Hello My Love

Hello My Love
2. Siswa baru


__ADS_3

Liburan sekolah telah berakhir dan sekarang Yumi sedang bersiap-siap untuk berangkat ke sekolah.


"Pagi mom" (mengecup pipi).


"Pagi sayang, ayo sarapan dulu".


Ana menyiapkan sup sederhana dan makanan pendamping lainya untuk mereka berdua sarapan pagi ini, karena ia terlalu sibuk akhir-akhir ini jadi ia hanya menyediakan makan kemasan dan tak sempat untuk memasak.


"Baik, mom", Yumi mulai menyantap makannya dengan tenang.


Namun tak selang berapa lama ia mengerutkan keningnya dan menatap ibunya sesaat lalu segera menghabiskan makannya.


stelah selesai sarapan Yumi membantu ibu nya membersihkan meja makan.


" Ini kotak makan siang mu, maaf ibu tak sempat memasak lagi hari ini jadi hanya makan seadanya, tak apa kan? ", ucap Ana sambil menyerahkan kotak makan siang anaknya.


" Tentu mom, jangan khawatir, aku akan makan apa pun yang telah mommy siapkan untukku", jawab Yumi dengan senyum indahnya.


"Sayang, ibu lihat tadi kau tak menghabiskan minuman mu,bahkan kau hanya mencicipi nya sedikit kalau tak menyentuhnya lagi, apa rasanya tak enak? apa terlalu manis? atau tidak ada rasa sama sekali? ".


" Itu sangat enak, tp mom bolehkah aku bertanya sesuatuaku ?".


" Ya sayang ada apa, apakah ada yang salah dengan makanannya, ibu rasa saat memakannya itu baik-baik saja", tanya Ana dengan wajah khawatir.


"Apakah ibu menambahkan susu pada minumannya? "


"Ya, bukankah jus buah akan terasa lebih enak saat di tambahkan susu segar di dalamnnya, ibu mendengarnya dari salah satu pasien di rumah sakit, dan saat ibu mencobanya itu memang terasa lebih enak di lidah"


"Tapi mom, apa mommy lupa kalau aku alergi produk susu? ", tanya Yumi dan tampak wajahnya sangat khawatir saat menatap sosok wanita di hadapannya itu.


"............"


Yumi mulai merasa aneh, karena akhir-akhir ini ibunya sering melupakan hal-hal kecil yang biasa dilakukannya.


Dalam hatinya ia bertanya-tanya apa yang sebenarnya terjadi pada ibunya ini, bahkan beberapa hari ini ia merasa bahwa ibunya mulai menghindarinya.


Selama dua minggu ini juga, ibunya sering saja pulang larut malam dan tentu ia tau hal itu karena setiap ibunya pulang ia akan selalu berpura-pura tertidur di raung TV.


Ia juga mengetahui bahwa ibunya selalu mengucapkan kata maaf saat mengecup keningnya ketika itu.


Ia tentu sudah pernah bertanya pada ibunya, tapi ibunya selalu saja mengalihkan pembicaraan mereka ke hal lain dan itu membuatnya merasa kesal dan frustasi.


Sekarang ia benar-benar merasa kesepian dan hanya bisa bertemu ibunya di pagi hari saja dan itu pun ia hanya bisa sarapan pagi bersama.


Tapi ia bersyukur karena ia masih bisa makan bersama ibunya itu dan tak ingin lagi menanyakan alasan perubahan ibunya.


"Maaf ibu melupakan hal penting itu sayang", Ana menundukkan kepalanya dan merasa kegelisahan di hatinya.


Namun Yumi tak mempermasalahkan itu lagi, mungkin ibunya sangat lelah saat ini sehingga sering melupakan hal-hal kecil.


Yumi segera memeluk ibunya dan menghiburnya.


"Mom,Yumi berangkat dulu ya. Bye mommy muach...(mencium pipi ibunya)".


"Jangan lupa kotak siang mu".


"Sudah di dalam tas mom".


.....


