Hilangnya Cinta Terakhir

Hilangnya Cinta Terakhir
Rutinitas Melelahkan


__ADS_3

Romy merasa sangat lelah dengan rutinitas yang ia jalani setiap harinya di Jakarta. Belum lagi dengan tumpukan tugas dan ujian yang selalu menghantui setiap waktu. Namun, ia tidak ingin menyerah begitu saja. Ia tetap berjuang untuk meraih cita-citanya menjadi seorang dokter yang sukses.


Dua tahun sudah ia berada di Jakarta, namun Romy belum sempat pulang ke kampung halamannya di Jawa Barat. Ia sangat merindukan keluarganya dan lingkungan tempat ia dibesarkan. Namun, kesibukan yang ia hadapi membuatnya sulit untuk menyempatkan diri pulang.


"Romy, kamu sekarang mendapat tugas untuk magang di salah satu puskesmas di Jakarta ya!" Ucap salah satu dosennya.


"Oh iya baik pak!" Jawab Romy dengan antusias. 


Rutinitas kuliah membuat Romy sedikit bosan. Kegiatan di luar kampus ini merupakan sebuah angin segar untuk Romy dimana ia bisa bertemu langsung pasien-pasien di puskesmas dan praktek langsung sebagai dokter magang.


Kali ini ia sedang mengambil tugas magangnya sebagai dokter pembantu di salah satu puskesmas di jakarta. Romy sangat senang mendapatkan tugas magang sebagai dokter pembantu di puskesmas. Ini adalah kesempatan baginya untuk belajar secara langsung dan terjun langsung dalam praktek medis di lapangan. Meskipun tugasnya sangat padat, Romy merasa senang bisa berkontribusi untuk masyarakat sekitar dan memperluas wawasannya sebagai calon dokter.


Tak lupa juga Romy mengabari orang tuanya bahwa kali ini ia sudah praktek magang di salah satu pislesmas di Jakarta. Orang tuanya pun sangat bangga karena Romy sudah mulai praktek menjadi dokter.


Setiap hari, Romy berangkat pagi-pagi ke puskesmas dengan semangat yang tinggi. Ia selalu mempersiapkan dirinya dengan baik sebelum bertemu dengan pasien-pasiennya. Romy sangat teliti dan cermat dalam mendiagnosis dan memberikan pengobatan kepada pasien-pasien yang datang. Ia juga selalu memberikan penjelasan dan konsultasi yang jelas dan mudah dipahami oleh pasien.


Meskipun kadang-kadang Romy merasa lelah dan kelelahan setelah seharian bertugas, ia tetap bersemangat dan optimis. Ia merasa bahwa tugas magangnya sebagai dokter pembantu di puskesmas sangat berarti dan bermanfaat bagi masyarakat sekitar. Selain itu, ia juga bisa belajar banyak hal baru dan menambah pengalaman dalam bidang medis.


"Hai Namaku Mirna, kamu dokter magang di sini ya?" Tanyanya diselingi dengan sebuah senyuman manis di wajahnya.


"Oh iya, aku Romy. Salam kenal ya!" Sapa Romy dengan hangat.


Romy merasa sangat terkesan dengan gadis cantik yang ia temui di puskesmas tempatnya melakukan magang. Gadis itu ternyata adalah seorang perawat magang seperti dirinya, dan mereka sering bekerja bersama dalam menangani pasien.


"Kamu udah malan siang?" Sapa Romy kembali kepada gadis bermata indah itu.

__ADS_1


"Belum nih, yuk makan!" Jawab gadis itu dengan cepat.


Setiap kali mereka bertemu, Romy merasa ada yang berbeda dalam dirinya. Ia merasa tertarik dan terpikat oleh kecantikan dan kepribadian gadis itu. Mereka sering makan bersama dan berbincang-bincang dan saling bertukar pengalaman mengenai dunia kesehatan.


Hari demi hari Romy dan Mirna pun kian dekat. Rasa kagum Romy kepada kecantikan Mirna


Semakin hari tumbuh semakin besar. Namun, Romy masih ragu untuk mengungkapkan perasaannya kepada gadis itu. Ia takut gadis itu tidak memiliki perasaan yang sama padanya. Selain itu, Romy juga masih fokus untuk menyelesaikan magangnya dengan baik.


