Hidup Untuk Balas Dendam

Hidup Untuk Balas Dendam
Chapter 4


__ADS_3

Sore itu suasana terasa tenang sebelum sebuah dobrakan pintu mengagetkan Raisa


"Hai kamu wanita jalang,apa kamu pikir kamu bisa berbuat sesuka mu disini!!" teriaknya sambil menunjuk tanganya ke Raisa


"Cuihh,tua bangka gak tau diri nafas udah di ujung aja banyak tingkah" ejek Raisa sambil memalingkan wajah


"Apa kamu bilang" mata perdana Mentri melotot memandang Raisa


"Nilai tambahan kamu bodoh dan budeg!!" teriakk Raisa


"Nyalimu besar juga ya,akan ku buat kamu merengek memohon kepada ku," jawab perdana menteri


pengawal langsung maju menyerang Raisa,namun di mata Raisa mereka bagaikan serangga,tak sampai satu menit semua kepala pengawal itu sudah terpisah dengan badannya


"Siapa kamu sebenarnya!!!" ucap perdana Mentri,seluruh badannya gemetar melihat Raisa


*bagaimana mungkin dia sehebat ini*


"Orang yang sudah membuat ke dua putramu cacat" tangan Raisa mengelus pipi perdana Mentri dengan pisau


"Apa maumu!!kenapa kamu mengusik keluargaku?" tanya perdana Mentri


"Kau bisa tanyakan itu ke putramu!! kalau besok kau tak bisa melakukanya siap siap saja,besok pagi kepala putrimu tepat di bawah kakimu tapi dengan keadaan terpisah dengan tubuhnya" ancam Raisa


"Apa kau gila!!! aku tak pernah punya masalah denganmu!!" teriak perdana Mentri


"Cuihhh" raisa meludahi perdana Mentri "Kau rela berkhianat untuk mendapatkan posisi ini bukan?kau bahkan membantu ibu suri yang sekarang untuk melenyapkannya" bisik raisa


*Bagaimana dia bisa tahu soal itu*

__ADS_1


"Buka mulutmu!!!" teriak Raisa


*Akan ku buat hari harimu tersiksa mulai hari ini*


"Apa yang akan kau lakukan" kini muka perdana Mentri tampak pucat


"Buka mulutmu atau ku habisi nyamu hari ini" teriak Raisa sambil menyodorkan pedangnya


Raisa langsung mendekati perdana Mentri dan membuka paksa mulut Perdana Mentri.


"Apa yang kau berikan padaku!!" teriak perdana Mentri


"Itu adalah racun,yang akan membuat daging mu sedikit demi sedikit membusuk sehingga kau berfikir lebih baik mati dari pada hidup" ucap Raisa sembari menyeringai menatap perdana Mentri


"Kau iblis!!!!" teriaknya


*jangan harap aku akan memberikan penawarnya,akan ku buat segalanya lebih menyakitkan untukmu*


"Apa yang kau mau!!!"


*Sial dia memperhitungkan segalanya*


"Lakukan apa yang ku mau maka setiap bulan kau akan ku berikan penawarnya,tapi jika kau menghianatiku kau akan menjadi bangkai hidup" ancam Raisa sembari menebas satu jari perdana Mentri


"Aghhh,,,baiklah" perdana pentri bangkit lalu pergi dari ruangan itu sembari memgang tanganya yang berlumuran darah


"Dasar sampah" gumam Raisa berjalan menuju ranjangnya


sementara di aula perdana Mentri

__ADS_1


"Pengawal panggil Robert kemari" perintah perdana Mentri pada pengawalnya


Sampailah Robert di sana


"Robert,kenapa kau membawa iblis kerumah ini!!" teriak perdana


"i,itu aku di ancam tak akan bisa melihat matahari lagi" Robert menundukan kepalanya


*Raisa bis bisanya kau membuatku di marahi ayah hari ini,tapi akan kupastikan hari harimu berikutnya seperti di neraka*


"gara gara kamu,kakakmu cacat,dan sekarang dia memegang kendali penuh keluarga ini,apa kau puas!!" teriak perdana Mentri


*bagaimana bisa aku mempunyai anak yang begitu bodoh"


"Ayah bukankah dia hanya meminta kita untuk menjodohkan dia dengan pangeran ke tiga?kita hanya perlu melakukan itu,dan menyusun rencana untuk menghancurkan dia di istana kerajaan" usul Robert


"kamu benar kita bisa menghancurkan dia,hahaha ,Raisa akan ku pastikan kau mati dengan tragis" perdana Mentri senyum menyeringai


"Ayah cukup!!,ini terlalu beresiko" teriak Arya memotong pembicaraan mereka


"Diam!! akan kupastikan dendam kita terbalaskan semua haha" tawanya memenuhi isi ruangan itu


"Tapi,,,"


"sudah untuk pertemuan hari ini!! kalian kembalilah,aku Mau istirahat" perintah perdana Mentri sembari meninggalkan tempat itu


Lanjut chapter 5 ya👋👋


jangan lupa like and coment 🥰🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2