Hidup Untuk Balas Dendam

Hidup Untuk Balas Dendam
Chapter 5


__ADS_3

Suara burung bersahut sahutan di sertai suara ayam yang berkokok menandakan bahwa hari sudah pagi,tapi Raisa sudah rapi duduk di depan jendela menikmati suasana pagi yang sejuk,sebelum sebuah ketukan pintu mengalihkan perhatiannya,


"Raisa!!!"teriak seorang pelayan dari depan pintu


Raisa tak menjawab panggilan itu,dia bangkit dari duduknya berjalan menuju pintu


"Raisa,perdana Mentri memerintahkan ku memberikan baju ini" kata Pelayan itu sembari menyerahkan baju di tanganya, Raisapun mengambil baju itu dan melihatnya


*Baju macam apa ini dia berikan untukku*


"Dimana rumah istri perdana Mentri?" tanya Raisa


"Untuk apa kamu menanyakan itu? tanya pelayan


"Gak usah banyak tanya?dimana?" tanya Raisa sekali lagi kini mukanya tepat di depan pelayan itu


"Aku tak tau" jawab pelayan itu lalu membalikan badan untuk pergi,tapi tangan Raisa dengan cepat menarik tangan pelayan itu,dengan cepat Raisa memasukan sebuah obat ke mulutnya,


"Apa yang kau lakukan!!!" teriak pelayan itu dengan panik


"Tunjukan dimana sekarang, atau kau akan melihat saraf tubuhmu lumpuh satu persatu" bisik Raisa sembari menepuk pundak pelayan itu


"Aku tak akan menunjukan paviliun istri prdana Mentri padamu!!!" jawabnya


"Siap siap saja,kau akan merasakan mati lebih baik dari hidup" Ucap Raisa dengan senyuman menyeringai

__ADS_1


*Akan ku bawa dia ke paviliun tua,lagi pula dia tak tau aku berbohong atau tida*


"Baik akan ku tunjukan paviliun itu,tapi kau harus berjanji memberikanku penawarnya" jawab pelayan itu


"Semua tergantung padamu" jawab Raisa sambil mendorong tubuh pelayan itu kluar untuk menunjukan jalan


Sepanjang perjalanan tak ada siapapun, dia tak melihat anggota kluarga perdana Mentri satupun


"Dimana yang lain?"tanya Raisa


"Tak tau!!" jawab pelayan itu,,dengan terus berjalan di depan Raisa,,sampai akhirnya pelayan itupun berhenti dan menunjukan suatu paviliun "Disana ibu perdana Mentri tinggal,aku sudah melakukan apa yang kau mau,mana penawarnya" pinta pelayan itu sambil menyodorkan tanganya


"Ini"Raisa mengeluarkan sebutir pil dari bajunya


pelayan itupun berjalan pergi meninggalkan Raisa sendiri,Raisapun mulai melangkahkan kakinya


Raisa melangkahkan kakinya semakin masuk ke dalam,sbelum matanya menangkap sebuah gubug di ujung paviliun itu,,


*Bagaimana bisa di sebuah paviliun di dalamnya ada sebuah gubug kumuh*


karna penasaran Raisa pun mulai mendekati gubug itu,sesampainya di depan pintu,Raisapun membuka pintu itu perlahan,,ktika pintu sudah terbuka tampaklah seseorang dengan wajah babak belur,dengan kaki dan tanganya di ikat kesudut sudut ruangan,dengan kondisi yang mengenaskan


"Siapa kamu?kau mau memukulku sampai mati pun aku tak akan memberitahumu" ucap laki laki itu dengan mata sinis memandang Raisa


"Aku tak mengenalmu,untuk apa aku menyakitimu" jawab Raisa sembari menyandarkan dirinya di pintu

__ADS_1


"Bukankah kamu di suruh untuk menyakitiku,agar aku mengatakan dimana lencana kerajaan" tanya laki laki misterius itu


"Aku tak mengerti apa yang kamu katakan,dan kenapa kamu bisa seperti ini" tanya raisa sambil memotong tali yang mengikat pemuda itu


"Karena semua keluarga ini bergantung pada ibu ratu saat ini,jadi mereka melakukan berbagai cara agar aku menunjukan lencana itu" jawab pemuda itu kini dia mendudukan badanya "Bagaimana bisa kamu berada disini?"tanyanya


"Aku disini cuman cari keadilan buat kluargaku"jaawab Raisa,dengan mata menatap jauh kedepan


"Siapa kluargamu?"tanya pemuda itu


"Kita harus pergi sekarang,supaya luka di tubuhmu bisa di obati" kata Raisa sembari tanganya membantu pemuda itu berdiri


"Mengapa kau membantuku?kau tak mengenalku?" tanya pemuda itu kini iya menatap lekat Raisa


Raisa tak menjawabnya


"Siapa namamu?"tanya Raisa


"Juna" jawab pemuda itu


"Aku Raisa,sekarang kita saling mengenal dan sekarang juga kau sanabatku,jadi bisakah kamu keluar bersamaku sekarang" tanya Raisa sambil tersenyum pada juna


Juna pun menganggukan kepalanya yang artinya dia setuju untuk keluar dari tempat itu bersama raisa


Lanjut chapter 6 ya gays🥰

__ADS_1


Jangan lupa like and comen ya


kamsahamida🙏


__ADS_2