencium bibir Evelyne sekilas, kemudian menatap manik mata Evelyne dengan intens... Edzard mencium kening Evelyne, ciuman yang lembut dan tulus, yang membuat hati kedua insan ini tenang.


Buughh


Edzard jatuh tersungkur.


"Edzard Lo nggak kenapa-napa kan? Azelvin Lo apaansih" ucap Evelyne membantu Edzard berdiri.


"Dia yang apaan, dia udah nyakitin lo vel dan dengan kurang ajarnya dia cium Lo seenaknya" Azelvin emosi.


"Kalau Lo nggak mau cewek Lo disakiti harusnya Lo jagain dia" Edzard memukul bahu Azelvin.


"Evelyne gue pamit" pamit Edzard kepada Evelyne, Evelyne hendak mengejar namun ditahan oleh Azelvin.


"Lo mau kerja cowok brengsek itu" Azelvin yang terus menghadang Evelyne.

__ADS_1


"Brengsek mana sama Lo" ucap Evelyne.


"Tentang kejadian itu? Gue juga nggak tahu..."


"Nggak mungkin Lo nggak tahu, Lo sengajakan?"


"Gue sama sekali nggak berniat buat ngelakuin itu, gue juga nggak tahu" ucap Azelvin.


"Gue nggak percaya dan gue nggak mau lihat wajah Lo lagi" ucap Evelyne namun Azelvin memeluknya erat.


"Sebentar, gue mau ngomong sama Lo, bentar aja kok"


"Apa?" Tanya Evelyne ketus.


"Eeem... Itu... Anu"


"Apasih gak jelas" ucap Evelyne pergi dan mencari keberadaan Edzard yang sudah tidak terlihat lagi.


"Kalau seandainya Lo hamil, gue akan tangung jawab" ucap Azelvin.


"Engga"


"Kalau perlu gue nikahin Lo sekarang" ucap Azelvin yakin.


.


.


.


.


.


Semenjak hari itu Evelyne sudah tidak pernah melihat keberadaan Edzard lagi, Bianca bungkam apalagi Ravindra, bahkan Ravindra sempat memarahi Evelyne kala itu dan mengusir Evelyne begitu saja.


Tapi bukan Evelyne namanya jika menyerah begitu saja, Evelyne tetap mencari, terus cari ibunya yang hilang, oh kasihan.... Oh kasihan... Aduh kasihan...


Eheehe gg canda, oke kembali ke cerita.


Evelyne mencari keberadaan Edzard disela-sela kerjanya. Sepulang dari kantor, Evelyne selalu mampir ke Zachary company hanya untuk sekedar menanyakan, apakah Edzard ada di kantor? Tapi jawaban sama yang selalu ia dapatkan 'tidak'. Selain itu dia juga sering ke kafe Edzard meskipun hanya sekedar menegak minum.


Evelyne tidak tahu harus minta bantuan ke siapa, bahkan dia tidak tahu ingin curhat ke siapa? Grace? Evelyne tidak ingin menganggu kebahagiaan Grace.


"Evelyne kau baik-baik saja?" Tanya Azelvin yang tengah duduk di mejanya.


"Iya Sir" ucap Evelyne tersenyum simpul.


Sebenarnya Azelvin tahu kalau Evelyne tidak baik-baik saja, dia ingin membantu, tapi... Azelvin masih kesal dengan Edzard.


"Ooh, setelah ini kau ada waktu luang?"


"Maaf Sir, hari ini ada hal penting yang saya lakukan"


"Mencari si brengsek itu?" Celetuk Azelvin, ingin sekali Evelyne menyumpal mulut Azelvin itu, dan memarahinya tapi menanggapi Azelvin adalah hal yang percuma, jadi yang bisa Evelyne lakukan adalah menghembuskan nafasnya kasar dan bersabar.


"Lo pergi kemana sih Edzard" gumam Evelyne.


"Eem... Evelyne"


"Ada yang bisa saya bantu Sir"


"Tidak, hanya saja... kalau kau merasakan tanda-tanda kehamilan bilang saja padaku" ucap Azelvin.


"Ciih... Berharap sekali aku hamil" gumam Evelyne, yang hanya mengangguk pada Azelvin.


