Hilangnya Cinta Terakhir

Hilangnya Cinta Terakhir
Tiba


__ADS_3

Akhirnya hari yang ditungu tunggu telah tiba. Setelah beberapa tahun menempuh pendidikan, Romy dinyatakan lulus dengan gelar dokter. Romy merasa sangat bahagia dan bangga atas pencapaiannya. Ia merasa semua kerja kerasnya selama bertahun-tahun telah terbayar dengan hasil yang memuaskan. Keluarganya juga merasa bangga dan senang melihat Romy meraih gelar dokter.


Pagi-pagi sekali kedua orang tuanya sudah hadir di Jakarta untuk menghadiri acara wisudanya Romy. Mereka sangat antusias dengan itu. Akhirnya cita-cota orang tuanya terwujud. 


"Nak selama ya! Akhirnya kamu menjadi dokter sekarang." Ucap sang ayah dengan penuh haru. 


"Iya nak, selamat ya sayang!" Ucap sang ibu juga dengan mata berkaca-kaca.


"Terimakasih ibu, ayah. Berkat doa dan dukungan ibu dan ayah, Romy bisa sampai di titik ini." Ucap Romy haru dan memeluk erat kedua orang tuanya.


Tiba saatnya nama Romy dipanggil ke depan Aula. Wajah gugup Romy dan rasa bangga kedua orang tuanya terpancar sangat jelas. Romy mendapatkan predikat cumlaude untuk gelar dokter. Orang tuanya sangat bangga mempunya anak yang berprestasi seperti Romy.


Setelah lulus, Romy langsung mencari pekerjaan sebagai dokter di rumah sakit. Dia merasa senang bisa mengabdikan dirinya untuk membantu orang lain. Meskipun pekerjaannya cukup melelahkan, Romy merasa sangat bersyukur karena bisa melakukan pekerjaan yang dia cintai.


Tidak hanya itu, Romy juga menjadi panutan bagi orang-orang di sekitarnya. Mereka terinspirasi oleh perjuangan Romy dalam menyelesaikan pendidikan dan meraih gelar dokter.


Namun, meskipun Romy sudah menjadi seorang dokter, ibunya tetap mengingatkan agar Romy tidak melupakan tujuan utamanya yaitu membantu orang lain. Ibunya juga meminta Romy untuk tetap rendah hati dan tidak sombong dengan gelar dan jabatannya.


Romy merespon pesan ibunya dengan baik. Dia tetap fokus pada pekerjaannya dan tidak pernah lupa untuk membantu orang lain dengan sepenuh hati. Meskipun terkadang dia merasa lelah dan frustasi dengan pekerjaannya, Romy selalu ingat tujuan utamanya yaitu membantu orang lain dan membuat dunia menjadi tempat yang lebih baik.


Dengan kerja keras dan tekad yang kuat, Romy akhirnya berhasil mencapai cita-citanya. Dia menjadi seorang dokter yang sukses dan terhormat, dan dia juga menjadi sosok yang inspiratif bagi orang-orang di sekitarnya.


Romy merasa sangat bahagia dan bangga atas pencapaiannya. Dia merasa semua kerja kerasnya selama bertahun-tahun telah terbayar dengan hasil yang memuaskan. Keluarganya juga merasa bangga dan senang melihat Romy meraih gelar dokter.

__ADS_1


Saat sedang praktek di salah satu Rumah sakit ternama ia kedatangan seorang pasien yang sedang mengdap kanker leukimia. 


Tiba-tiba hatinya terasa sesak. Bagaiamana tidak, semua kesibukannya membuat ia melupakan sahabatnya Novi. Kakinya terasa lemas tak ada tenaga, tangannya bergetar hebat mengingat sahabatnya yang telah ia tinggalkan beberapa tahun lalu di kampung halamannya. 


"Kenapa aku bisa melupakan Novi?" Batinnya menjerit. Ia merasa bersalah.


Setelah menyadari bahwa ia telah lupa janjinya kepada sahabatnya, Romy merasa sangat bersalah. Dia tidak bisa membiarkan janjinya terabaikan begitu saja, terutama karena Novi sedang sakit.


Romy segera menghubungi Novi dan memberitahunya bahwa dia ingin memenuhi janjinya untuk mendaki gunung bersama. Namun, Romy juga menyadari bahwa Novi sedang sakit leukimia dan mungkin tidak kuat untuk mendaki gunung.


