Hilangnya Cinta Terakhir

Hilangnya Cinta Terakhir
Bermimpi Tentangmu


__ADS_3

Pada suatu malam Romy tertidur dan bermimpi tentang sahabatnya Novi. Dalam mimpinya, Romy melihat Novi tersenyum ke arahnya dan memberikan isyarat bahwa ia sedang tidak baik-baik saja.


Romy merasa terkejut dan sedih saat ia bermimpi tentang sahabatnya, Novi, yang sedang terbaring lemah di rumah sakit. Ia merasa khawatir tentang kondisi sahabatnya itu.


Ketika Romy terbangun dari mimpinya, ia merasa seperti ada suatu pesan yang ingin disampaikan oleh Novi. Ia segera menghubungi keluarga Novi dan menanyakan kabar terbaru tentang kesehatan sahabatnya


Romy sedikit merasa bersalah karena ia telah melupakan sahabatnya dan jarang menjenguknya ke rumah sakit.


"Asaalamualaikum tante, bagaimana keadaan Novi sekarang?" Isi pesan teks Romy kepada ibunya Novi.


"Baik Nak." Jawab Ibunya Novi singkat.


"Sekarang Novi ada di rumah atau di Rumah sakit tante?" Tanya Romy kembali.


"Di rumah sakit nak, tapi sudah baik tidak perlu di jenguk." Jawab ibunya seperti ada yang disembunyikan.


Melihat jawaban Ibunya Novi membuat Romy pun semakin curiga dan terus bertanya-tanya mengenai keadaan Novi. Ia merasa ada yang salah. Akhirnya, Romy memutuskan akan menemui kedua orang tua Novi untuk mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi.


Sementara Itu di Rumah Sakit.


"Nak, Romy chat ke mama nanyain keadaan kamu." Ucap sang ibu.


Novi tersenyum mendengar ucapan sang ibu. Ia merasa terharu dan senang bahwa Romy masih mengingat dirinya dan peduli dengan kondisinya.


"Iya ma, tapi tolong sampaikan jangan jenguk aku ya ma. Aku ingin istirahat." Ucap Novi.


Setelah mengetikkan pesan singkatnya, Novi merasa lelah dan ingin istirahat. Ia meminta kepada ibunya untuk memberitahukan kepada siapa pun bahwa ia tidak ingin dikunjungi saat ini.


Ibu Novi mengangguk mengerti dan memberikan dukungan kepada putrinya untuk beristirahat sebanyak yang dibutuhkan. Ia berjanji akan menjaga keinginan Novi untuk tidak diberi gangguan selama masa pemulihannya.


Novi menutup matanya dan merasakan ketenangan yang datang dari dalam dirinya. Meskipun ia masih harus menjalani beberapa prosedur medis lagi, ia merasa yakin dan percaya bahwa ia akan sembuh dan kembali beraktivitas seperti biasa.

__ADS_1


Sang ibu membelai rambut Novi dan memberikan kecupan di dahinya. "Semoga cepat sembuh ya, Nak. Mama selalu bersama kamu," ucap ibu Novi dengan penuh kasih sayang.


Novi tersenyum dan membalas ucapan ibunya, "Terima kasih, Ma. Aku juga selalu bersama Mama.


Novi merasa sulit untuk berbagi rahasianya dengan Romy, terlebih lagi karena ia tidak ingin menimbulkan rasa khawatir dan kesedihan pada temannya.


Keesokan harinya.


Romy merasa khawatir dan cemas dengan kondisi Novi, sehingga ia merasa sangat ingin menjenguk sahabatnya itu. Meskipun telah dilarang oleh ibu Novi, Romy tetap memutuskan untuk mengunjungi Novi di rumah sakit.


Sesampainya di Rumah sakit Romy bertemu dengan ibunya Novi di lobby. "Loh nak, kenapa jenguk?"


Romy merasa kaget dan sedikit gugup saat bertemu dengan ibu Novi di lobby rumah sakit. Ia tahu bahwa ia tidak mendengarkan permintaan ibu Novi untuk tidak mengunjungi Novi, namun Romy merasa terlalu khawatir dan ingin melihat kondisi sahabatnya secara langsung.


"Maafkan saya, Tante , Saya hanya ingin melihat Novi dan memastikan bahwa ia baik-baik saja," jawab Romy dengan suara terbata-bata.


Ibu Novi melihat ekspresi khawatir di wajah Romy dan merasa terharu. Ia memahami perasaan Romy dan memutuskan untuk mengizinkan Romy untuk mengunjungi Novi, meskipun ia tidak ingin ada terlalu banyak orang yang mengunjungi Novi agar Novi bisa istirahat dengan tenang.


