
Di gudang belakang sekolah, tampak wanita sedang gelisah.
Tak lama Yuna muncul dan menghampiri mereka berdua masuk kedalam gudang.
"Apa yang terjadi? kenapa hanya ada kalian berdua di sini? di mana kutu buku itu? ", tanya Yuna yang kebingungan, bukankah dia telah menyuruh mereka untuk membawa Yumi ke sini, tapi kenapa hanya dua orang bodoh ini saja di sini pikirnya.
"Maafkan kami, kami kehilangan dia"
"Benar, awalnya kami telah menunggunya di bawah tangga, tapi entah kenapa tiba-tiba banyak orang berkerumun dan berdasarkan di sekitar kami, itu membuat kami sulit untuk melihat sekitar".
" Kami mencoba mencari keberadaannya hingga gerbang sekolah, tapi kami tak berhasil menemukannya"
Kedua gadis itu mencoba menjelaskan situasi saat itu pada Yuna, tapi Yuna tak mau tau dan hanya menganggap hal itu terjadi karena kesalahan kedua gadis itu.
'Kalau bukan karena kalian masih berguna untuk rencana ku, maka aku benar-benar akan menghancurkan kalian berdua sekarang juga', gerutu Yuna dalam hati atas tindakan bodoh keduanya.
"Saat itu kami sekilas melihat Joe dan kutu buku itu bersama menaiki bus, saat kami akan mengejarnya, Bus sudah pergi duluan".
"Ya, kami merasa Joe ada di sana dan mengawasi gerak-gerik kami".
"Tapi aku melihat dengan mataku sendiri jika anak itu telah memasuki mobil dan pergi meninggalkan sekolah sebelum anak haram itu keluar dari kelas".
Mereka bertiga tenggelam dalam pikirannya masing-masing.
"Tak masalah, untuk kali ini dia beruntung tapi tidak untuk berikutnya, aku pastika dia akan menanggung akibat berkali-lipat", Yuna menunjukkan ekspresi mengejek dan menghina pada wajahnya saat mengucapkan itu dan akhirnya mereka bertiga tertawa bersama.
Karena gagal, mereka pun memutuskan untuk pulang ke rumah masing-masing.
"Sudahlah, aku masih ada cara lain untuk membalasnya. Sekarang, kita pulang saja dan jangan lupa nanti malam kita kumpul di tempat biasa".
" Tentu", jawab kedua gadis itu dan mengangguk bersamaan.
Mereka pun bergerak meninggalkan gudang dan berjalan menuju pintu keluar.
Gudang tersebut cukup besar dan begitu banyak barang-barang usang di dalamnya tapi ada juga beberapa yang terlihat masih baru dan belum pernah terpakai.
Namun ekspresi mereka terkejut saat berada di depan pintu yang tertutup itu. Yuna mengerutkan keningnya dan tampak berfikir.
"Tunggu dulu, kenapa pintunya tertutup. Bukankah tadi saat aku masuk itu masih terbuka ?"
"Benar, tadi memang masih terbuka saat kau masuk.
Mereka bertiga saling pandangan-pandangan, dan muncul kecurigaan terhadap pintu tersebut di benak mereka secara bersamaan.
" Ayolah jangan bercanda, itu tak lucu"
Saat Yuna ingin membuka pintu gudang, benar saja, pintu tersebut terkunci dari luar. Hal tersebut membuat mereka bertiga panik dan berteriak memanggil orang di luar agar membukakan pintu untuk mereka, namun tak kunjung ada yang membukakan pintu.
"Hei, apa ada orang di luar, tolong bantu kami, kami terkunci di dalam sekarang"
"yyaaahhh...., siapa pun bantu kami membuka ini"
"Kalian yang di luar, jangan melakukan hal konyol ini pada kami, kalau tidak, aku akan membuat kau menanggung konsekuensi nya"
Ketiga gadis itu berteriak-teriak dan bahkan mengumpat terus menerus sampai tenggorokan mereka sakit barulah mereka berhenti.
"Bagaimana sekarang. Apa kau yakin tak ada yang mengetahui rencana kita tadi"
*plak
Yuna memukul kepala temannya dengan kasar dan tanpa perasaan.
"Dasar idiot, tentu saja tak ada. Bukankah aku hanya memberitahu kalian dan itu pun melalui chat pribadi".
