Hilangnya Cinta Terakhir

Hilangnya Cinta Terakhir
Mengenakan Hijab


__ADS_3

Novi adalah seorang gadis yang tumbuh besar di tengah-tengah alam. Sejak kecil, ia sudah menggemari kegiatan di luar ruangan seperti bermain di sungai, menjelajahi hutan, dan mendaki gunung. Karena kecintaannya pada alam.


Namun, nasib berkata lain. Ketika Novi masih berusia belasan tahun, ia didiagnosis menderita penyakit leukimia. Hal ini membuat cita-citanya untuk terus menjelajahi alam harus terhenti, karena ia harus menghabiskan waktu berbulan-bulan di rumah sakit untuk menjalani perawatan.


Setelah menjalani serangkaian sesi kemoterapi, wajah Novi mulai tampak berbeda dari sebelumnya. Kulitnya tampak lebih gelap dan kusam, dan rambutnya pun mulai rontok. Meskipun kondisinya sedang tidak baik-baik saja, Novi tetap mencoba untuk menjaga semangat dan kepercayaan dirinya.


Tak lama setelah rambutnya mulai rontok, Novi memutuskan untuk memakai hijab. Meskipun awalnya merasa sedikit canggung dan tidak biasa, namun ia merasa bahwa memakai hijab bisa menjadi sebuah bentuk kepercayaan diri baginya. Ia juga merasa bahwa hijab bisa membantu menutupi rambutnya yang mulai botak.


Setiap pulang sekolah Romy selalu menjenguk sahabatnya itu Novi. Ia selalu menghibur Novi. Romy, sebagai sahabatnya, selalu mendukung keputusan Novi. Ia selalu memberikan semangat dan dorongan pada Novi agar tetap percaya diri dengan penampilannya. Ia bahkan sering membantu Novi dalam memilih hijab yang cocok dan cantik untuk dipakai.


"Rom, aku bagus gak pake hijab?" Tanya Novi kepada Romy.


Romy tampak berkaca-kaca melihat keadaan sahabatnya itu. "Kamu makin cantik pake itu Nov." Ucap Romy sambil menahan laju air matanya.


Meskipun kondisinya tidak seperti sebelumnya, Novi tetap berusaha untuk tetap aktif dan melakukan kegiatan yang ia sukai. Ia sering pergi ke taman rumah sakit untuk bersantai dan menikmati udara di luar kamar. Dengan memakai hijab, Novi merasa lebih percaya diri dan nyaman dalam melakukannya.


Setiap kali Novi bertemu dengan orang lain, ia selalu berusaha untuk menunjukkan bahwa meskipun kondisinya sedang tidak baik-baik saja, namun ia tetap bisa menjadi sosok yang kuat dan positif. Ia berharap bahwa keberaniannya untuk memakai hijab meskipun sedang mengalami rontoknya rambut bisa menjadi inspirasi bagi orang lain yang mengalami hal yang sama.


Romy selalu berusaha untuk menghibur Novi dengan segala cara. Ia membawakan buku-buku dan majalah-majalah yang berisi tentang alam, sehingga Novi bisa membaca dan memperdalam pengetahuannya tentang keindahan alam. Selain itu, Romy juga sering mengajak Novi bermain game atau menonton film, sehingga Novi bisa melupakan sejenak rasa sakit yang ia rasakan.


"Aku pengen naik gunung lagi buat yang terakhir kali Rom." Ucap Novi lirih dan menatap Romy.

__ADS_1


Romy tertegun mendengar perkataan Novi. Bagaimana mungkin dengan kondisi seperti itu Novi bisa naik gunung. Namun Romy pun sadar bisa jadi itu adalah permintaan terakhir dari Novi.


"Boleh, kamu yang sehat ya. Kita naik gunung lagi nanti!" Ucap Romy memberi semangat kepada Novi.


Selain memberikan hiburan, Romy juga selalu memberikan semangat pada Novi untuk terus berjuang melawan penyakitnya. Ia selalu meyakinkan Novi bahwa ia akan sembuh dan kembali dapat menikmati keindahan alam seperti dulu kala.


Dengan dukungan dan support yang Romy berikan, Novi merasa semangatnya semakin bertambah dan ia yakin bahwa suatu hari nanti ia akan kembali dapat mendaki gunung.


Keesokan harinya.


Sepulang sekolah Romy mampir ke toko buku untuk membeli beberapa buku baru dan seperangkat alat lukis. Romy selalu memperhatikan kesukaan dan hobi Novi, termasuk hobi melukis. Karena itu, suatu hari Romy membawa sebuah alat lukis lengkap untuk Novi. Ia tahu bahwa Novi akan sangat senang dan bahagia dengan hadiah tersebut.