"Tidak Mr. Azel"


"Jangan-jangan kau mengonsumsi obat kontrasepsi" ucap Azelvin curiga. Evelyne hanya diam dan berpura-pura tidak mendengar apa yang diucapkan oleh Azelvin.


Azelvin menghampiri Evelyne dengan raut wajahnya yang tidak menyenangkan.


"Jawab gue vel, Lo minum obat kontrasepsi?" Ucap Azelvin dan Evelyne hanya diam.


"Vel"


"IYA, kenapa emang? Masalah buat Lo"


"Iyalah, jelas itu masalah buat gue, mulai sekarang jangan mengonsumsi kontrasepsi apapun"


"Maaf Mr. Azel, tapi anda tidak ada hak"


"Tentu saja aku berhak"


.


.


.


.


.


Tokyo


Jepang


Evelyne melangkahkan kakinya di gedung Alsh galaxy company Japan, kali ini dia sendiri tidak ditemani oleh Azelvin.


Mr. Jackson memintanya untuk datang, sebenarnya belum jelas juga kenapa Evelyne diminta untuk datang, tujuannya apa? Tapi Evelyne menuruti perintah Mr Jackson begitu saja.


"Excuse me" ucap seseorang yang membuat Evelyne menoleh.


"Are you Miss Evelyne?"


"Yes it's me"


"Come with me, you've been waiting for Mr. Jackson" ucap orang tersebut, Evelyne mengangguk dan mengikuti langkahnya.


"Ooh... Evelyne kamu sudah datang"


"Iya Mr. Jack"


"Jadi ada beberapa hal yang ingin saya bicarakan dengan kamu, lebih tepatnya saya membutuhkan pendapatmu" ucap Mr. Jackson


Ha? Evelyne harus datang jauh-jauh kesini hanya untuk sekedar ditanyai pendapat?


Hello... Di zaman sekarang sudah ada berbagai aplikasi chatting bukan?


"Ooh... Baik Mr. Jack, saya akan memberikan pendapat terbaik saya"


"Tapi sepertinya... Kamu perlu istirahat dulu Evelyne, saya sudah menyiapkan tempat penginapan untukmu, dan orang yang mengantarkan kamu kesini itu adalah orang yang akan mengantarkan kamu ke penginapan"


"Baik Mr. Jack" ucap Evelyne dan berpamitan untuk pergi.

__ADS_1


________


Pagi hari Evelyne sudah bersiap untuk pergi ke kantor, tapi Evelyne mendapatkan pesan dari Mr. Jackson


Datanglah ke kantor saat saya memintamu untuk datang


Kenapa tidak memberikan kepastian pukul berapa ia harus datang? Dasar... Anak dan orang tua sama saja, seenaknya sendiri.... Sabar Evelyne.


Sudah berhari-hari Evelyne di Jepang dengan tujuan yang tidak jelas seperti ini, hanya makan tidur makan tidur.


Karena Evelyne sudah bersiap dan lagipula dia bosan hanya duduk santai di hotel, akhirnya Evelyne memutuskan untuk pergi berjalan-jalan.


Evelyne pergi ke restoran seafood yang berada tidak jauh dari hotelnya.


Evelyne memperhatikan seseorang yang tampak familiar dan ia menghampirinya.


"Hai" ucap Evelyne


"Evelyne, duduklah" ucap Axel, buat yang lupa sama Axel, Axel ini temannya Azelvin, ingat?


"Lo study disini?"


"Enggak"


"Lalu?"


"Grandpa sakit, jadi gue di Jepang buat jagain dia. Biar gue tebak, pasti lo kesini buat jenguk Edzardkan? Dia sakit apa sih?"


"Hah? Edzard? Gue kesini karena ada kerjaan"


"Ooh gue pikir lo jenguk Edzard"


"Gue nggak tahu kalau Edzard sakit, sebenarnya udah lama sih Edzard sakit tapi dia udah sembuh kok, gue lihat dia kaya sehat sehat aja" ucap Evelyne


"Tapi Vel gue lihat Edzard dirawat di rumah sakit yang sama dengan rumah sakitnya grandpa, gue pikir lo tahu Edzard sakit apa, kelihatannya sakit parah, masa Lo nggak tahu"


"Lo serius? Mungkin Lo salah lihat kali"


"Mana ada salah lihat berkali-kali"


"Bisa jadi cuma mirip sama Edzard"


"Nggak tahu juga sih, gimana kalau kita kesana buat memastikan" ajak Axel, Evelyne sebenarnya sangat ingin tapi handphonenya bergetar dan ternyata Mr. Jackson meneleponnya dan memintanya untuk segera datang ke kantor.