"Tapi, bagaimana sekarang. Bahkan tak ada sinyal di ponsel kita bukankah itu aneh jika sinyal tiba-tiba menghilang. Jadi apa yang harus kita lakukan? bagaimana cara kita untuk memberitahu keberadaan kita disini".
Yina seketika menjadi kaku dan membulatkan matanya, ia segera mengecek ponsel di tangan nya dan benar saja apa yang di katakan keduanya.
"Aaaaa... semua ini gara-gara gadis miskin itu", teriak Yuna frustasi.
Hari semakin sore dan matahari mulai tenggelam.
Yuna dan kedua sahabatnya hanya bisa terduduk lemas menatap pintu.
"Aku lapar"
"Aku haus"
"Tenang, orang tuaku pasti akan mencari keberadaan kita sekarang, mereka pasti sadar saat aku belum berada di rumah sampai sekarang dan akan mengutus penjaga untuk mencari ku", ucap Yuna dengan yakin.
__ADS_1
Mereka bertiga memegangi perut mereka yang mulai keroncongan dengan lesu. Berteriak-teriak dan memukul benda-benda di gudang untuk memberi tanda keberadaan mereka selama hampir 4 jam berteriak meminta bantuan, itu cukup membuat tenggorokan mereka kering dan merasa lapar.
bahkan hingga saat ini, belum ada tanda-tanda orang dari rumah mereka datang mencari mereka.
Suasana di dalam gudang terasa sangat suram dan menakutkan, lampu yang terus berkedip serta suara-suara aneh mulai terdengar menambah ketakutan mereka bertiga.
Bahkan salah satu dari mereka ada yang pingsan karena tak mampu menahan rasa takut.
Tak lama kemudian, pintu gudang terbuka dan hal tersebut langsung membuat ketiga orang itu terkejut dan segera berlari keluar gudang.
Mereka bertiga berlari secepat mungkin meninggalkan tempat terkutuk itu dan tak menoleh kemana pun.
Akhirnya mereka sampai di gerbang sekolah dengan nafas ter engah-engah.
"Tempat ini ternyata seperti rumornya, sangat menakutkan"
"Benar, tubuhku bahkan semakin merinding sekarang"
"Ayo cepat tinggalkan tempat ini sekarang, aku memiliki firasat buruk jika kita berada lebih lama di sini.
Mereka pun segera meninggalkan sekolah secepatnya.
Tak berapa lama setelah kepergian mereka, 2 orang pria muncul dan segera menutup gerbang.
...----------------...
"Bagaimana ?"
"Sesuai perintah anda tuan"
Tampak sosok pria berdiri di depan jendela ruang kerja miliknya dan tengah menghubungi seseorang yang ternyata merupakan suruhannya untuk mengunci ketiga murid wanita itu di dalam gudang.
Pria muda itu tak lain adalah yang menjadi kepala sekolah di tempat Yumi sekolah.
Pria yang di ketahui bernama Daren ini, telah mendirikan Hangsan Internasional High School selama 2 tahun.
Kemampuannya dalam memimpin tak perlu diragukan lagi. Itu terbukti, semenjak ia mengambil alih kepemilikan sekolah tersebut yang awalnya hanya sekolah kumuh di pinggiran kota. Banyak sekali pencapaian yang di dapatnya hingga membuat nama sekolah yang awalnya hanya sekolah biasa dan tak terpandang, kini menjadi sekolah terbaik dan terfavorit nomor 1 dengan banyak siswa berbakat di dalamnya hanya dalam waktu 1 tahun. Bahkan tak ada yang mampu menyaingi prestasi dan kecakapan dari sistem belajar di sekolah tersebut.
Mendapatkan laporan dari bawahannya, senyum puas terlihat di bibir menawan itu dengan mata yang terlihat dingin dan tanpa ekspresi.
Setelah memastikan, ia langsung mengakhiri panggilannya dan duduk kembali ke meja kerjanya.
Tampak sosok seorang gadis kecil berumur sekitar 3 tahun di foto tersebut.
"Anak nakal, aku harap untuk sementara kau aman di sana, tunggulah sebentar lagi, kakak akan menjemputmu dan menjagamu dengan baik".
Wajah yang awalnya tanpa ekspresi itu kini tampak tersenyum lembut dengan tatapan hangat saat melihat foto tersebut.
Gadis kecil di foto tersebut terlihat mirip dengan anak kecil yang di temui Yumi di supermarket waktu itu.
Hanya saja, di foto tersebut gadis kecil itu memiliki tubuh yang sedikit gemuk dengan pipi chubby ,wajah yang ceria serta mata yang indah. siapa pun yang melihatnya ingin segera memeluknya.