Romy pun bergegas untuk pergi ke rumah sakit menjenguk sahabatnya kembali.


"Masa aku main gak boleh sih? Ini aku bawa sesuatu." Ucap Romy dengan antusias menunjukan hadiah untuk Novi.


"Apa itu?" Ucap Novi penasaran.


"Tada! Ini buku sama peralatan lukis hiar kamu gak bosan!" Ucap Romy sambil menyrahkannya ke Novi.


"Ya ampun repot-repot. Makasih banyak." Ucap Novi terharu.

__ADS_1


Setelah menerima hadiah tersebut, Novi merasa sangat senang dan terharu. Ia tidak menyangka bahwa Romy begitu memperhatikan kegiatannya dan memberikan hadiah yang begitu berharga. Novi segera mencoba menggunakan alat lukis yang diberikan Romy, meskipun ia merasa kesulitan karena efek dari kemoterapi yang ia jalani.


Romy selalu mendukung Novi dalam berbagai hal, termasuk dalam hobi melukisnya. Ia membantu Novi dalam menyiapkan alat-alat lukis dan memberikan bimbingan dalam teknik melukis. Meskipun Novi merasa kesulitan dan kehilangan energi karena efek samping dari kemoterapi, namun Romy selalu memberikan semangat dan dorongan agar Novi tetap bersemangat dan tidak menyerah.


Dengan dukungan dan bantuan Romy, Novi kembali menemukan semangatnya dalam melukis. Ia menemukan kebahagiaan dalam setiap goresan kuas dan warna yang ia lukis di atas kanvas. Lukisan-lukisannya pun semakin berkualitas dan indah dari hari ke hari.


Hobi melukis Novi pun menjadi sarana bagi dirinya untuk mengeluarkan ekspresi dan perasaannya. Melalui lukisan-lukisannya, ia mencoba untuk mengungkapkan keindahan alam dan kehidupan yang ia rasakan. Ia bahkan pernah mengadakan pameran lukisan yang cukup sukses dan mendapatkan banyak pujian dari pengunjung.


Romy merasa bangga dengan Novi dan keberanian serta semangatnya dalam menghadapi tantangan hidupnya. Ia tahu bahwa Novi adalah sosok yang kuat dan penuh inspirasi bagi banyak orang. Dengan hobi melukisnya, Novi membuktikan bahwa meskipun menghadapi kesulitan, kita tetap bisa mengejar impian dan mengekspresikan diri melalui berbagai cara.


Pada awalnya Romy merasa semakin terpukul ketika mengetahui bahwa bahkan orang tua Novi pun tidak memberitahunya tentang penyakit yang diderita Novi. Ia merasa sedih karena merasa dianggap tidak cukup penting untuk mengetahui keadaan Novi yang sebenarnya.


Namun, Romy tetap berusaha untuk mendukung Novi sebanyak mungkin, walaupun Novi terus menyembunyikan kebenaran dari orang lain. Romy berjanji untuk selalu ada untuk Novi, untuk membantu dan mendukungnya dalam menghadapi masa sulit ini.


Tapi semakin lama, Novi semakin lemah dan Romy merasa semakin putus asa. Ia tidak tahu harus berbuat apa lagi untuk membantu Novi, terutama karena Novi tetap menyembunyikan penyakitnya dari orang lain.


Ketika Novi semakin lemah, Romy memutuskan untuk tidak lagi membiarkan Novi menyembunyikan kebenaran dari orang lain. Ia mengumpulkan keluarga dan teman-teman Novi dan memberitahukan keadaan sebenarnya.


Meskipun awalnya Novi merasa marah dan kecewa, tapi akhirnya ia menyadari bahwa keputusan Romy untuk membuka kebenaran adalah untuk kebaikan mereka semua. Dari sinilah Novi mulai bisa menerima dukungan dan perhatian dari orang-orang yang menyayanginya.


Walaupun Novi harus terus berjuang melawan penyakitnya, ia merasa lebih kuat dan lebih siap menghadapi masa sulit ini karena ada orang-orang yang selalu ada untuknya. Dan Romy tetap menjadi sahabat terbaik Novi, yang selalu mendukungnya dan berjuang bersamanya dalam menghadapi tantangan hidup

__ADS_1


Novi tidak kehilangan semangat. Ia terus berusaha untuk sembuh, dan juga mencari cara agar dapat kembali mendaki gunung. Romy, sahabatnya di sekolah, selalu memberikan dukungan dan support pada Novi.


__ADS_2