Namun, hasilnya nihil. Tidak ada jawaban pesan dari Novi. Ia pun mencoba untuk menghubungi orang tua Novi tapi tak ada jawaban.


Setelah itu Romy bergegas kembali ke kampung halamannya. Ia ingin segera menemui temannya Novi. Ia menghampiri Rumah Novi yang terlihat sudah kosong dan terbengkalai.


"Cari siapa ya?" Ucap salah satu tetangga Novi.


Tetangganya hanya tersenyum, ia menyadari Romy adalah sosok sahabatnya Novi dahulu dan sering bermain di rumah Novi.


"Sini ibu antar ke tempat Novi ya." Ucap ibu tersebut.


"Baik bu. Jawab Romy."


Mereka terus berjalan menyusuri sebuah jalan yang berbatu. Romy pun tak tahu akan di ajak ke mana. Ia hanya berpikir bahwa Novi dan ibunya sudah pindah tempat tinggal. 

__ADS_1


Akhirnya ibu tersebut mengantarkan Romy ke tempat baru Novi, tempat tersebut adalah sebuah pemakaman.


Romy sangat terkejut dan heran mengapa ia dibawa ke pemakaman oleh ibu tersebut. 


"Nak, ini tempat Novi sekarang, ia sudah tidak ada sejak 3 tahun lalu." Ucap ibu tersebut.


Bak petir di siang hari. Romy sangat terkejut mendengar perkataan ibu tersebut. Ia menangis sejadi-jadinya. Ia sangat menyesal karena tidak mengetahui kabar bahwa Novi telah tiada itu membuatnya sangat terpukul.


Romy merasa sangat sedih dan terpukul saat mengetahui bahwa sahabatnya, Novi, telah meninggal dunia selama 3 tahun. Dia merasa sangat menyesal karena tidak dapat memenuhi janjinya untuk mendaki gunung bersama Novi sebelum dia meninggal.


"Novi maafin aku aku gak tepatin janjiku!" Teriak Romy sambil memegang Nisan bertuliskan nama Novi. Ia teringat bahwa ia telah berjanji kepada Novi untuk kembali padanya dan mendaki gunung bersama. Namun, semua janjinya tak bisa ia tepati. Ia telah melupakan Novi, bahkan ia tak tahu bahwa Novi telah tiada. Sungguh hatinya sangat terasa sakit.


Romy kembali ke rumahnya, ia datang dengan wajah yang sangat suram dan sedih. Ia tak tahu harus bagaimana lagi. Ia masuk ke dalam sebuah kamar usang nya dlu. Ia memandangi beberapa lembar fotonya dengan Novi saat mendaki gunung bersama. Air matanya jatuh tak terasa mengingat semuanya.


"Novi, maafin aku Nov!" Lirih Tomy sambil terus memandangi foto Novi bersama dirinya.


"Nov, aku udah jadi dokter sekarang. Kenapa kamu ninggalin aku dukuan?" Romy mencoba berbicara dengan selembar foto di tangannya. Ia menghapus air matanya lalu membereskan semua foto-foto tersebut.


  Romy memutuskan untuk tetap mengenang Novi dengan cara yang baik. Dia membuat sebuah album foto dan menempatkan semua foto kenangan mereka bersama-sama di dalamnya. Romy juga menuliskan sebuah surat untuk Novi, menceritakan segala hal yang telah terjadi dalam hidupnya dan meminta maaf karena tidak dapat memenuhi janjinya.


"Kamu akan tetap ada di dalam hati aku Nov. Aku sadar kamu yang terbaik." Batin Romy.


Meskipun Novi telah pergi, Romy mengambil hikmah dari kehilangan sahabatnya. Dia belajar untuk menghargai hubungan dan memenuhi janji-janji dengan orang yang dicintainya sebelum terlambat. Romy juga belajar untuk hidup dalam keberanian dan mengambil risiko untuk mewujudkan mimpi-mimpi dan tujuannya, karena hidup adalah anugerah yang tidak bisa diambil begitu saja.

__ADS_1


Dengan begitu, Romy terus mengabdikan dirinya sebagai dokter yang baik dan terus membantu orang lain dengan sepenuh hati, seperti yang diharapkan oleh sahabatnya, Novi. 


"Aku sayang sama kamu Nov, doaku selalu menyertaimu. Tenang di sana Nov." Ucap Romy.


__ADS_2