"Aaah sial"


"Kenapa?"


"Gue harus ke kantor sekarang, tapi nanti kalau kerjaan gue udah beres, gue telfon Lo" ucap Evelyne, kemudian mereka sharing nomor telepon.


_______


"Jadi Evelyne menurut kamu cantik yang mana?" Tanya Mr. Jackson


"Mr. Jack meminta saya ke Jepang berhari-hari tidak jelas, hanya untuk ini?" Ucap Evelyne dengan nada kecewa. Bagaimana tidak? Berhari-hari menunggu tidak jelas, dan sekarang hanya ditanyai desain rung kerja, kenapa tidak meminta pendapat arsitek saja.


"Tapi ini penting Evelyne, kamu perempuan jadi saya pikir selera kamu akan tepat untuk ini" ucap Mr. Jackson


"Baiklah, maafkan saya Sir, menurut saya yang B4 lebih bagus karena terlihat tidak membosankan, jadi ketika bekerja pasti lebih bersemangat"


"Tapi Evelyne, menurutmu C7 bagus tidak?"


"Bagus, bernuansa alam, terlihat menyegarkan dan menenangkan pikiran"


"Tapi... Saya lebih menyukai D5"


"Itu juga bagus Mr. Jack, warna emas memperlihatkan kemewahan"


"Bagaimana dengan warna silver? Apa akan bagus"


"Tentu, jadi? Anda menginginkan desain ruangan yang seperti apa?"


"Saya juga masih bingung, eeem... Yang E3 terlihat menarik, tidak-tidak itu akan terlihat membosankan. C2 dan C6 lebih bagus yang mana?"


"Menurut saya sama saja, karena itu sama-sama bernuansa alam"


"Hei bagaimana bisa sama? Lihatlah baik-baik keduanya tidak tampak sama"


"Lebih baik Mr. Jack meminta pendapat seorang arsitek atau seseorang yang ahli dalam bidang desain dan interior seperti ini"


"Tidak Evelyne, pendapat mu pasti akan lebih bagus"


"Kalau begitu, yang warna orange jeruk terlihat bagus"


"Saya tidak suka jeruk"


"Tapi ini hanya warna"


"Tetap saja saya tidak suka"


"Huuft, baiklah Sir anda menginginkan yang seperti apa? Yang bagaimana?"


"Evelyne kau membuatku bingung"


"Sir saya sudah memberikan pendapat saya namun anda menolaknya begitu saja, lalu saya juga sudah memberikan pendapat saya pada pilihan anda, tapi anda mengganti pilihan anda lalu bertanya lagi, saya sudah menjawab dengan baik sebisa saya, tapi Mr. Jack anda terlihat mengulur waktu. Maaf Sir saya permisi" ucap Evelyne dan pergi meninggalkan ruangan Mr. Jackson.


__________


"Axel susah sekali dihubungi" ucap Evelyne yang terus berusaha menghubungi nomor Axel.


"Evelyne"


" Aaah Axel Lo ngagetin gue aja"


"Jadi? Kita pergi sekarang?" Tanya Axel dan Evelyne mengangguk, Evelyne memperhatikan tangannya yang digenggam Axel terlihat aneh, jadi Evelyne melepaskannya.


"Maaf" ucap Axel, Evelyne hanya mengangguk dan tersenyum simpul.


_________


"Mana Edzard? Nggak ada" tanya Evelyne.


"Sebentar biar gue tanya perawat" jawab Axel, kemudian Axel terlihat bertanya kepada seorang perawat.


"Gimana? Apa katanya?" Tanya Evelyne


"Edzard udah pulang ke tanah air dua hari yang lalu"


"Oh dia udah sembuh, syukurlah" ucap Evelyne namun Axel menggelengkan kepalanya.


"______"


Penuturan Axel sukses membuat Evelyne lemas dan merosot hampir saja jatuh, jika Axel tidak menahan tubuhnya.


"Lo mau pulang ke tanah air secepatnya?" Tanya Axel dan Evelyne mengangguk.

__ADS_1


"Biar gue temani"


__ADS_2