Romy merasa bersyukur dan lega mendengar izin dari ibu Novi


Saat Romy tiba di kamar rumah sakit, ia melihat Novi terbaring lemah di ranjangnya. Raut wajah Novi terlihat sangat kaget melihat kedatangan Romy. Keadaanya sungguh sangat memprihatinkan.


Romy merasa sangat menyesal karena tidak mengunjungi Novi sebelumnya dan ia meminta maaf kepada Novi atas kelalaian dan kesalahannya.


"Novi kamu apa kabar?" Ucap Romi sambil memegang tangan Novi.


Novi hanya tersenyum membalas ucapan Romy.


"Kamu sakit apa Nov?" Kok sampe begini? Kenapa kamu gak ngasih tau aku lagi?"


Tanya Romy kepada Novi sahabatnya.

__ADS_1


"Aku gak apa-apa kok Romy" ucap Novi menyembunyikannya dan menahan air matanya agar tak terjatuh.


Romy merasa tidak yakin dengan jawaban Novi, "Tapi kamu terlihat lemah dan kurang bersemangat, Nov. Kamu harus memberitahuku kalau kamu sakit apa?” Paksa Romy.


Novi terdiam sejenak, lalu menatap Romy dengan mata yang berkaca-kaca, "Maafkan aku, Romy. Aku tidak ingin membuatmu khawatir. Aku sudah berusaha menyembunyikannya dari semua orang, termasuk dari kamu dan teman-temanku sendiri aku terkena leukemia Romy." Novi tak bisa membendung air matanya. Tangisnya pun pecah.


"Ya tuhan, kebapa kamu gak ngasih tau aku?" Ucap Romy kaget dan langsung berkaca-kaca mendengar perkataan Novi seolah tak percaya.


Novi menatap Romy dengan wajah yang sedih, "Maaf, Romy. Aku tidak ingin membuatmu khawatir. Aku baru saja mendapatkan diagnosis ini beberapa hari yang lalu dan masih berusaha untuk menghadapinya sendiri."


Romy merasa sedih dan menyesal karena Novi harus menghadapi situasi yang sulit ini sendirian. "Kamu tidak perlu merasa sendirian, Nov. Aku selalu di sini untukmu dan siap membantumu melalui semua ini," ucap Romy dengan lembut.


"Aku janji aku gak akan ninggalin kamu lagi kamu jangan nangis ya!" Ucap Romi.


Romy merangkul Novi dengan lembut dan menenangkan, "Tenang Nov, aku di sini untukmu. Aku akan selalu bersamamu dan mendukungmu. Kita akan melalui semua ini bersama-sama."


Novi tersenyum dengan tulus dan merasa sangat bersyukur memiliki seorang sahabat yang selalu peduli seperti Romy. Mereka berbicara lama tentang situasi Novi dan rencana pengobatan yang akan dilakukan. Romy berjanji akan selalu mendukung dan memberikan dukungan moral bagi Novi "Terima kasih, Romy. Aku sangat beruntung memiliki sahabat seperti kamu."


Romy tersenyum, "Tidak perlu berterima kasih, Nov. Kita selalu saling mendukung dan membantu satu sama lain, kan?"


Novi mengangguk, "Benar sekali, Romy. Kita akan melalui semua ini bersama-sama dan aku yakin, kita akan keluar sebagai pemenang."


Romy tersenyum dan kembali merangkul Novi dengan lembut. Mereka berjanji untuk saling mendukung dan bertahan satu sama lain dalam menghadapi situasi sulit yang mereka hadapi.


Romy menggenggam tangan Novi dengan erat, "Kamu tidak perlu menyembunyikannya dari aku, Nov. Aku selalu ada untukmu dan akan selalu mendukungmu sepanjang perjalananmu melawan penyakit ini."


Novi merasa sangat terharu dan bersyukur memiliki seorang sahabat seperti Romy yang selalu peduli dan mendukungnya. Mereka berpelukan erat dan bersama-sama menghadapi tantangan yang ada di depan.


Romy menghabiskan waktu bersama Novi di rumah sakit. Ia membawa buku-buku dan cerita lucu untuk menghibur Novi. Romy juga memastikan bahwa Novi mendapat perawatan yang baik di rumah sakit dan membantu mengurus keperluannya selama di sana.


Setelah menghabiskan waktu bersama Novi di rumah sakit, Romy menyadari betapa pentingnya persahabatan dan kehadiran teman-teman dalam kehidupannya. Ia bertekad untuk tidak lagi melupakan teman-temannya dan selalu mengutamakan hubungan sosial di sekitarnya. Dalam hati, Romy berjanji untuk selalu menyempatkan waktu untuk bersama teman-temannya dan memberikan dukungan yang mereka butuhkan.

__ADS_1


__ADS_2