Hilangnya Cinta Terakhir

Hilangnya Cinta Terakhir
Kembali


__ADS_3

Sepulang dari gunung mereka kembali naik bis kota untuk pulang ke rumah masing-masing. Di sepanjang perjalanan pulang ke Rumah, Romy terus memperhatikan Novi. Ia tampak tak sehat. Beberapa kali Romy menanyakan tentang kondisi Novi namun Novi selalu menghindar dan berkata bahwa dirinya baik-baik saja. Jadi Romy memutuskan untuk tidak bertanya lagi kepada Novi dan menganggap bahwa Novi baik-baik saja dan dalam keadaan sehat.


Akhirnya Romy dan Novi telah kembali ke rumah mereka masing-masing setelah menyelesaikan perjalanan mereka selama 3 hari di Gunung Merbabu. Saat Romy tiba di depan pintu rumahnya, ia melihat ibunya sedang menunggu dengan tatapan khawatir di wajahnya.


"Bu, aku sudah kembali," sapa Romy sambil tersenyum pada ibunya.


Ibu Romy langsung berlari mendekati anaknya dan memeluknya erat-erat sambil menangis. "Nak, kenapa kamu tidak memberitahu langsung sebelum pergi? Ibu sangat khawatir dengan kamu.” Ucap ibunya sambil terus menangis di pelukan Romy.


Romy merasa bersalah karena tidak memberitahu ibunya sebelum berangkat.


"Maaf, bu. Bukan maksud Romy sengaja tidak memberitahu. Romy hanya takut tidak mendapat izin dari ibu. Maafin Romy ya bu." jelas Romy dengan wajah penuh penyesalan dengan sedikit mengeluarkan air matanya karena tidak tega melihat wajah ibunya menangis karena khawatir.


Romy merasa sedih mendengar tangisan ibunya. Ia tahu bahwa ia telah melakukan kesalahan dengan membohongi ibunya tentang pergi naik gunung dengan teman-temannya. Ia hanya ingin mencoba sesuatu yang baru dan mendapatkan pengalaman yang berbeda, tapi ia merasa bersalah telah membuat ibunya khawatir dan menangis.


"Ibu, sekali lagi maafkan aku. Aku tidak bermaksud membuatmu khawatir dan menangis seperti ini. Aku janji tidak akan melakukannya lagi." Romy mencoba meyakinkan ibunya bahwa ia akan bertanggung jawab dan tidak akan mengulangi kesalahannya.


Ibu Romy merengkuh wajah anaknya dan mengusap air mata Romy dengan lembut.


"Ibu senang kamu sudah kembali dengan selamat. Jangan pernah membuat ibu khawatir lagi, ya," pesan ibu Romy sambil tersenyum lembut pada anaknya.


“Iya bu, Romy hanya ingin menyalurkan hobi Romy bu tidak lebih. Jelas Romy kepada sang ibu.


"Iya nak, ibu tahu kamu ingin mencoba hal baru. Tapi tolong, beritahu ibu jika kamu ingin melakukan sesuatu seperti itu lagi. Ibu takut kehilanganmu kamu anak satu-satunya ibu." Kata ibunya sambil menghapus air matanya.

__ADS_1


Romy merasa bersalah dan berjanji akan lebih jujur pada ibunya dan tidak akan membuatnya khawatir lagi. Ia tahu bahwa ibunya sangat menyayanginya dan hanya ingin yang terbaik untuknya. Ia memutuskan untuk tetap belajar dari kesalahan dan menjadi anak yang lebih bertanggung jawab dan jujur pada ibunya.


Romy mencari sang ayah yang tidak terlihat di rumahnya


"Ayah kemana bu?" Ucap Romy Sambil melihat ke arah dalam rumah.


"Ayahmu tidak ada nak sedang ke luar kota 2 minggu ada perjalanan bisnis! Untung ayahmu sedang pergi ke luar kota nak, ia tak tahu kamu pergi naik gunung. Jangan lagi-lagi ya nak!" Ucap sang Ibu.


Romy pun tampak lega


Romy merasa lega mendengar bahwa ayahnya sedang ke luar kota selama dua minggu. Ia merasa bersalah karena tidak memberitahu ayahnya tentang rencananya untuk pergi naik gunung dengan teman-temannya, tetapi sekarang ia bisa bernapas lega karena ayahnya tidak akan tahu.