Yumi berjalan keluar apartment dengan penuh semangat dan senyum yang indah, rambutnya yang panjang tergerai kini tertiup angin menambah pesona keindahan di wajahnya.


Tak lupa ia juga menyapa para penjaga dan juga para penghuni apartment lainya yang ia temui di halaman, beberapa orang membalas sapaannya dengan ramah tapi ada juga yang hanya memasang wajah datar padanya.


Ia berjalan menuju Halte Bus dan menunggu bus yang memiliki rute ke sekolahnya, biasanya bus tujuannya akan tiba pukul 07.10 pagi dan sekarang ia masih memiliki waktu 5 menit sampai bus itu tiba.


"Ayumi....", suara seorang pria terdengar memanggilnya.


mendengar ada yang memanggil namanya ia reflek menoleh untuk mencari asal suara itu tapi tak melihat siapapun yang menunjukkan seseorang memanggilnya, melainkan hanya 2 orang wanita di dekatnya yang tengah sibuk dengan ponsel mereka masing-masing.


"apa hanya halusinasi ku saja? "


Tak lama Bus pun tiba dan Yumi langsung masuk kedalam bus. Ia duduk di kursi belakang yang hanya tersisa satu itu, karena penumpang mulai penuh.


Tiba di sekolah Yumi pergi ke perpustakaan terlebih dahulu sebelum masuk ke kelas.


Ia membaca beberapa buku mengenai sistem syaraf dan psikologi dengan serius hingga tak terasa suara bel masuk berbunyi.


Yumi dengan segera mengembalikan buku-buku itu pada tempatnya dan berlari menuju ruang kelasnya, tapi di koridor sekolah ia tanpa sengaja menabrak seseorang dan membuat mereka berdua terjatuh.


"uughhh, maaf-maaf aku sedang buru-buru".


Yumi langsung berlari menuju kelas tanpa melihat wajah orang itu.

__ADS_1


orang yang di tabrak Yumi hanya memandangi punggung gadis yang mulai menghilang itu.


sosok itu pun berdiri dan melangkah pergi menuju ruangan kepala sekolah.


Yumi tiba di pintu kelas dengan nafas yang tersengal-sengal.


ia lalu melihat kedalam kelas dan ternyata gurunya belum tiba, hal itu tentu saja membuatnya bernafas lega.


"Haaah (menghela nafas)...untung saja pak Han belum datang".


Ia pun segera masuk dan duduk di kursinya yang berada di dekat jendela. Entah mengapa ia begitu menyukai tempat itu dan membuatnya merasa tenang saat matahari pagi menerpa tubuhnya.


Ia mengeluarkan beberapa buku dan melanjutkan membaca buku yang sempat ia pinjam di perpustakaan tadi, sambil menunggu gurunya tiba.


Sekitar hampir 15 menit berlalu dan sambil masih membaca buku, Yumi merasa sedikit penasaran karena tak biasanya pak Han yang selalu tepat waktu itu akan datang terlambat.


Tak selang beberapa lama, orang yang di tunggu pun tiba dan membawa seorang anak laki-laki bersamanya.


Para murid yang sedang bercengkrama dan ada juga yang sibuk dengan ponsel mereka segera berdiri memberi hormat pada guru mereka.


"Selamat pagi juga, silahkan duduk"


"Wah siapa dia, sangat tampan"


"Hei, bukankah wajahnya terlihat seperti pemain film Hollywood"


"Sepertinya aku pernah melihatnya, tapi dimana ya..."


"Dia tipe ku, dan aku akan menjadikannya pacarku"


Suasana kelas menjadi pecah saat para murid melihat anak laki-laki itu, namun segera di atasi oleh pak Han.


Sasana kelas kembali tenang dan para murid pun duduk dengan tertib.


Kini mereka menatap penuh dengan tanda tanya dan penasaran melihat sosok asing di depan mereka, namun tak ada yang berani bertanya pada guru mereka yang terkenal galak itu.


Melihat suasana kelas yang telah kembali tenang, pak Han pun segera membuka suara.


