
"hari ini aku akan meminta ibunda untuk membuatkan juz jamur kesukaan ku,bibi bisakah kamu membantuku" tanya Raisa kepada pelayannya
"baik nona"jawabnya,sembari membantu Raisa memetik jamur
Raisa gadis kecil itu tampak sibuk kesana kemari mencari jamur
"Putri hari sudah petang kita harus kembali ke istana sekarang"sembari membawa keranjang jamur yang sudah penuh
"baik bi,ayo kembali" jawab Raisa sambil menggandeng tangan pelayan itu
Singkat cerita mereka sampai di istana,Raisa langsung berjalan menuju kamar ibu ratu
"bunda bisakah kamu membuatkan aku juz jamur" pinta Raisa sambil menatap lekat ibunya sembari tangannya memberikan jamur yang tadi dia petik
"baiklah,ayo ibu buatkan"sembari tangannya menggandeng tangan putrinya menuju dapur
"sayang,jangan tidur malam2 ya,setelah minum juznya langsung tidur" mengelus rambut Raisa penuh kasih sayang
"iya bunda"jawab Raisa sambil tersenyum
__ADS_1
setelah meminum habis jus buah itu Raisa langsung kekamarnya dan tidur,namun tengah malam dia terbangun karna perutnya sakit
"uhhh,,sakit mungkin aku minum juznya terlalu banyak" Raisa menyadari bahwa dia tadi malam terlalu banyak meminum juz jamur itu,tanpa undur undur waktu lagi,dia langsung lari untuk membereskan perutnya
"beres"gumam Raisa sambil mengelus perutnya
"haha,haha akhirnya" Raisa mendengar suara seseorang di dalam kamar kedua orang tuanya,suaranya tidak asing di telinganya,karna Raisa ingin tahu apa yang terjadi dia pun mengintip dari celah pintu yang terbuka
Raisa bisa melihat ibunya di ikat ke sebuah tiang,wajahnya tak bisa di kenali karna banyaknya darah yang di sebabkan oleh sayatan benda tajam
"kau selalu bisa mendapatkan apa yang kamu mau,tahta,harta,dan orang yang aku suka,kini aku akan mengambil semua yang kamu miliki,haha,,," Teriaknya sembari menambah luka baru dengan memotong jari ibu ratu
"sodara?HAHAHAAA,,mungkin kamu menganggap ku sodara,tapi aku hanya melihat kamu sebagai seorang penghalang dari segalanya,akan ku pastikan kamu tak akan melihat matahari esok" dengan cepat harum menghunuskan pisau keperut ibu ratu sampai pedang itu menembus meja di bawahnya,seketika ibu ratu menutup mata untuk selamanya
"bundaaa,,"tangis Raisa
"Siapa disana?!!!"teriak harum
pelayan yang melihat Raisa di depan pintu langsung menarik tangan Raisa untuk membawanya pergi,
__ADS_1
"non,kamu harus selamat,ikuti bibi" ucapnya sembari terus menggandeng tangan Raisa
"tapi bunda sama ayah Bi"rengek Raisa mengingat mayat ayah dan ibunya masih disana
"jangan sedih non,semua akan baik baik saja,nona cukup pergi ke gunung sana,tak akan ada siapapun yang tau"jelasnya sambil menunjuk gunung itu
"HEIII,kamu serahkan putri pada kami,kami di suruh ibu ratu yang baru untuk membawanya kembali" teriak seorang prajurit istana
"pergi Nona,pergi,,bibi akan menahan mereka disini," tangannya mendorong Raisa agar pergi
"tapi Bi"
"pergi non,hanya kamu harapan kami saat ini" teriak pelayang itu "jangan nengok kebelakang apapun yang terjadi non"
Raisa lari secepat apa yang dia mampu, ingin rasanya di menengok kebelakang ketika mendengar suara pelayan itu menjerit, namun Raisa sadar kalo dia menengok kebelakang mungkin dia tak akan mampu untuk pergi. dari sana
*akan kalian bayar mahal apa yang terjadi pada kluargaku hari ini*
lanjut chapter 2 ya👋
__ADS_1
jangan lupa like and koment ya