Sedangkan gadis kecil yang di temui Yumi terlihat sangat kurus dan lemah.
Tentu saja mereka orang yang sama, yang tak lain ialah Hana.
Daren terlalu sibuk dengan pendidikannya di luar negeri dan membangun beberapa bisnis di Kanada sehingga membuatnya tak begitu memperhatikan keluarganya.
Daren bahkan awalnya tak mengetahui bahwa ia memiliki seorang adik, ia hanya mengetahui berita kematian ibunya dan ayahnya yang telah menikah kembali ketika kembali ke Korea , hal itu menjadi pukulan keras untuknya, karena tak ada 1 orang pun yang memberi tahunya kabar duka tersebut,yang dimana saat kejadian ibunya kecelakaan dirinya sedang berada di luar negeri.
Daren sangat marah pada ayahnya dan Ia tak pernah kembali ke rumah sejak saat itu.
Namun kini, David mengetahui bahwa ia memiliki seorang adik dari rahim yang sama, dan saat mengetahui Hana hilang saat pergi bersama ibu tirinya ketika berada di sebuah supermarket, kemarahan dan kekecewaan menyelimuti hatinya. wanita itu mencoba menargetkan adiknya.
Mengusap foto yang di pegangnya dengan penuh kasih sayang tapi ekspresi wajahnya seketika menghitam dan dingin.
Ia kemudian meraih ponselnya dan menghubungi seseorang.
"Segera kirim bukti-bukti kejahatan iblis itu padaku besok pagi"
*Baik tuan*
"Dan tetap awasi nona muda sepanjang waktu"
*Tentu*
Daren tentu mengetahui keberadaan adiknya sekarang, Ia juga merasa tenang saat tau adiknya berada di tangan yang tepat. Mengetahui informasi kehidupan dan karakter baik keluarga Yumi. Tentu dengan begitu, adiknya akan aman untuk sementara sampai dirinya membereskan ibu tirinya itu.
Alasan kenapa ia tak ingin membawa adiknya pulang terlebih dahulu karena ia takut jika ibu tirinya akan melakukan hal buruk lagi terhadap adik kesayangannya.
__ADS_1
Terlebih ia mengetahui bahwa wanita itu telah merencanakan semua ini dari awal hingga membuat identitas palsu untuk adiknya dan mempersulit orang-orang untuk menemukan keberadaan adiknya.
Siapa orang yang berada di belakang wanita itu sampai tak ada satu pun anggota keluarga Daren bahkan Ayahnya sendiri tak mengetahui bahwa ia memiliki seorang putri kecil. Dan selalu bertanya-tanya tentang apa yang sebenarnya terjadi ketika dirinya di luar negeri.
Setelah mengakhiri panggilan, pria itu meletakkan foto di tangannya ke tempat asal sebelum berdiri menghampiri sebuah lemari.
Ia kemudian membuka lemari kecil di samping mejanya dan mengeluarkan sebuah kotak kayu yang tampak sangat tua namun masih terlihat kuat dan kokoh.
Kotak tersebut tidak di katakan besar tapi juga tidak berukuran kecil. Terdapat ukiran 7 bunga lotus di atasnya dan ukiran seperti tulisan kaligrafi di setiap sisi sampingnya. Di setiap sudut kotak tersebut juga terdapat ukiran seekor naga yang menonjol di sudut kotak.
Memandangi dengan rasa penasaran dan tanda tanya besar pada kotak tersebut. Beberapa kali terlihat ia mengusap dan membersihkannya dari debu yang menempel karena sudah cukup lama berada di dalam lemari. Tak hanya itu, di kotak itu juga terdapat sebuah lubang kunci.
Pria itu menatap rumit kotak tersebut sambil menghela nafas panjang.
"Haish, dasar nenek tua. Kenapa kau menyuruhku melakukan hal yang merepotkan seperti ini", gerutunya kesal.
Sebenarnya Daren sendiri juga tak mengetahui apa isi kotak tersebut, ia hanya mendapatkannya dari nenek teman lamanya dan mengatakan bahwa semua jawaban dari semua hal yang terjadi dalam hidupnya ada di dalam kotak itu.