"Hari ini, sekolah kedatangan siswa dari program pertukaran pelajar dan selama 6 bulan ini dia akan berada di kelas kita. Baiklah nak, perkenalkan dirimu pada teman barumu".


"Perkenalkan aku Joe Alensky, aku berasal dari Inggris. Senang berkenalan dengan kalian"


Joe menatap satu per satu wajah teman-temannya dan pandangannya terhenti pada wajah gadis yang menabraknya tadi di koridor.


Para murid perempuan yang melihat tatapan Joe tertuju pada Yumi kini dipenuhi rasa iri dan menjadi semakin membenci gadis kutu buku itu.


Menurut mereka, apa bagusnya dari penampilan gadis itu dan merasa diri mereka tak kalah cantiknya dari Yumi.


Yumi sendiri yang mendapatkan tatapan tajam dan penuh kebencian dari mereka hanya bisa menghela nafas panjang.


'Apa lagi kali ini', gumam Yumi yang langsung mengalihkan pandangannya ke luar jendela.


Yumi sudah terbiasa mendapatkan perlakuan buruk dari teman-teman sekelasnya dan hal itu yang membuatnya hanya selalu sendirian di kelas dan tak memiliki teman karena tak ada yang mau berbicara padanya.


Yumi juga tak tau apa yang salah pada dirinya di mata mereka.


Ia hanya berfikir mungkin karena statusnya yang bukan berasal dari keluarga terpandang sehingga tak ada yang mau berteman dengan dirinya yang bahkan tak memiliki seorang ayah dan di cap sebagai anak haram oleh sebagian orang.


Namun Yumi tak terlalu memikirkan itu, tujuannya sekarang adalah bagaimana ia harus menjadi orang yang sukses dan mampu menghasilkan banyak uang, sehingga ibunya tak perlu terlalu keras dalam bekerja lagi.


Setelah memperkenalkan diri, pak Han segera menyuruhnya untuk duduk di kursi yang bersebrangan dengan Yumi.


Tak banyak bertanya, Joe langsung duduk di tempat yang dimaksud dan menatap gadis yang menabraknya tadi.


Kelas berlangsung tenang sampai bel istirahat berbunyi.


Para murid segera meninggalkan kelas untuk makan siang di kantin namun tidak dengan Yumi. Ia terbiasa membawa bekal makan siang dari rumah yang di siapkan khusus oleh ibunya.


Ada juga beberapa murid wanita mulai menghampiri Joe untuk berkenalan dan ingin mengajaknya makan siang bersama.


Namun reaksi dan jawaban yang di tunjukkan Joe membuat para murid wanita itu menjadi kesal dan menatap tajam ke arah Yumi sebelum meninggalkan kelas.


Di sisi lain tanpa ia sadari akan tatapan tajam tersebut, Yumi mulai menikmati makan siangnya, saat membuka kotak makan siang ia sempat mengerutkan kening saat melihat isi di dalamnya.


"Pasti ibu sangat kelelahan sampai lupa meletakkan nasi".


Mau tak mau yumi hanya memakan sayur dan lauk saja tanpa nasi untuk mengganjal perutnya.


Sebenarnya ia bisa saja makan dikantin sekola tapi dirinya tak ingin menyia-nyiakan upaya yang telah di lakukan ibunya.


Tanpa di duga,Joe tiba-tiba menghampiri nya serta mengagetkannya dan itu membuat Yumi tersedak.


"Kenapa gadis cantik sepertimu makan sendirian", ucap Joe menepuk pundak Yumi serta sambil memperhatikan isi kotak makan siang Yumi.

__ADS_1


"Uhuk..uhuk..uhuk...."


Yumi segera mengambil botol air minumnya dan meminumnya perlahan.


*gluk... gluk... gluk...


Setelah merasa tenggorokannya lega, ia langsung menoleh dan melototi Joe yang ada di sebelahnya.