Namun, ia berjanji pada dirinya sendiri untuk mengambil kesempatan jika ada kesempatan untuk memperjuangkan cintanya. Romy ingin memberikan yang terbaik untuk gadis cantik yang telah mengisi hatinya. Saat menjelang tidur pun Romy selalu memikirkan Mirna. 


"Apa aku tembak aja ya dia?" Tanya Romy di dalam hati.


"Tapi takut gak di terima." Ucap Romy kembali dalam hatinya. Berhari-hari ia memkirkan hal itu. Ia sudah tak bisa lagi membendung perasaannya kepada teman magangnya itu.


Romy merasa terusik dengan perasaannya terhadap Mirna. Ia merasa seperti melupakan kisahnya dengan Novi, namun pada saat yang sama, ia tidak bisa menahan perasaannya terhadap Mirna. Romy merasa sangat bimbang dan tidak tahu harus berbuat apa.


Pada suatu hari saat jam makan siang, Romy kembali memanggil gadis tersebut untuk makan siang bersama.


"Mirna kita makan yuk!" Ajak Romy.


"Iya boleh!" Ucapnya sambil tersenyum.


Mereka makan sambil berbincang-bincang. Ditengah obrolan Romy mulai mempersiapkan diri untuk mengungkapkan perasaannya kepada Mirna.


"Mirna ada yang mau aku omongin." Ucap Romy pelan.

__ADS_1


"Iya kenapa Rom?" Jawab gadis itu cepat.


"Hem, sebenernya aku suka sama kamu." Ucap Romy dengan nada sedikit canggung.


Akhirnya, Romy memutuskan untuk mengungkapkan perasaannya kepada Mirna. Meski ragu dan takut ditolak, ia merasa bahwa ia harus memberanikan diri untuk mengambil risiko. Ia menemui Mirna di sela-sela pekerjaan mereka di puskesmas dan mengatakan apa yang ada di dalam hatinya.


Mirna terkejut dan terharu dengan pengakuan Romy. Ia merasa senang dan karena Romy memiliki perasaan yang sama padanya. 


"Hem sebenernya aku juga suka sama kamu Rom!" Ucap Mirna dengan sangat antusias.


"Serius?" Tanya Romy kembali.


"Iya beneran!" Jawab Mirna. 


Akhirnya, mereka berdua sepakat untuk menjalin hubungan yang lebih serius.


Romy merasa sangat bersyukur karena telah menemukan seseorang yang bisa membuatnya bahagia dan merasa dicintai. Meski terkadang ia masih merasa sedikit bersalah terhadap Novi, ia berjanji untuk menjaga hubungannya dengan Mirna dan memberikan yang terbaik untuk hubungan mereka.


Sebenarnya Romy merasa sedikit bingung dengan perasaannya terhadap Novi. Ia merasa seperti memiliki perasaan yang berbeda-beda, terutama setelah ia mulai tertarik pada Mirna.


Romy tahu bahwa ia sangat peduli dan sayang pada Novi, namun ia tidak yakin apakah perasaannya itu mencapai level cinta. Sebagian dari dirinya merasa seperti mencintai Novi karena ia adalah sahabatnya yang telah mengalami sakit yang begitu berat.


Namun, di sisi lain, Romy juga merasa seperti memiliki perasaan yang lebih dalam terhadap Mirna.Ia menyadari bahwa ia harus memikirkan dengan baik mengenai perasaannya terhadap Novi dan Mirna. Ia tidak ingin menyakiti perasaan siapa pun, terutama Novi yang telah menjadi sahabatnya selama ini.


Romy selalu berusaha  memikirkan perasaannya dan mencoba untuk menyelesaikan masalah ini dengan cara yang terbaik. Ia ingin memastikan bahwa ia tidak membuat keputusan yang salah dan merugikan siapa pun.

__ADS_1


Namun kali ini ia telah memilih Mirna sebagai pujaan hatinya. Mau tak mau ia harus sesikit menyampingkan Novi dari dalam hatinya. Sosok Novi adalah hanya sebatas sahabat untuk Romy. Tidak kurang dan juga tidak lebih.


Hari-hari Romy sekarang kian bahagia dengan Mirna karena ia telah berhasil menaklukan seorang wanita cantik dan menjadikannya sebagai kekasih.


__ADS_2