"Ibu, ayah tidak tahu kalau aku pergi naik gunung kan?" tanya Romy untuk memastikan.


"Iya, ibu. Aku tidak akan melakukannya lagi. Aku janji." Kata Romy sambil merasa sedikit malu karena telah membuat ibunya khawatir.


Setelah itu, Romy merasa lega dan memutuskan untuk tidak membuat ibunya khawatir lagi. Ia berencana untuk menjadi anak yang lebih bertanggung jawab dan tidak membuat kesalahan yang sama lagi. Romy juga merencanakan untuk memberikan kejutan untuk ayahnya ketika ia pulang dari luar kota, sebagai tanda bahwa ia sayang dan merindukan ayahnya.


"Ditunggu ya, Ayah. Aku akan memberikan kejutan yang spesial untukmu ketika kau pulang." Kata Romy dalam hatinya sambil tersenyum.


"Sudah kamu sekarang istirahat ya! Ya ampun sampai hitam gini kulit kamu nak!" Ucap sang ibu


Romy menatap ibunya dengan lelah dan tersenyum. Ia memang merasa lelah setelah melakukan pendakian gunung dengan teman-temannya. Kulitnya yang kemerahan dan sedikit hitam akibat terbakar sinar matahari membuatnya merasa sedikit malu.

__ADS_1


"Iya, ibu. Aku akan istirahat dulu. Maafkan aku karena membuatmu khawatir." Kata Romy dengan suara lembut.


"Ya sudahlah, yang penting kamu pulang dengan selamat. Ibu akan siapkan makan malam untukmu." Ucap sang ibu sambil tersenyum.


Romy merasa bahagia dan merasa bersyukur karena memiliki keluarga yang selalu menyayanginya. Ia berdoa agar keluarganya selalu diberikan kesehatan dan kebahagiaan.


Setelah mandi dan makan ia membereskan segala peralatannya. Ia melihat sebuah lukisan gunung yang sangat indah. Itu adalah hasil karyanya saat ia mendaki gunung Merbabu


Romy merasa bangga melihat lukisan gunung yang ia buat. Ia mengingat kembali momen saat ia mendaki Gunung Merbabu bersama teman-temannya. Ia terinspirasi oleh keindahan alam yang ia lihat dan memutuskan untuk membuat lukisan tentang itu.


Lukisan itu menampilkan keindahan Gunung Merbabu dengan latar belakang langit biru dan awan putih. Ia menggunakan berbagai warna untuk mengekspresikan keindahan alam yang ia lihat. Romy merasa senang dengan hasil karyanya dan berharap lukisan itu bisa menjadi kenang-kenangan yang indah untuknya.


"Ibu, lihatlah lukisan ini. Aku membuatnya ketika aku mendaki Gunung Merbabu." Kata Romy sambil menunjukkan lukisan itu pada ibunya.


Ibunya melihat lukisan itu dengan kagum. "Wah, bagus sekali! Kamu memang memiliki bakat yang luar biasa, nak." Ucap ibunya dengan bangga.


Romy merasa senang mendengar pujian dari ibunya. Ia merasa semakin termotivasi untuk terus mengembangkan bakat melukisnya. Ia berharap suatu saat nanti bisa menjadi pelukis terkenal yang bisa menginspirasi banyak orang.


Setelah itu, Romy memasang lukisan itu di dinding kamarnya sebagai kenang-kenangan yang indah dari pendakian gunungnya. Ia merasa puas dengan hari yang telah ia lewati dan bersyukur atas semua hal yang ia miliki dalam hidupnya.


Meskipun ia merasa bahwa ayahnya mungkin tidak akan setuju, Romy masih merasa tertarik dengan ide untuk menjelajahi gunung-gunung lainnya. Namun, ia juga memahami bahwa keputusan seperti itu harus dipertimbangkan dengan matang dan tidak boleh diambil secara mendadak.


Romy memutuskan untuk membicarakan keinginannya dengan orangtuanya dan menjelaskan betapa pentingnya bagi dirinya untuk mengeksplorasi keindahan alam Indonesia. Ia berharap bisa meyakinkan orangtuanya tentang pentingnya keinginan tersebut dan bersedia memenuhi persyaratan yang diberikan untuk melakukannya.

__ADS_1


__ADS_2