"Bukan urusanmu"


"Hei, begini kah sikapmu pada orang yang kau tabrak tadi, dan aku tarik kata-kataku yang mengatakan kau gadis cantik tadi. Kau bahkan terlihat sebagai gadis aneh sekarang, dimana kau yang telah menabrak orang langsung kabur begitu saja"


Yumi mengerutkan keningnya dan mencoba mengingat-ingat kejadian itu.


Saking takutnya terlambat masuk kelas dan di marahi pak Han, ia sampai melupakan kejadian itu.


"Ah, ternyata itu kau. Maafkan aku soal yang tadi, aku benar-benar tak sengaja karena sedang terburu-buru. Dan bukankah aku sudah meminta maaf sebelum aku pergi tadi".


"Tak masalah lupakan itu, dan kenapa kau hanya makan sendirian di sini, apa kau tak punya teman"


'Kepo banget sih nih orang', batin Yumi.


Ia tak menjawab pertanyaan itu dan melanjutkan makan siangnya dengan santai.


Joe yang memperhatikan gadis itu hanya terdiam, ia dapat menarik kesimpulan bahwa dugaannya benar, jika gadis itu memang benar-benar tak memiliki seorang teman.


Joe hanya menatap penuh arti pada gadis di depannya, hingga suara panggilan telpon di ponselnya berbunyi menyadarkannya.


Ia segera pergi keluar kelas untuk menerima panggilan tersebut.


Yumi yang melihat kepergian murid baru itu hanya meliriknya sebentar lalu melanjutkan makan siangnya kembali.


"Dasar orang aneh".


.......


Yumi yang kini telah selesai dengan makan siangnya, melanjutkan membaca buku yang dipinjamnya tadi hingga guru mata pelajaran selanjutnya tiba.


Tepat pukul 01.00 siang bel berbunyi. Satu per satu para murid mulai meninggalkan sekolah termasuk Yumi.


Ia berjalan menuju Halte Bus tapi ternyata diikuti oleh Joe dari belakang.


Mengetahui murid baru itu mengikutinya, Ia pun tiba-tiba berhenti mendadak dan itu membuat Joe menabraknya dari belakang.


"Kenapa kau mengikuti ku ? ".


"Hei, siapa yang mau mengikuti mu. Kebetulan saja kita searah dan kenapa kau berhenti mendadak.....aaww.....keningku yang malang", gerutu Joe.


"Dasar penguntit"


"Kau..."


Joe hanya bisa menahan diri menghadapi kelakuan aneh gadis di hadapannya ini.


Hingga mereka pun tiba di Halte Bus dan beberapa detik kemudian Bus pun tiba.


Orang-orang yang sedang menunggu dari tadi segera memasuki Bus termasuk Joe dan Yumi juga ikut mengantri masuk.


Bus tiba di pemberhentian berikutnya tak jauh dari apartemen Yumi tinggal.


Yumi segera turun dari Bus dan Joe juga mengikuti dari belakang.


Mereka berdua berjalan memasuki gerbang apartemen. Lagi-lagi Yumi berhenti mendadak.


Namun karena jarak Joe dan Yumi tak terlalu dekat seperti sebelumnya, hal tersebut tak membuat Joe menabrak punggung Yumi yang berhenti mendadak itu.


"Kenapa kau masih mengikuti ku sekarang, apa kau tak punya rumah dan apa kau tak ada kerjaan lain selain menjadi penguntit", bentak Yumi dan hal tersebut membuat orang-orang menoleh ke arah mereka.


Yumi merasa kesal dengan kelakuan murid baru itu yang terus saja mengikutinya dari sekolah hingga sampai ke sekarang.


Joe mengangkat sebelah alisnya dan tersenyum tipis melihat kepolosan gadis di hadapannya.


"Sudah aku katakan, aku tak mengikuti mu, aku juga tinggal di apartemen ini"


*Blush


Seketika wajah Yumi memerah dan menahan rasa malu di wajahnya. Ia langsung berlari pergi meninggalkan anak laki-laki itu.


Joe sendiri yang melihat perilaku gadis itu hanya terdiam melihat kepergian gadis itu tiba-tiba.


"apa yang salah dengannya, dasar gadis aneh"


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


__ADS_2