Ia melakukan segala cara untuk membuka kotak tersebut dari hal sederhana hingga menghancurkan kotak itu, tapi tak berhasil terbuka. Bahkan pernah beberapa kali memanggil tukang kunci profesional untuk membuka kotak tersebut, namun tetap tak ada yang berhasil membukanya, Mereka semua mengatakan hal yang sama bahwa mekanisme dan pola kunci di dalamnya sangat rumit. Karena tak ingin merusak benda di dalamnya, Daren pun menyerah dan hanya mencoba mengikuti petunjuk dari orang yang memberinya kotak tersebut.
Tak lama kemudian sebuah notifikasi email masuk di laptopnya yang berada di atas meja. Ia segera membuka email tersebut yang ternyata dari teman lamanya.
Kebetulan yang aneh, sudah lama ia tak menyentuh kotak itu dan sekarang saat ia memegangnya kembali, ia malah mendapatkan informasi dari temannya tersebut.
Ia mengerutkan keningnya saat melihat email yang berisi 2 buah foto kunci berbeda bentuk dan ukuran di foto tersebut.
Di email itu juga tertulis beberapa kalimat yang mengatakan.
@ apa kau masih hidup? ah..ya...aku hanya bisa membantumu dengan ini, segera temukan pemiliknya dan kau bisa membuka kotak tersebut. aahh...satu lagi, tolong bawa beberapa wine saat kau berkunjung ke rumahku nanti@
Daren menghela nafas kasar setelah membaca pesan tersebut. Orang itu seperti hantu yang mengetahui apa saja yang sedang dilakukan nya.
Jika bukan karena Jika bukan karena dirinya berhutang banyak hal pada orang itu, ia sangat malas untuk meladeni nya
Menyudahi urusannya dengan kotak misteri itu, Ia melanjutkan menatap file di tangannya dengan sangat serius dan tenggelam dalam kesibukannya itu sepanjang malam di kantornya.
...----------------...
Yumi kini tengah makan malam bersama ibu, Hana dan Tante Rina nya.
"Hacuh..." (bersin)
"Apa kau baik-baik saja ?", tanya Yumi pada gadis kecil yang kini duduk di sebelahnya dengan khawatir.
"Em, aku baik.".
"Bagaimana? , apa tadi sekolahmu berjalan lancar dan oh ya, tadi ibu sempat melihatmu pulang bersama seseorang. Tapi kau tiba-tiba lari begitu saja, apa yang terjadi? ", tanya Ana serius.
Yumi tertegun dan tiba-tiba saja ia mengingat kembali kejadian tadi siang. Sontak hal tersebut membuat wajahnya memerah dan reflek menggelengkan kepalanya untuk melupakan kejadian saat di bus.
ketiga orang yang melihat reaksi Yumi seperti itu, memandanginya dengan aneh dan heran.
Merasa ada beberapa pasang mata sedang memperhatikan nya, tubuhnya menegang,mejadi kikuk dan salah tingkah.
"Em, tak ada yang terjadi, kami hanya berteman", ucap singkat Yumi.
Yumi mencoba menenangkan dirinya dengan meminum air di gelas miliknya.
"Benarkah, lalu kenapa wajahmu tiba-tiba memerah begitu, apa kau demam sayang? ", tanya Ana khawatir
"uhuk...uhuk...." (tersedak)
"Pelan-pelan sayang, tak ada yang akan mengambil makanan itu dari mu", ucap Rina.
Saat ia akan menjawab, Rina sudah menyelanya terlebih dulu.
"Apa dia pacar mu? ".
" Oh ayolah tante, aku sedang fokus pada pendidikan ku sekarang, dan tak mau buang-buang waktu untuk melakukan hal itu dulu", ungkap Yumi.
"Apa maksudmu buang-buang waktu sayang? , merasakan jatuh cinta dan di cintai itu suatu hal yang baik, kau akan tau saat mengalaminya nanti. Kau tau, cinta akan membuat hidupmu kau lebih bahagia dan berarti............", ucap Rina.
" Tapi cinta juga akan membuatmu menderita, duniamu seperti hancur ketika orang yang kamu cintai mengkhianati mu", sela Ana tiba-tiba secara acuh tak acuh.
"Yah, itu sisi buruknya", ucap Rina lesu.
Yumi yang mendengarkan mereka berdua tak terlalu ambil pusing, karena saat ini ia hanya ingin fokus belajar dan mencoba menghasilkan uang secepatnya.
Dirinya tau betul bahwa setiap hal pasti ada sisi positif dan negatifnya. Dia juga harus berhati-hati saat bertindak dan mengambil keputusan kedepannya.
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...