
"ini selimut untukmu,tidurlah di bangku panjang sana"
Juna mengangguk mengambil selimut dan bantal untuknya tidur,mungkin karna rasa sakit yang ia rasakan tak butuh waktu lama Juna pun tertidur.
sementara Raisa masih sibuk dengan pikirannya,menyusun rencana untuk pertemuan di hari esok.
pagi itu Juna terbangun dengan muka bantalnya ia melihat Raisa yang tengah bercermin seperti tengah merias wajahnya "Kau mau kemana?rapi sekali penampilanmu pagi ini"
Raisa menengok memandang Juna lalu tersenyum "Aku akan ke paviliun utama perdana Mentri"
"untuk apa?"
"Aku akan di jodohkan dengan putra ketiganya"
"kau gila!!! pangeran Lous itu kejam!" teriak Juna panik,dia sangat takut Raisa kenapa kenapa,karna pasalnya dari apa yang dia tau pangeran ketiga itu terkenal kejam,suka mempermainkan wanita karna bagi pangeran ketiga wanita hanya pemuas nafsunya saja,bahkan ada beberapa wanita yang meninggal karena aksinya yang brutal
"Apa kau fikir kalo aku wanita baik bisa masuk kesini sesukaku?" tanya Raisa dengan senyum segaris "kau tak perlu cemas,aku tak selemah yang kamu fikirkan"Raisa berlalu meninggalkan Juna sendiri dengan muka cemas yang masih tercetak jelas di wajahnya
Sepanjang jalan yang Raisa lewati ia tak melihat siapapun disana,bahkan pelayan yang biasanya berlalu lalang membersihkan paviliun pun tidak ada
*Aneh* batin Raisa
Sesampainya di paviliun ia langsung masuk tanpa mengetuk pintu,disana dia bisa melihat perdana Mentri dan istrinya,Robert,Arya,dan satu laki laki yang tidak ia kenal
__ADS_1
"Raisa duduklah"kata perdana Mentri
Raisa pun duduk
"Ini adalah putraku luos yang aku jodohkan denganmu" tangan perdana Mentri menunjuk keberadaan laki laki yang tidak Raisa kenal tadi "Apa kamu mau dengannya?"
Raisa tersenyum menatap lurus perdana Mentri lalu mengangguk
"Tapi ada syarat yang harus kamu setujui"
"Apa itu?"
"Kau harus memuaskan anaku! dia maniac intim"
tapi di luar dugaan raisa mengangguk dengan mantap "akan aku pastikan dia tidak bisa berjalan" dengan senyum menyeringai menatap luos,bagi Raisa luos bagaikan mainan baru yang di berikan perdana Mentri
"Baiklah kau akan menikah dengannya besok! dengan sederhana! tanpa ada nya pesta" ucap perdana Mentri dengan membuang muka,karena ia fikir Raisa akan mundur
"Itu tidak penting,yang terpenting,,aku punya surat nikah dan di kenalkan dengan ibu ratu,"jawab Raisa singkat
Raisa langsung membalikan badan berlalu meninggalkan semua orang yang ada di ruangan itu
"ayah apa kau yakin akan menikahkan ku denganya" tanya luos
__ADS_1
"ayah tak ada pilihan lain,karna hidup ayah ada di tanganya"
luos menghembuskan nafasnya kasar,pasalnya ia tak ingin hidupnya di batasi pernikahan,baginya memiliki satu wanita tak akan bisa mencukupi kebutuhan nafsunya,luos bangkit lalu pergi begitu saja
"Apa kau yakin dengan semua ini?apa ini semua tidak berbahaya untuk kita?" tanya istri perdana Mentri
"kalau kau ada jalan lain beri tau aku sekarang! kalau kau tidak punya lebih baik kau diam!! dari pada membuat semuanya kacau!!!"
"Tapi luos satu satunya putra kita yang masih normal,apa kau rela dia kenapa Napa?"
"Ohhh terus apa kau juga rela kalau esok kau bangun dengan melihat kepala putrimu terpisah dari badanya di hadapanmu!!!"
istri perdana langsung membekap mulutnya menatap suaminya lekat,tak percaya dengan semua apa yang sudah suaminya katakan "mana mungkin"
"kau fikir apa aku melakukan semua ini tanpa memikirkan segalanya?aku memberinya syarat itu,agar dia memiliki anak dari luos sehingga kita bisa balas dendam lewat anak itu" ucap perdana Mentri penuh penekanan lalu tersenyum puas membayangkan semua rencana akan berhasil
"kalau gagal?"
"Diam!!!! kalau tak ada hal yang baik yang bisa kau katakan keluar!!!!!" teriaknya kesal
lanjut chapter 8 ya gays, 🙏
jangan lupa like and share
__ADS_1
semoga harimu indah 💜